Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perusahaan Ini Minta Pegawainya Puasa untuk Tingkatkan Performa Kerja

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 12 Jul 2016 18:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Nootrobox
Jakarta - Sebuah perusahaan pembuat suplemen bernama Nootrobox punya cara unik untuk meningkatkan perfoma para karyawannya. Yakni dengan meminta mereka puasa makan selama 36 jam. Pemimpin start up yang berbasis di Silicon Valley, California, Amerika Serikat tersebut mengatakan jika puasa bisa meningkatkan produktivitas dan ketenangan pikiran.

Nootrobox yang membuat suplemen untuk optimalisasi kemampuan otak melakukan kebiasaan tersebut seminggu sekali. Dimulai dari Senin malam, para pegawai akan berpuasa hingga Rabu pagi. Pegawai Nootrobox pun bukan tidak boleh mengonsumsi sama sekali namun mereka masih bisa minum air dan tentu saja suplemen perusahaan mereka. Dan saat 'buka puasa', telah disediakan sarapan besar-besaran.

"Kami benar-benar sangat produktif pada hari Kamis. Itu awalnya sulit tapi kami benar-benar mengadopsinya sebagai bagian dari budaya perusahaan," kata CEO Nootrobox, Geoffrey Woo dilansir Dailymail,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa memang bukan hal yang biasa diterapkan kebanyakan orang apalagi harus dilakukan selama 36 jam. Meski begitu sampai saat ini belum ada pegawai Nootrobox yang menentang budaya perusahaan itu. Geoffrey pun berpikir jika puasa untuk meningkatkan performa kerja ini bisa sepopuler fasilitas kantor, seperti gym atau katering.

"Semua orang melakukan berbagai macam puasa. Itu bukan sebuah keharusan tetapi sesuatu yang kami dorong semua orang untuk melakukannya," tambah Geoffrey.

Lalu bagaimana jika ada pegawai yang tidak mampu menyelesaikan puasanya? Geoffrey mengaku tidak pernah memaksakan para pegawai. Ia sendiri kerap 'bolos' berpuasa ketika sedang kurang enak badan.

Tidak disangka manfaat puasa untuk peningkatan kemampuan otak ternyata benar-benar dirasakan para pegawai. "Apa yang aku bayangkan seorang biksu akan rasakan di mana pikiranmu tidak terkoneksi dengan tubuh, lebih tidak terpaksa. Ada kejernihan, ketenangan, dan produktivitas," ujar sang CEO.

"Aku merasa lebih baik, lebih waspada sepanjang hari. Tidak ada kemalasan saat pukul dua siang, tidak ada kabut otak," kata salah satu satu pegawai bernama Gavin Banks. (sra/sra)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads