5 Postingan di Sosmed yang Buat Anda Susah Dapat Kerja
Rahmi Anjani - wolipop
Senin, 30 Jan 2017 17:30 WIB
Jakarta
-
Bekerja di perusahaan besar menjadi impian banyak orang. Andakah salah satunya? Jika begitu, mulailah melakukan filter pada unggahan-unggahan Anda di media sosial. Dikatakan jika semakin banyak perusahaan, terutama bank memeriksa media sosial calon pelamarnya. Hal serupa juga dilakukan para investor sebelum memutuskan apakah mereka akan mempecayai uangnya pada orang tertentu. Untuk itu, hindari posting lima hal ekstrim ini jika ingin cepat dapat kerja:
1. Menggunakan Obat-obatan Terlarang
Mengonsumsi obat-obatan dilarang oleh negara. Karenanya, hal itu sebaiknya tak dilakukan apalagi dipamerkan di media sosial. Para perekrut kerja atau investor tentu menginginkan orang terpercaya untuk memegang uang mereka.
"Kamu akan terkejut mengetahui berapa banyak eksekuif yang memamerkan perilaku ilegal di media sosial," kata Joelle Scott selaku Senior Vice President di Corporate Resolution kepada Business Insider.
2. Perilaku Memalukan
Tak sedikit pengguna media sosial yang memarmekan foto-foto yang kurang etis dalam Instagram atau Facebook. Misalnya foto ketika bermesraan dengan kekasih, sedang mabuk, atau bertingkah aneh untuk sekadar lelucon. Hal seperti ini juga harus dihindari. Bank melihat tingkah-tingkah tersebut sebagai sebuah risiko.
"Itu mungkin tidak ilegal tapi beberapa perilaku termasuk memalukan dan atasan tidak menginginkannya," ungkap Joelle.
3. Mengancam/ Mempermalukan
Anda mungkin sering melihat selebriti saling mengejek atau menyinggung satu sama lain di media sosial. Jika Anda bukan selebriti dan ingin bekerja di perusahaan besar dan bank, sebaiknya itu tidak dilakukan. Mengancam atau menghina orang di Instagram, Facebook, atau Twitter akan membuat Anda terlihat kurang potensial di mata perekrut.
"Orang suka lupa bahwa menggunakan Facebook atau Twitter untuk mengekspresikan opini ekstrim tentang seorang politisi membuat perekrut potensial merasa tidak nyaman. Biasanya mereka akan pindah dan mencari kandidat berkualifikasi lain," tutur Joelle.
4. Mendukung Terorisme
Hindari pula berkomentar negatif atau menunjukkan dukungan terhadap grup ekstrimisme dan yang berbau rasis. Bank dan firma keuangan ingin pekerja yang pintar dan fokus pada talenta dari pada agama atau ras. Ditakutkan jika orang-orang seperti itu akan kesulitan beradaptasi dengan rekan lainnya.
5. Curang
Berbuat curang tentu bukan perilaku yang pantas dipamerkan, apalagi jika Anda ingin bekerja di dunia perbankan. Sebaiknya jangan posting kecurangan dalam bentuk apapun, termasuk berselingkuh dari pasangan. Pamerkanlah hal-hal positif yang membuat Anda terlihat potensial di mata perekrut kerja. (ami/ami)
1. Menggunakan Obat-obatan Terlarang
Mengonsumsi obat-obatan dilarang oleh negara. Karenanya, hal itu sebaiknya tak dilakukan apalagi dipamerkan di media sosial. Para perekrut kerja atau investor tentu menginginkan orang terpercaya untuk memegang uang mereka.
"Kamu akan terkejut mengetahui berapa banyak eksekuif yang memamerkan perilaku ilegal di media sosial," kata Joelle Scott selaku Senior Vice President di Corporate Resolution kepada Business Insider.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sedikit pengguna media sosial yang memarmekan foto-foto yang kurang etis dalam Instagram atau Facebook. Misalnya foto ketika bermesraan dengan kekasih, sedang mabuk, atau bertingkah aneh untuk sekadar lelucon. Hal seperti ini juga harus dihindari. Bank melihat tingkah-tingkah tersebut sebagai sebuah risiko.
"Itu mungkin tidak ilegal tapi beberapa perilaku termasuk memalukan dan atasan tidak menginginkannya," ungkap Joelle.
Foto: Thinkstock |
Anda mungkin sering melihat selebriti saling mengejek atau menyinggung satu sama lain di media sosial. Jika Anda bukan selebriti dan ingin bekerja di perusahaan besar dan bank, sebaiknya itu tidak dilakukan. Mengancam atau menghina orang di Instagram, Facebook, atau Twitter akan membuat Anda terlihat kurang potensial di mata perekrut.
"Orang suka lupa bahwa menggunakan Facebook atau Twitter untuk mengekspresikan opini ekstrim tentang seorang politisi membuat perekrut potensial merasa tidak nyaman. Biasanya mereka akan pindah dan mencari kandidat berkualifikasi lain," tutur Joelle.
4. Mendukung Terorisme
Hindari pula berkomentar negatif atau menunjukkan dukungan terhadap grup ekstrimisme dan yang berbau rasis. Bank dan firma keuangan ingin pekerja yang pintar dan fokus pada talenta dari pada agama atau ras. Ditakutkan jika orang-orang seperti itu akan kesulitan beradaptasi dengan rekan lainnya.
5. Curang
Berbuat curang tentu bukan perilaku yang pantas dipamerkan, apalagi jika Anda ingin bekerja di dunia perbankan. Sebaiknya jangan posting kecurangan dalam bentuk apapun, termasuk berselingkuh dari pasangan. Pamerkanlah hal-hal positif yang membuat Anda terlihat potensial di mata perekrut kerja. (ami/ami)
Olahraga
Sepatu Lari Wanita Terbaik 2026! Ringan, Terjangkau, dan Ideal untuk Jogging Harian
Pakaian Wanita
Effortless Chic Tanpa Ribet! Tunik Monogram Elzatta untuk Look Rapi di Berbagai Momen
Kesehatan
Jaga Lambung dan Imun Selama Puasa Ramadan! PRO EM 1 Bantu Stabilkan Lambung dengan Bakteri Baik
Kesehatan
Punya Masalah Gatal dan Iritasi di Area Intim? Saatnya Ganti ke Perawatan yang Tepat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
60 Ucapan Ulang Tahun Bahasa Inggris yang Simple hingga Romantis
2
Barron Trump Tampil Beda Saat Ayahnya Pidato, Gayanya Jadi Sorotan
3
Pesona Elea Putri Ussy-Andhika Pratama di Pemotretan Keluarga, Bikin Salfok
4
Pesona Eileen Gu, Atlet Ski Berprestasi yang Juga Model Victoria's Secret
5
Gaya Mahalini Beri Kejutan Ultah Suami di Kasur, Rambut On Point Bikin Salfok
MOST COMMENTED












































Foto: Thinkstock