Bayar Tunai Buat Orang Lebih Menghargai Barang yang Dibeli
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 22 Jul 2016 08:07 WIB
Jakarta
-
Membayar dengan uang diketahui lebih menghemat pengeluaran dibandingkan kartu debit atau kredit. Ternyata bukan hanya itu saja manfaat dari pembelian secara tunai. Bertransaksi dengan cara konvensional juga membuat barang yang dibeli lebih bernilai atau berharga. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research tersebut mengungkapkan demikian.
Membeli barang dengan uang tunai memang lebih terasa 'sakit'. Namun rasa sakit itu bisa membuat kondisi dompet Anda lebih baik. Ketika membayar secara tunai, Anda dipaksa untuk berhadapan dengan total uang sebenarnya yang dikeluarkan. Pengalaman tersebut pun akan menimbulkan keterikatan emosional pada pembelian dan membuatnya jadi lebih berharga.
"Ketika kenyamanan pergi tanpa uang tidak dapat dihindari, muncul sisi negatifnya. Kita cenderung menghargai pembelian lebih rendah saat menggunakan kartu daripada ketika kita membayarnya dengan metode yang lebih menyakitkan seperti tunai atau cek," ungkap penulis studi Avni M. Shah yang juga asistan profesor marketing University of Toronto Scarborough.
Baca Juga: 50 Inspirasi OOTD Hijabers Dunia
Penelitian sederhana itu dilakukan dengan menjual cangkir seharga $2 kepada dua grup. Satu grup membayar dengan tunai dan satu lagi dengan kartu. Para peneliti pun mencoba membeli kembali cangkir-cangkir tersebut dua jam kemudian untuk mencari tahu bagaimana mereka menilai sebuah barang.
Ternyata partisipan yang membayar secara tunai menjualnya dengan $6.71 atau Rp 87 ribuan. Sementara mereka yang menggunakan kartu hanya menghargainya $3.83 atau Rp 50 ribuan.
Bisa diambil kesimpulan jika orang yang bertransaksi secara tunai lebih menghargai transaksi pembelian mereka. Menurut Avni, hal tersebut disebabkan transaksi dengan uang menimbulkan rasa 'sakit' sehingga barang yang dibeli menjadi lebih berkesan dan berarti.
Hasil dari studi tersebut memang bukan hal baru. Sebelumnya, seorang wanita bernama Margarita Valbuena mengaku merasakan hal serupa. Dilansir Woman's Day, ia pernah mencoba membayar semua pengeluaran kecuali yang memakai sistem auto-pay secara tunai. Hasilnya, Margarita lebih menghargai aktivitasnya saat berbelanja, seperti membeli baju atau ke salon. Dalam satu bulan, ia bahkan bisa menghemat hingga $382 atau Rp 5 jutaan. (ami/hst)
Membeli barang dengan uang tunai memang lebih terasa 'sakit'. Namun rasa sakit itu bisa membuat kondisi dompet Anda lebih baik. Ketika membayar secara tunai, Anda dipaksa untuk berhadapan dengan total uang sebenarnya yang dikeluarkan. Pengalaman tersebut pun akan menimbulkan keterikatan emosional pada pembelian dan membuatnya jadi lebih berharga.
"Ketika kenyamanan pergi tanpa uang tidak dapat dihindari, muncul sisi negatifnya. Kita cenderung menghargai pembelian lebih rendah saat menggunakan kartu daripada ketika kita membayarnya dengan metode yang lebih menyakitkan seperti tunai atau cek," ungkap penulis studi Avni M. Shah yang juga asistan profesor marketing University of Toronto Scarborough.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian sederhana itu dilakukan dengan menjual cangkir seharga $2 kepada dua grup. Satu grup membayar dengan tunai dan satu lagi dengan kartu. Para peneliti pun mencoba membeli kembali cangkir-cangkir tersebut dua jam kemudian untuk mencari tahu bagaimana mereka menilai sebuah barang.
Ternyata partisipan yang membayar secara tunai menjualnya dengan $6.71 atau Rp 87 ribuan. Sementara mereka yang menggunakan kartu hanya menghargainya $3.83 atau Rp 50 ribuan.
Bisa diambil kesimpulan jika orang yang bertransaksi secara tunai lebih menghargai transaksi pembelian mereka. Menurut Avni, hal tersebut disebabkan transaksi dengan uang menimbulkan rasa 'sakit' sehingga barang yang dibeli menjadi lebih berkesan dan berarti.
Hasil dari studi tersebut memang bukan hal baru. Sebelumnya, seorang wanita bernama Margarita Valbuena mengaku merasakan hal serupa. Dilansir Woman's Day, ia pernah mencoba membayar semua pengeluaran kecuali yang memakai sistem auto-pay secara tunai. Hasilnya, Margarita lebih menghargai aktivitasnya saat berbelanja, seperti membeli baju atau ke salon. Dalam satu bulan, ia bahkan bisa menghemat hingga $382 atau Rp 5 jutaan. (ami/hst)
Pakaian Pria
Adidas D.O.N Issue 5, Sepatu Basket Pria yang Ringan dan Stylish
Pakaian Pria
Lagi Sering Hujan, Outer Pria Ini Nyaman Dipakai Namun Tetap Terlihat Rapi
Kesehatan
Sering Kram & Kebas Tiba-tiba? Banyak yang Baru Tahu Solusinya Ternyata Ini!
Olahraga
Punya Rutinitas Pergi ke Gym? 2 Barang Simpel Bikin Latihan Lebih Nyaman dan Maksimal
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Model Playboy Menyesal Ungkap Kisah Cinta Singkat dengan Donald Trump
2
Viral 7 Tahun Berumah Tangga, Wanita Ini Rela Suami Nikahi Sahabat di Rumah
3
Baju Lebaran 2026
Ini Model Gamis Bini Orang Tren Baju Lebaran Viral yang Kontroversial
4
Viral Banner Romantis di Mobil, Isinya Minta Jalan Demi Lamar Kekasih
5
Ramalan Zodiak 5 Maret: Libra Jangan Menyimpang, Scorpio Redam Pertengkaran
MOST COMMENTED











































