Ini yang Perlu Dilakukan Wanita Agar Setara dengan Pria di Dunia Kerja
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 23 Mar 2018 18:45 WIB
Jakarta
-
Kesetaraan gender masih menjadi masalah di dunia kerja. Perusahaan pun dianggap belum memprioritaskan masalah ini sehingga banyak wanita kesulitan menyamai dominasi pria. Padahal kesetaraan gender dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif hingga meningkatkan produktivitas. Lalu apa yang perlu dilakukan untuk mendukung kesetaraan gender di dunia kerja?
Sebuah riset pun dilakukan untuk menemukan jawabannya. Penelitian dilakukan oleh perusahaan Accenture kepada 22 ribu pekerja, 700 di antaranya dari Indonesia. Berdasarkan riset terungkap ada 40 faktor yang bisa mendukung wanita dan kesetaraan gender di lingkungan profesional. Faktor-faktor itu pun kemudian dibagi menjadi tiga kategori berikut:
1. Kepemimpinan Tegas
Penelitian dilakukan demi mengungkap apa yang sebenarnya dibutuhkan agar tercipta kesetaraan gender di perusahaan. Salah satu yang terpenting adalah usaha dan dukungan dari perusahaan itu sendiri. Berdasarkan riset, kesetaraan gender akan tercipta saat masalah tersebut benar-benar diprioritaskan dan disampaikan kepada semua karyawan. Disarankan pula agar aturan mengenai kesetaraan gaji dibuat lebih jelas.
"Selama ini aturan mengenai kesetaraan gaji hanya 'nato' saja, no action talk only," ungkap Neneng Goenadi selaku Country Managing Director Accenture Indonesia saat memaparkan riset 'Getting to Equal 2018' di Le Meridien, Jakarta Pusat, Jumat, (23/3/2018).
Baca Juga: 6 Pesan Emma Watson Soal Kesetaraan Gender dan Feminisme
2. Tindakan Komprehensif
Untuk mencapai kesetaraan gender di perusahaan dibutuhkan juga tindakan yang komprehensif. Diharapkan perusahaan bisa membuat progres demi meminimalisir ketimpangan antara pekerja wanita dan pria dalam mengejar karier. Menurut Neneng, perusahaan perlu mendukung adanya women's network atau komunitas wanita dan mendukung para pria untuk mengambil parental leave.
"Contohnya di perusahaan kami Accenture, ada network untuk ibu muda bisa saling share. Ada juga untuk senior manager agar bisa meningkatkan karier mereka sehingga bisa bertanya dan berbagi mengenai tantangan. Selain itu, ada women's mentoring program untuk mahasiswa. Tapi kelemahan wanita di dunia memang nggak enakan jadi harus di-encourage. Kalau tidak ada ya ciptakan sendiri," jelas Neneng.
"Sedangkan untuk parental leave menjadi penting karena kesetaraan gender bukan hanya mengenai perempuan tapi juga laki-laki. Parental leave yang dibutuhkan bukan hanya tiga atau empat hari. Kalau wanita dapat tiga bulan, paling tidak sebaiknya laki-laki bisa cuti satu setengah bulan," tambahnya.
Baca Juga: Tak Hanya untuk Perempuan Ada Pula Hari Pria Internasional, Seperti Apa?
3. Lingkungan yang Memberdayakan
Kesetaraan gender juga perlu didukung dari lingkungan. Untuk menciptakan lingkungan ramah kesetaraan perusahaan pun diminta untuk tidak menyuruh pegawai mengubah penampilan. Berdasarkan riset, wanita lebih berkembang ketika mereka dibebaskan berpenampilan. Disarankan pula agar perusahaan mendukung fleksibilitas jam kerja, memberi training, hingga menyediakan wadah untuk melaporkan pelecehan seksual.
Namun usaha perusahaan saja tidak akan cukup untuk menciptakan kesetaraan gender. Dibutuhkan pula usaha dari wanita itu sendiri untuk mau berkompetisi agar menyamai dominasi pria. Agar lebih banyak wanita yang mencapai posisi tinggi di perusahaan, aga tiga hal yang bisa dilakukan.
"Pertama gunakan teknologi. Wanita Indonesia lebih banyak menggunakan teknologi untuk chatting. Padahal itu bisa kita gunakan untuk menajamkan kemampuan kita. Kedua adalah dengan mendapatkan training. Kalau tidak disediakan perusahaan, kita bisa mencari sendiri. Ketiga adalah gabung dengan women's network. Kalau tidak ada, wanita bisa ciptakan sendiri, harus proaktif," kata Neneng. (ami/ami)
Sebuah riset pun dilakukan untuk menemukan jawabannya. Penelitian dilakukan oleh perusahaan Accenture kepada 22 ribu pekerja, 700 di antaranya dari Indonesia. Berdasarkan riset terungkap ada 40 faktor yang bisa mendukung wanita dan kesetaraan gender di lingkungan profesional. Faktor-faktor itu pun kemudian dibagi menjadi tiga kategori berikut:
1. Kepemimpinan Tegas
Penelitian dilakukan demi mengungkap apa yang sebenarnya dibutuhkan agar tercipta kesetaraan gender di perusahaan. Salah satu yang terpenting adalah usaha dan dukungan dari perusahaan itu sendiri. Berdasarkan riset, kesetaraan gender akan tercipta saat masalah tersebut benar-benar diprioritaskan dan disampaikan kepada semua karyawan. Disarankan pula agar aturan mengenai kesetaraan gaji dibuat lebih jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 6 Pesan Emma Watson Soal Kesetaraan Gender dan Feminisme
2. Tindakan Komprehensif
Untuk mencapai kesetaraan gender di perusahaan dibutuhkan juga tindakan yang komprehensif. Diharapkan perusahaan bisa membuat progres demi meminimalisir ketimpangan antara pekerja wanita dan pria dalam mengejar karier. Menurut Neneng, perusahaan perlu mendukung adanya women's network atau komunitas wanita dan mendukung para pria untuk mengambil parental leave.
"Contohnya di perusahaan kami Accenture, ada network untuk ibu muda bisa saling share. Ada juga untuk senior manager agar bisa meningkatkan karier mereka sehingga bisa bertanya dan berbagi mengenai tantangan. Selain itu, ada women's mentoring program untuk mahasiswa. Tapi kelemahan wanita di dunia memang nggak enakan jadi harus di-encourage. Kalau tidak ada ya ciptakan sendiri," jelas Neneng.
"Sedangkan untuk parental leave menjadi penting karena kesetaraan gender bukan hanya mengenai perempuan tapi juga laki-laki. Parental leave yang dibutuhkan bukan hanya tiga atau empat hari. Kalau wanita dapat tiga bulan, paling tidak sebaiknya laki-laki bisa cuti satu setengah bulan," tambahnya.
Baca Juga: Tak Hanya untuk Perempuan Ada Pula Hari Pria Internasional, Seperti Apa?
3. Lingkungan yang Memberdayakan
Kesetaraan gender juga perlu didukung dari lingkungan. Untuk menciptakan lingkungan ramah kesetaraan perusahaan pun diminta untuk tidak menyuruh pegawai mengubah penampilan. Berdasarkan riset, wanita lebih berkembang ketika mereka dibebaskan berpenampilan. Disarankan pula agar perusahaan mendukung fleksibilitas jam kerja, memberi training, hingga menyediakan wadah untuk melaporkan pelecehan seksual.
Namun usaha perusahaan saja tidak akan cukup untuk menciptakan kesetaraan gender. Dibutuhkan pula usaha dari wanita itu sendiri untuk mau berkompetisi agar menyamai dominasi pria. Agar lebih banyak wanita yang mencapai posisi tinggi di perusahaan, aga tiga hal yang bisa dilakukan.
"Pertama gunakan teknologi. Wanita Indonesia lebih banyak menggunakan teknologi untuk chatting. Padahal itu bisa kita gunakan untuk menajamkan kemampuan kita. Kedua adalah dengan mendapatkan training. Kalau tidak disediakan perusahaan, kita bisa mencari sendiri. Ketiga adalah gabung dengan women's network. Kalau tidak ada, wanita bisa ciptakan sendiri, harus proaktif," kata Neneng. (ami/ami)
Olahraga
Legging High Waist untuk Yoga & Lari dari Seri Brand COSI! Pilih yang Sesuai dengan Aktivitasmu
Olahraga
Sepatu Lari Wanita Terbaik 2026! Ringan, Terjangkau, dan Ideal untuk Jogging Harian
Pakaian Wanita
Effortless Chic Tanpa Ribet! Tunik Monogram Elzatta untuk Look Rapi di Berbagai Momen
Kesehatan
Jaga Lambung dan Imun Selama Puasa Ramadan! PRO EM 1 Bantu Stabilkan Lambung dengan Bakteri Baik
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Maudy Koesnaedi Mesra Bareng Suami, Wajah Awet Muda Curi Atensi
2
Diskon Baju Lebaran dan Belanja Semi-Hybird di Bazar GlamLocal, PIM 3
3
'Fashion Is Art' Jadi Dress Code Met Gala 2026, Langsung Disambut Kritik
4
Viral Punch the Monkey, Boneka Orangutan IKEA Langsung Ludes
5
Alba Gandeng Arkiv, Luncurkan Jam Tangan 'Domma' Edisi Terbatas Bertema Laut
MOST COMMENTED











































