Liputan Khusus Pengusaha Muda
Suka Duka Pebisnis Muda yang Berbisnis Hijab dan Kue
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 22 Jan 2016 16:04 WIB
Jakarta
-
Memutuskan untuk membuka bisnis baru bukanlah keputusan yang mudah, terutama jika hal itu dilakukan bagi anak muda. Ada banyak hal-hal yang masih harus dipahami dan dijalankan dengan hati-hati, jika tidak ingin bisnis yang dibangungnya kandas di tengah jalan.
Meski masih berusia muda, hal itu tidak menjadi halangan bagi para wirausaha ini untuk menyukseskan bisnisnya. Tetapi di balik keksuksesan bisnis yang mereka raih, tentunya ada berbagai pengalaman yang menyenangkan maupun yang kurang berkenan yang dirasakan oleh mereka dalam menjalani usahanya. Seperti apa?
Dituturkan oleh Intan Kusuma Fauzia yang menjalankan bisnis hijab bernama Vanilla Hijab bersama sang adik, Atina, mereka sempat mengalami kerugian yang jumlahnya hingga puluhan juta rupiah saat baru pertama kali memproduksi hijab. Hijab yang jumlahnya ribuan itu diproduksi dengan panjang ukuran yang berbeda-beda hingga tidak bisa dijual secara massal.
Kejadian ini sempat membuat kedua kakak-beradik itu shock dan enggan meneruskan usahanya. Tetapi, atas nasihat dari sang ibunda mereka berdua kembali bangkit dan melanjutkan bisnis yang sudah didirikan sejak 2012 itu.
Menjadi salah satu online shop di Instagram dengan pengikut sebanyak lebih dari 300 ribu followers, hijab-hijab yang diproduksi Intan dan Atina selalu saja habis diborong pembeli. Bahkan, mereka akhirnya harus membatasi maksimal pembelian hanya empat potong hijab dalam satu pembelian.
Namun rupanya masih ada ulah oknum iseng yang tidak bertanggung jawab yang seakan ingin mencoreng nama baik usahanya. Ada seseorang yang mengaku menjadi resellernya dan menipu pelanggan lainnya.
Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama
"Banyak yang mengaku-ngaku jadi tangan kedua (reseller). Padahal kami sudah mengumumkan kalau tidak punya reseller. Pernah adikku menerima orderan dari tujuh nomor berbeda tetapi alamatnya sama, dia berusaha mau menjual kembali produk kami, harus lebih hati-hati lagi," ungkap wanita yang mulai berbisnis sejak umur 20 tahun itu saat dihubungi Wolipop, Rabu (20/1/2016).
Meski demikian, Intan mengaku senang menjalankan bisnis yang digeluti saat dirinya berusia 20 tahun. Dengan berbisnis, ia tidak perlu meminta uang bulanan lagi kepada orangtuanya. Selain itu, kedua kakak-beradik itu kini memiliki beberapa konveksi untuk memproduksi hijab dan busana rancangan mereka.
"Senangnya menjalankan usaha karena kami ada konveksi, jadi bisa buka lapangan kerja untuk orang lain. Sampai saat ini kami punya 45 orang pegawai, 40 orang di konveksi, dan 5 orang di rumah sebagai admin," jelas wanita yang hobi kuliner ini.
Memiliki pengalaman yang sama dengan Intan, pemilik usaha kuliner Dulcet Patisserie Keshia Deisra mengatakan ia harus lebih banyak mengorbankan waktu demi membuat pesanan kue. Hal tersebut karena bisnisnya dimulai tepat setelah dirinya lulus SMA.
Saat diwawancara Wolipop melalui e-mail, Selasa (19/1/2016), walau harus berkorban banyak, wanita 21 tahun ini mengaku dapat banyak pembelajaran saat menjalankan usahanya. Ia bisa belajar berempati kepada para pegawainya dan menjadi mereka sebagai prioritasnya.
"Bagian menyenangkannya justru ketika melihat pelanggan saya puas terhadap produk dan pelayanan kami, atau melihat para karyawan saya bahagia bekerja di perusahaan saya. Keuntungan yang diperoleh saya anggap sebagai konsekuensi saja," tandas Keshia sebelum mengakhiri perbincangannya.
(itn/itn)
Meski masih berusia muda, hal itu tidak menjadi halangan bagi para wirausaha ini untuk menyukseskan bisnisnya. Tetapi di balik keksuksesan bisnis yang mereka raih, tentunya ada berbagai pengalaman yang menyenangkan maupun yang kurang berkenan yang dirasakan oleh mereka dalam menjalani usahanya. Seperti apa?
Dituturkan oleh Intan Kusuma Fauzia yang menjalankan bisnis hijab bernama Vanilla Hijab bersama sang adik, Atina, mereka sempat mengalami kerugian yang jumlahnya hingga puluhan juta rupiah saat baru pertama kali memproduksi hijab. Hijab yang jumlahnya ribuan itu diproduksi dengan panjang ukuran yang berbeda-beda hingga tidak bisa dijual secara massal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi salah satu online shop di Instagram dengan pengikut sebanyak lebih dari 300 ribu followers, hijab-hijab yang diproduksi Intan dan Atina selalu saja habis diborong pembeli. Bahkan, mereka akhirnya harus membatasi maksimal pembelian hanya empat potong hijab dalam satu pembelian.
Namun rupanya masih ada ulah oknum iseng yang tidak bertanggung jawab yang seakan ingin mencoreng nama baik usahanya. Ada seseorang yang mengaku menjadi resellernya dan menipu pelanggan lainnya.
Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama
"Banyak yang mengaku-ngaku jadi tangan kedua (reseller). Padahal kami sudah mengumumkan kalau tidak punya reseller. Pernah adikku menerima orderan dari tujuh nomor berbeda tetapi alamatnya sama, dia berusaha mau menjual kembali produk kami, harus lebih hati-hati lagi," ungkap wanita yang mulai berbisnis sejak umur 20 tahun itu saat dihubungi Wolipop, Rabu (20/1/2016).
Meski demikian, Intan mengaku senang menjalankan bisnis yang digeluti saat dirinya berusia 20 tahun. Dengan berbisnis, ia tidak perlu meminta uang bulanan lagi kepada orangtuanya. Selain itu, kedua kakak-beradik itu kini memiliki beberapa konveksi untuk memproduksi hijab dan busana rancangan mereka.
"Senangnya menjalankan usaha karena kami ada konveksi, jadi bisa buka lapangan kerja untuk orang lain. Sampai saat ini kami punya 45 orang pegawai, 40 orang di konveksi, dan 5 orang di rumah sebagai admin," jelas wanita yang hobi kuliner ini.
Memiliki pengalaman yang sama dengan Intan, pemilik usaha kuliner Dulcet Patisserie Keshia Deisra mengatakan ia harus lebih banyak mengorbankan waktu demi membuat pesanan kue. Hal tersebut karena bisnisnya dimulai tepat setelah dirinya lulus SMA.
Saat diwawancara Wolipop melalui e-mail, Selasa (19/1/2016), walau harus berkorban banyak, wanita 21 tahun ini mengaku dapat banyak pembelajaran saat menjalankan usahanya. Ia bisa belajar berempati kepada para pegawainya dan menjadi mereka sebagai prioritasnya.
"Bagian menyenangkannya justru ketika melihat pelanggan saya puas terhadap produk dan pelayanan kami, atau melihat para karyawan saya bahagia bekerja di perusahaan saya. Keuntungan yang diperoleh saya anggap sebagai konsekuensi saja," tandas Keshia sebelum mengakhiri perbincangannya.
(itn/itn)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
2
Potret Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela Maduro yang Ikut Ditangkap AS
3
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
4
Tipe Balas Chat Berdasarkan Zodiak: Aries Gercep, Ada yang Hilang Berhari-hari
5
Ramalan Zodiak 5 Januari: Capricorn Lebih Mandiri, Pisces Jangan Egois
MOST COMMENTED











































