Uji Mental di Sekolah Kepribadian
Ikut Sekolah Kepribadian Harus Siapkan Mental, Ini Alasannya
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 06 Nov 2015 08:04 WIB
Jakarta
-
Mengikuti sekolah kepribadian sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan potensi diri menjadi pilihan banyak orang. Dengan mengikuti pendidikan non formal ini, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan, salah satunya adalah lebih percaya diri dan bisa mengasah potensi.
Namun ada dua hal yang harus dipersiapkan jika Anda ingin mengikuti sekolah kepribadian, yakni mental dan niat ingin mengubah diri. Dijelaskan oleh Tria Handayani selaku salah satu tenaga pengajar di sekolah kepribadian Duta Bangsa, dalam sekolah kepribadian, mental akan diuji dan ditempa sehingga menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.
"Mengapa kita harus menyiapkan mental? Karena tujuan sekolah kepribadian itu adalah mengubah diri seseorang menjadi individu yang baik dan membantu mengembangkan karakter dan mencari jati dirinya," terang wanita 36 tahun itu pada Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan, (31/10/2015).
Lebih lanjut wanita yang sudah menjadi guru di sekolah kepribadian selama 12 tahun itu memberikan contoh. Seseorang yang tadinya pemalu dan sulit berbicara di depan orang banyak, diharapkan bisa berubah dan berani berbicara dengan lantang melalui sekolah kepribadian.
Tetapi, untuk menuju ke sana tentunya membutuhkan proses. Mereka akan dibimbing satu per satu dan diarahkan bagaimana caranya berkomunikasi yang baik di depan orang banyak. Karena di sekolah kepribadian, sebanyak 45% materi adalah teori dan selebihnya adalah praktik yang seringkali diterapkan di kehidupan sehari-hari.
"Jadi saat mengenalkan diri dan berbicara di depan murid lainnya, bagi orang yang tidak memiliki rasa percaya diri, mereka bisa saja gugup dan malu-malu. Nah di sini mental mereka diuji, " lanjut ibu satu anak itu.
Tak sampai situ saja, uji mental tersebut akan berlangsung setiap kali pertemuan. Para murid sekolah kepribadian akan terus dilatih dan diasah kemampuannya agar mereka dapat menunjukkan jati dirinya hingga merasa nyaman saat berinteraksi dengan orang lain.
Dalam sekolah kepribadian juga diajarkan tentang aturan berbusana yang sesuai dalam dunia profesional, di sini pula mental mereka juga diuji. Jika padanan busana yang dikenakan tidak senada dengan sepatu atau aksesoris, wanita yang mengajar di Duta Bangsa sejak tahun 2003 itu tak segan untuk memberitahu muridnya.
"Kalau bajunya tidak serasi atau warna bajunya kurang matching, saya kasih tahu. Tapi kadang ada beberapa orang yang kurang bisa menerima 'teguran' itu dan dia kurang berkenan. Makanya di sini pentingnya persiapkan mental agar tidak kaget," tutupnya.
(itn/eny)
Namun ada dua hal yang harus dipersiapkan jika Anda ingin mengikuti sekolah kepribadian, yakni mental dan niat ingin mengubah diri. Dijelaskan oleh Tria Handayani selaku salah satu tenaga pengajar di sekolah kepribadian Duta Bangsa, dalam sekolah kepribadian, mental akan diuji dan ditempa sehingga menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.
"Mengapa kita harus menyiapkan mental? Karena tujuan sekolah kepribadian itu adalah mengubah diri seseorang menjadi individu yang baik dan membantu mengembangkan karakter dan mencari jati dirinya," terang wanita 36 tahun itu pada Wolipop di Duta Bangsa, Menara Bank Mega Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan, (31/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, untuk menuju ke sana tentunya membutuhkan proses. Mereka akan dibimbing satu per satu dan diarahkan bagaimana caranya berkomunikasi yang baik di depan orang banyak. Karena di sekolah kepribadian, sebanyak 45% materi adalah teori dan selebihnya adalah praktik yang seringkali diterapkan di kehidupan sehari-hari.
"Jadi saat mengenalkan diri dan berbicara di depan murid lainnya, bagi orang yang tidak memiliki rasa percaya diri, mereka bisa saja gugup dan malu-malu. Nah di sini mental mereka diuji, " lanjut ibu satu anak itu.
Tak sampai situ saja, uji mental tersebut akan berlangsung setiap kali pertemuan. Para murid sekolah kepribadian akan terus dilatih dan diasah kemampuannya agar mereka dapat menunjukkan jati dirinya hingga merasa nyaman saat berinteraksi dengan orang lain.
Dalam sekolah kepribadian juga diajarkan tentang aturan berbusana yang sesuai dalam dunia profesional, di sini pula mental mereka juga diuji. Jika padanan busana yang dikenakan tidak senada dengan sepatu atau aksesoris, wanita yang mengajar di Duta Bangsa sejak tahun 2003 itu tak segan untuk memberitahu muridnya.
"Kalau bajunya tidak serasi atau warna bajunya kurang matching, saya kasih tahu. Tapi kadang ada beberapa orang yang kurang bisa menerima 'teguran' itu dan dia kurang berkenan. Makanya di sini pentingnya persiapkan mental agar tidak kaget," tutupnya.
(itn/eny)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































