Hari Perempuan Internasional 2017 Usung Isu Kesetaraan Gender

Hestianingsih - wolipop Rabu, 08 Mar 2017 15:18 WIB
Foto: Peringatan Hari Perempuan Internasional di Monas (Galang AP/detikcom)
Jakarta - Hari Perempuan Internasional, atau secara global dikenal dengan International Women's Day hari ini, Rabu (8/3/2017), dirayakan di sebagian wilayah di dunia. Setiap tahunnya pada 8 Maret, seluruh wanita di berbagai belahan bumi merayakan hari di mana di mana kontribusi dan peran para perempuan menjadi sorotan.

Untuk tahun ini, tema yang diusung untuk Hari Perempuan Internasional adalah segala hal tentang perubahan. Dengan hashtag #BeBoldForChange, tahun ini lebih difokuskan pada gerakan untuk menyemangati orang-orang --khususnya wanita-- agar berani mengambil langkah nyata dan memberikan terobosan baru dalam membantu mewujudkan kesetaraan gender.
Foto: Peringatan Hari Perempuan Internasional di Monas (Galang AP/detikcom)

Seperti dikutip dari Telegraph, pesan aktif ini disampaikan dengan tujuan lebih menggaungkan aspirasi para wanita, yang sebelumnya telah melakukan aksi jalan kaki --Women's March-- pada 21 Januari 2017 lalu. Aksi tersebut diadakan di sebagian besar Tanah Eropa dan Amerika Serikat, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait imigran, Muslim dan wanita.

Lewat situs resminya, International Women's Day mengimbau perempuan di seluruh dunia untuk ikut berpartisipasi, bersuara, menyerukan kesetaraan gender. Caranya dengan mengikrarkan janji yang bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi situs tersebut.

"Memanggil massa atau memanggil dirimu sendiri untuk membantu menciptakan dunia kerja yang lebih baik - dunia yang lebih terbuka untuk (berbagai) gender," demikian pernyataan tertulis yang dikutip Wolipop dari International Women's Day.
Foto: Edzan Rahardjo/detikcom

Jika ingin berpartisipasi langsung, situs ini juga memberikan info tentang lokasi di mana acara-acara terkait Hari Perempuan Internasional diadakan. Dari penelusuran Wolipop, ada tiga acara utama yang akan diadakan sesuai waktu di Eropa dan Amerika Serikat. Pada 8 Maret waktu London, Inggris (9/3/2017 di Jakarta), akan diadakan aksi kampanye bertema Stand up to #ArtWorldSexism di Trafalgar Square. Aksi ini menyoroti dunia seni modern, di mana masih ada ketidaksetaraan gender yang signifikan antara seniman pria dan wanita.

Kemudian di Los Angeles, Amerika Serikat, diadakan pula sebuah diskusi bertema International Women's Day Lightning Talks. Diskusi ini akan membahas karier dan seputar teknologi di dunia wanita bekerja.


Hari Perempua Sedunia umumnya dirayakan secara berbeda di berbagai negara. Afghanistan, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kambija, Kuba, Turkmenistan, Uganda, Ukraina hingga Vietnam menjadikan tanggal 8 Maret sebagai hari libur nasional. Sementara di China dan Nepal, hari libur ini dipersembahkan hanya untuk perempuan. Sejumlah negara lain merayakan Hari Perempuan Internasional selayaknya Hari Ibu, dengan memberikan hadiah kepada ibu, kekasih atau kakak/adik perempuan seikat bunga atau hadiah lainnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Di Jakarta, Hari Perempuan Internasional diwarnai dengan aksi yang diikuti para wanita di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Seperti dikutip dari detiknews, peserta aksi tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap diskriminasi dan sistem patriarki. Permasalahan ketenagakerjaan yang menyangkut hak-hak perempuan juga disuarakan.

Sementara itu di Yogyakarta, Hari Perempuan Internasional diperingati dengan aksi unjuk rasa, menggelar long march di Jalan Malioboro. Mereka yang ikut serta antara lain dari Front Perjuangan Rakyat dan Komite Perjuangan Perempuan (KPP) Yogyakarta. Mereka mengawali aksi dari taman parkir Abubakar Ali-DPRD DIY-Jl Malioboro-Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Ratusan massa dari kedua kelompok ini berhenti di DPRD DIY untuk melakukan orasi.

Berbagai spanduk dan poster dibentangkan. Antara lain bertuliskan, 'Tolak perjodohan,' 'Naikkan umur legal perempuan untuk menikah: 16 tahun,' 'Kerja setara,' 'Stop humam trafficking,' dan lain-lain. (hst/hst)