Kesalahan Orang Indonesia saat Berkomunikasi dengan Orang Barat
Daniel Ngantung - wolipop
Sabtu, 23 Des 2017 10:40 WIB
Jakarta
-
Kelancaran komunikasi Anda dengan lawan bicara yang berasal dari negara-negara barat tak cukup bergantung pada kemampuan berbahasa Inggris, sebagai bahasa internasional. Anda juga perlu paham perbedaan antara nilai-nilai budaya barat dan timur untuk menghindari kesalahpahaman.
Praktisi komunikasi Erwin Parengkuan menyebutnya cross-cultural communication atau komunikasi lintas budaya. Erwin mengungkapkan, keramahan dan kehangatan budaya timur yang khas sering menjadi bumerang tersendiri bagi orang Indonesia saat berinteraksi dengan orang-orang barat.
Adalah hal lumrah bagi orang Indonesia untuk bertanya soal usia, status pernikahan, atau jumlah anak. Namun, tidak bagi mereka yang berasal dari negara-negara barat.
"Kalau ditanya seperti itu, mereka akan tersinggung karena Anda dianggap mencoba masuk ke ranah pribadinya. Tujuan Anda mencoba ramah, tapi salah kaprah," ujar Erwin yang ditemui saat peluncuran program '21 Hari Upgrade Frontliner Indonesia' oleh Listerine, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017).
Ayah empat anak ini menegaskan, bukan karena orang Indonesia 'kepo' alias penasaran dan berusah mencampuri urusan pribadi orang melainkan nilai kekeluargaannya yang kental.
"Itu mengapa orang Indonesia kalau menikah yang diundang banyak. Tapi orang barat kan kasarnya selfish, mengundangnya orang-orang terdekat saja," kata pria yang mendirikan sekolah public-speaking TALKinc bersama presenter Becky Tumewu itu.
Nah pastikan, Anda tahu perbedaan budaya tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman. Apalagi jika lawan bicara Anda itu adalah rekan bisnis atau atasan. (dng/ami)
Praktisi komunikasi Erwin Parengkuan menyebutnya cross-cultural communication atau komunikasi lintas budaya. Erwin mengungkapkan, keramahan dan kehangatan budaya timur yang khas sering menjadi bumerang tersendiri bagi orang Indonesia saat berinteraksi dengan orang-orang barat.
Adalah hal lumrah bagi orang Indonesia untuk bertanya soal usia, status pernikahan, atau jumlah anak. Namun, tidak bagi mereka yang berasal dari negara-negara barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayah empat anak ini menegaskan, bukan karena orang Indonesia 'kepo' alias penasaran dan berusah mencampuri urusan pribadi orang melainkan nilai kekeluargaannya yang kental.
"Itu mengapa orang Indonesia kalau menikah yang diundang banyak. Tapi orang barat kan kasarnya selfish, mengundangnya orang-orang terdekat saja," kata pria yang mendirikan sekolah public-speaking TALKinc bersama presenter Becky Tumewu itu.
Nah pastikan, Anda tahu perbedaan budaya tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman. Apalagi jika lawan bicara Anda itu adalah rekan bisnis atau atasan. (dng/ami)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































