Liputan Khusus Pengusaha Muda

Konsep Unik yang Dijalankan Para Pengusaha Muda untuk Tarik Minat Pembeli

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 22 Jan 2016 14:08 WIB
Foto: Dok. Instagram Foto: Dok. Instagram

Jakarta - Semakin banyak anak muda yang merasa tertantang untuk membuka usaha sendiri. Mereka hadir meramaikan dunia wirausaha yang saat ini cukup banyak digeluti berbagai kalangan dan usia.

Semakin ketatnya persaingan bisnis, membuat para pengusaha muda tertantang untuk membuat bisnisnya berbeda dari yang lain. Maka tak jarang mereka mengusung konsep penjualan yang memiliki keunikan tersendiri. Seperti Keshia Deisra, pemilik toko kue online Dulcet Patisserie yang sudah memulai bisnisnya sejak 2011, tepat saat dirinya baru lulus SMA.

Wanita kelahiran 1994 ini membuat kue dengan bahan-bahan yang tidak umum. Beberapa kue yang disajikan cocok dikonsumsi untuk pelaku diet vegan juga tidak mengandung gluten (protein yang biasanya terkandung di dalam gandum) atau gluten free.

"Kue yang kami buat menggunakan butter nabati, bukan mentega pada umumnya sehingga lebih rendah gula dan tanpa bahan tambahan sama sekali sehingga ketika dimakan terasa ringan tidak membuat mual, rasanya tidak terlalu pahit atau manis," ungkap Keshia saat menjelaskan usahanya kepada Wolipop melalui e-mail, Selasa (19/1/2016).

Strategi menarik minat pelanggan lainnya adalah mengeluarkan menu-menu baru yang dikeluarkan setiap beberapa bulan. Menu baru tersebut didapat dari hasil kreasi dan idenya sendiri setelah melalui serangkaian percobaan. Di sinilah wanita yang hobi menulis itu belajar banyak soal selera pasar dan berusaha memahami keinginan para konsumennya.

Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama

Ia dan sang kakak banyak melakukan promosi melalui media sosial serta menyebarkan brosur. Setelah lebih dari tiga tahun menjalankan usaha kuliner, toko kuenya kini lebih banyak dikenal dari mulut ke mulut.

Cerita lain datang dari Intan Kusuma Fauzia, ia mengelola bisnis hijab online bernama Vanilla Hijab yang dijalankan bersama sang adik, Atina Maulia. Usaha yang dimulai sejak 2012 itu hingga kini tetap banyak peminatnya karena jilbab yang diproduksinya sendiri berbeda dengan produk kebanyakan yang beredar di online shop.

"Warna hijab yang kami buat selalu dominan warna pastel. Ada sekitar delapan sampai 10 warna. Kami nggak pernah buat warna putih, kuning, atau warna-warna neon terang karena memang konsep Vanilla Hijab warnanya lembut," papar Intan saat dihubungi Wolipop, Rabu (20/1/2016).

Wanita 23 tahun ini memiliki strategi unik agar produknya mudah dikenali dan cepat laku. Ketika ada produk baru yang siap diluncurkan, ia mengunggah foto-foto hijab ke dalam akun Instagramnya pada pukul 6.30 pagi. Dengan demikian, para muslimah yang banyak beraktivitas di pagi hari bisa melihat produk jualannya dan memesannya saat itu juga.

"Kalau ada barang baru kami upload foto ke Instagram sehabis subuh atau setengah enam pagi. Nanti pukul 6 pagi sudah kami hapus fotonya, karena sudah full booked. Dan batas maksimal transfer dua jam setelah memesan, lewat dari itu otomatis dibatalkan. Karena begitu pesan, hari itu juga kami langsung kirim," jelas lulusan finance business PPM Manajemen ini.

Untuk menarik minat pelanggan lebih banyak, kedua kakak-beradik ini tidak segan-segan menggandeng beberapa selebgram yang cukup populer di kalangan hijabers. Beberapa nama seperti desainer busana muslim Ghaida Tsurayya, Mega Iskanti, Iymel, Zahratul Jannah, dan Joyagh pernah menjadi model mereka. Kini, Vanilla Hijab menggandeng Lulu Elhasbu sebagai brand ambassador.
(int/hst)