Rizka Romadhona Ungkap Kiat Sukses Lapis Talas Bogor Sangkuriang

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 03 Des 2015 13:30 WIB
Foto: Rizka (Fitraya/detikTravel)
Jakarta -

Bahkan untuk Anda yang bukan warga Bogor, mungkin pernah mendengar Lapis Talas Bogor Sangkuriang. Kue tersebut sering dijadikan buah tangan orang-orang yang tengah berkunjung ke Kota Hujan. Produk itu pun bisa dibilang cukup sukses berkembang. Sejak 2011, empat gerainya masih saja dibanjiri pelanggan. Sebagai pemilik usaha, Rizka Wahyu Romadhona tentu merasa senang. Pasalnya bisnisnya itu dibangun dengan melalui sejumlah rintangan.

Berbisnis memang memiliki seninya sendiri. Bahkan beberapa wirausahawan mengatakan jika bisnis memang butuh gagal agar bisa dijadikan pembelajaran. Sepertinya hal itu pula yang terjadi pada Rizka. Sebelum sukses mengembangkan Lapis Bogor, ia pernah mencoba beberapa usaha. Salah satunya adalah bisnis bakso yang bangkrut karena kesalahan pengelolaan manajemen.

Setelah gagal dengan bakso, Rizka yang sudah senang berdagang sedari muda itu tak lantas putus asa. Terilhami repotnya membawa talas sebagai oleh-oleh ke kampung halaman, ia pun membuat Lapis Talas Bogor Sangkuriang. Usaha kuliner ini pun sudah dijalaninya selama lima tahun belakangan. Lalu, seperti apa kiat Rizka memulai kembali bisnis pasca pernah bangkrut?

"Untuk keuangan usaha, kita nggak boleh mencampurkannya ke dalam dana pribadi. Kita juga fokus di Lapis Bogor. Selama lima tahun ini kita nggak buka usaha lain. Dulu kan pernah ada pengalaman dengan bakso. Fokus, jangan nyoba-nyoba cendol, gorengan, air (isi ulang). Kalau banyak usaha nanti nggak fokus jadi berantakan semua," ungkap Rizka ketika berbincang dengan Wolipop melalui telepon beberapa waktu lalu.

Demi mempertahankan usahanya ini, Rizka tentu terus melakukan peningkatan kualitas baik dalam pelayanan maupun produksi. Misalnya saja dengan mulai beralih ke mesin dan meminimalisir sentuhan tangan. Ia juga membimbing para staff agar dapat melayani dengan baik.

"Rutin melakukan controlling supaya semuanya berjalan lancar. Untuk pemasaran kita juga menggunakan akun sosial seperti Twitter, Facebook, Path, Instagram, dan pasang baliho," kata Rizka yang juga sukses berkat mendapatkan pelatihan dari Wirausaha Muda Mandiri itu.

Meski kuenya banyak diburu orang, Rizka yang menjalankan bisnis ini bersama sang suami tentu menemui sejumlah tantangan. Salah satunya adalah dalam menghadapi imitator yang mencoba menyaingi produknya. Menurutnya, satu-satunya solusi untuk menghadapi para peniru itu adalah dengan menunjukkan jika Lapis Bogor miliknya adalah yang berkualitas.

"Kita dulu pakai boks, begitu ditiru langsung ganti desain. Akhirnya kita pikir kalau dari segi desain mungkin bisa ditiru jadi kita tingkatkan kualitas boksnya. Kita pasang baliho, support acara-acara. Kita juga mau buka (gerai) di Stasiun Bogor dan pasang branding di kereta." tuturnya lagi.

Ingin bisa sukses seperti Rizka, Anda bisa mendaftar menjadi peserta Wirausaha Muda Mandiri. Klik di sini untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemenang dan meraih hadiah puluhan juta rupiah.



(ami/ami)