Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Menurut Riset, Ini Jam Kerja Terbaik untuk Pegawai di Atas 40 Tahun

Rahmi Anjani - wolipop
Senin, 18 Apr 2016 18:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Tak sedikit karyawan berusia 40 tahun ke atas yang masih produktif bahkan semakin berprestasi dalam kariernya. Meksi begitu, perlu diakui jika beberapa orang mengalami penurunan kemampuan fisik atau mental ketika mencapai kepala empat. Karenanya, tidak sedikit dari mereka yang mengurangi jam kerja saat merasa sudah tidak terlalu prima.

Sepertinya mengurangi jam kerja pada usia 40 tahunan memang perlu dipertimbangkan. Penelitian terbaru pun mengungkapkan demikian. Riset yang dipublikasi di Melbourne Institute tersebut mengungkapkan jika orang di atas 40 tahun disarankan bekerja paruh waktu. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan keseimbangan antara kelelahan otak dan menjaga agar pikiran terstimulasi.

Studi itu dilakukan kepada 3.000 pria dan 3.500 wanita di atas usia 40 di Australia. Hasilnya menunjukkan mereka yang bekerja 25 jam seminggu mendapat nilai bagus ketika diuji. Kala itu, mereka diminta membaca keras-keras lalu melafalkan daftar nomor secara mundur serta mencocokan nomor dan surat dengan pola tertentu di bawah tekanan waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara responden yang bekerja 40 jam seminggu diketahui banyak mengalami kerusakan kognitif. Penurunan kemampuan intelektual yang cukup parah juga terjadi pada mereka yang bekerja 55 jam seminggu atau lebih yang bahkan lebih buruk dari pada orang tidak bekerja. Riset ini pun membuktikan jika bekerja terlalu banyak atau sedikit bisa menyebabkan penurunan performa otak.

Menurut Colin McKenzie selaku profesor ekonomi Universitas Keio Jepang, penaikan usia pensiun memang mulai dilakukan sejumlah negara. Hal tersebut diterapkan agar usia penerimaan manfaat hari tua bisa ditunda. Otomatis ada banyak orang yang akan bekerja pada usia-usia matang mereka. Colin pun berpendapat itu tak terlalu baik.

"Tingkat stimulasi intelektual bisa dipengaruhi oleh jam kerja. Kerja bisa seperti pisau bermata dua, bisa menstimulasi aktivitas otak tetapi di saat yang bersamaan jam kerja lama juga dapat menyebabkan keletihan dan stres, yang mana berpotensi merusak fungsi kognitif," ungkap Colin.

Ia pun menyarakan agar pekerja di atas 40 tahun mulai menjaga fungsi kognitifnya yakni dengan bekerja paruh waktu atau tiga hari dalam seminggu. (ami/ami)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads