CEO Cantik Ungkap Alasannya Selalu Ditemani Bodyguard Saat Bepergian

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 29 Jun 2018 13:50 WIB
Foto: Instagram Whitney Wolfe Herd Foto: Instagram Whitney Wolfe Herd

Jakarta - Di usia 28 tahun, Whitney Wolfe Herd sudah menjadi seorang CEO. Sayangnya prestasi tersebut punya dampak negatif bagi kehidupan wanita cantik tersebut. Semenjak sukses membangun aplikasi kencan Bumble, ia harus ditemani bodyguard ketika bepergian. Whitney ternyata sering mendapat serangan karena mendirikan perusahaan feminist.

Whitney dan rekan-rekannya pernah menerima perlakuan tidak menyenangkan. Foto hingga nomor telepon Whitney serta sejumlah rekan disebarkan agar orang-orang bisa ikut menyerang mereka. FBI bahkan harus turun tangan untuk menurunkan informasi personal tersebut.

"Wajah dan nomor telepon kami diunggah di sebuah situs neo-Nazi yang kemudian FBI harus turunkan. Postingan itu berisi ajakan untuk menurunkan para feminis dari Bumble," kata Whitnye kepada majalah The Times.

Fan girl-ing @techcrunch over @jessicaalba and @thehonestcompany 🙌

A post shared by Whitney Wolfe Herd (@whitwolfeherd) on May 11, 2016 at 10:19am PDT

Menurutnya hal itu terjadi karena situasi politik yang sedang berlangsung di Amerika Serikat. Serangan tersebut pun terjadi dua minggu setelah Bumble merilis pernyataan mengenai penolakan mereka terhadap rasisme, pidato kebencian, dan kefanatikan. Whitney percaya jika sebuah grup neo-Nazi menjadi dalang dibalik penyerangan itu.

Setelah kejadian tersebut, Whitney mengalami kecemasan yang cukup parah. Ia bahkan sampai menyewa jasa bodyguard untuk melindungi diri jikalau diserang grup-grup serupa. "Itu kecemasan mengenai apapun. Aku khawatir mengenai hal-hal buruk terjadi pada orang-orang yang aku cintai," ungkapnya.

Perusahaan Bumble sendiri memang mengusung konsep feminist. Ruangan di kantor pusat mereka bahkan didesain mengutamakan wanita. Di sana, tersedia ruang menyusui hingga salon untuk para karyawati. Ketika pekerja melahirkan, perusahaan akan menghadiahkan mereka voucher $1,000 (Rp 14 jutaan) untuk pompa ASI.

Whitney sendiri sebelumnya adalah co-founder Tinder. Ia membangun Bimble di Desember 2014 setelah resign dari perusahaan sebelumnya karena masalah diskriminasi dan pelecehan seks di tempat kerja. Menurut Forbes, Bumble bernilai kini lebih dari $1 juta (Rp 14 miliaran) dalam kurun waktu kurang dari empat tahun.
(ami/ami)