Wanita Ini Malah Dipecat Setelah Laporkan Pelecehan Seks Kepada Bos
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 20 Okt 2017 18:00 WIB
Jakarta
-
Pelecehan seksual terhadap wanita marak terjadi di lingkungan profesional. Semenjak kasus Harvey Weinstein, semakin banyak saja wanita yang mengadukan pengalaman serupa mereka. Salah satunya adalah penulis Daley Haggar yang mengungkapkan seksisme dan pelecehan seksual yang dialaminya. Yang lebih menyedihkan, ia justru dipecat dari pekerjaan setelah berusaha melapor kepada bos.
Daley mengungkapkan pengalamannya ini dalam essay Lenny Letter. Penulis skrip asal Amerika tersebut membeberkan bahwa ia kerap mendapatkan pelecehan seksual dari rekan senior. Perlakukan tidak menyenangkan yang diterimanya pun bermacam-macam, baik verbal maupun fisik.
Ia mengungkap rekannya pernah menaruh makanan di payudaranya, mengatakan bahwa ia membuat orang tersebut terangsang, hingga membuatnya tidak nyaman dengan panggilan-panggilan seksis. Hal ini juga dirasakan pekerja wanita lainnya. Menurutnya, pekerja wanita lain bahkan ada yang resign pasca dua bulan bekerja di sana.
Awalnya Daley masih bertahan dan berusaha bersikap positif karena menurutnya televisi adalah lingkungan yang penuh kreatifitas dan tidak formal. "Dilecehkan secara seksual oleh seorang penulis sitkom seperti dilecehkan oleh ginekologismu. Sulit untuk mengatakan apa pria tersebut mata keranjang atau hanya menjalankan pekerjaannya," kata Daley.
Sayangnya lama kelamaan, pelecehan tersebut menjatuhkan kepercayaan diri Daley dan membuat performa kerjanya menurun. Bos Daley pun memanggil Daley untuk mendiskusikan hal tersebut. Ketika itu, Daley mengungkap perlakuan seorang rekan pria yang sering membuat orang tidak nyaman. Tapi si bos malah menganggap hal itu mengganggu dan menyalahkan Daley.
"Hal yang paling membuatku kesal adalah aku dianggap pengganggu dari pada anggota tim. Mengadukan seksisme membuatmu terdengar seperti orang yang suka membunuh kesenangan yang mengadukan seksisme. Dan siapa yang mau mempekerjankan orang tersebut?," ungkap Daley.
Daley pun akhirnya dipecat dari kantornya sementara pria yang dilaporkannya hanya dipindahkan ke bagian lain. (ami/ami)
Daley mengungkapkan pengalamannya ini dalam essay Lenny Letter. Penulis skrip asal Amerika tersebut membeberkan bahwa ia kerap mendapatkan pelecehan seksual dari rekan senior. Perlakukan tidak menyenangkan yang diterimanya pun bermacam-macam, baik verbal maupun fisik.
Ia mengungkap rekannya pernah menaruh makanan di payudaranya, mengatakan bahwa ia membuat orang tersebut terangsang, hingga membuatnya tidak nyaman dengan panggilan-panggilan seksis. Hal ini juga dirasakan pekerja wanita lainnya. Menurutnya, pekerja wanita lain bahkan ada yang resign pasca dua bulan bekerja di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya lama kelamaan, pelecehan tersebut menjatuhkan kepercayaan diri Daley dan membuat performa kerjanya menurun. Bos Daley pun memanggil Daley untuk mendiskusikan hal tersebut. Ketika itu, Daley mengungkap perlakuan seorang rekan pria yang sering membuat orang tidak nyaman. Tapi si bos malah menganggap hal itu mengganggu dan menyalahkan Daley.
"Hal yang paling membuatku kesal adalah aku dianggap pengganggu dari pada anggota tim. Mengadukan seksisme membuatmu terdengar seperti orang yang suka membunuh kesenangan yang mengadukan seksisme. Dan siapa yang mau mempekerjankan orang tersebut?," ungkap Daley.
Daley pun akhirnya dipecat dari kantornya sementara pria yang dilaporkannya hanya dipindahkan ke bagian lain. (ami/ami)











































