Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perhatikan 5 Hal Ini Ketika Pebisnis Wanita Ingin Cuti Melahirkan

Rahmi Anjani - wolipop
Senin, 02 Nov 2015 19:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Cuti biasanya diberikan perusahaan selama tiga bulan kepada para ibu yang baru melahirkan. Hal tersebut biasanya dimanfaatkan mereka untuk memulihkan tenaga dan mengurus bayi tersayang sebelum kembali bekerja. Namun bagaimana dengan wanita yang berprofesi sebagai wirausahawati?

Terutama untuk mereka yang menjalankan bisnis sendiri, keadaan ini tentu akan sedikit menyulitkan. Para pebisnis bisa kekurangan pendapatan hingga kesulitan mempertahankan klien. Untuk menghindarinya, perhatikan lima hal berikut ini:

1. Menabung
Tidak semua wanita bisa meninggalkan bayi mereka pasca beberapa bulan dilahirkan. Alasannya pun bermacam-macam mulai dari masih ingin mengurus anak sendiri atau merasa bersalah. Jika hal tersebut membuat Anda tidak bisa menjalankan bisnis sama sekali, ada baiknya untuk menabung beberapa bulan sebelumnya. Siapkan dana yang cukup sehingga keuangan keluarga tidak sangat terbebani ketika Anda mengambil cuti. Cobalah untuk menghemat, misalnya dengan menghentikan layanan tv kabel atau majalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika mengetahui aku hamil, aku mencoba menabung sebanyak mungkin sehingga aku bisa cuti hingga empat bulan. Aku tidak menghabiskan uang untuk untuk baby shower. Kita juga mengurangi makan di luar, bepergian, dan hiburan di luar rumah lainnya," tutur seorang Konsultan PR Susan von Seggern kepada Dailyworth.

2. Tidak Buka Bisnis Baru
Bagi Anda yang memiliki usaha dengan skala yang cukup besar, ada baiknya untuk tidak membuka bisnis baru pasca melahirkan. Ketika sibuk mengurus anak bayi ditakutkan jika usaha tersebut menjadi sedikit terbengkalai atau kurang fokus dikerjakan. Dianjurkan agar Anda fokus mempertahankan klien saat ini sehingga tidak terlalu berisiko pada bisnis.

3. Siapkan Backup
Untuk memastikan jika Anda tidak akan kehilangan banyak klien, pekerjakan seseorang yang bisa membantu bahkan menggantikan Anda. Pebisnis Suz Graf O'Donnell menyarankan agar wirausahawati yang baru melahirkan meminta bantuan pula dari orang-orang di kalangan bisnis. Ia menyarankan agar Anda mencari seseorang yang bisa memenuhi ekspektasi klien. Kemudian pastikan dia sadar bahwa pekerjaannya hanya bersifat sementara.

4. Andalkan Tim
Untuk Anda yang memiliki beberapa atau mungkin banyak pekerja tentu cuti melahirkan akan terasa lebih tenang. Hal ini bisa dijadikan tantangan serta latihan kepemimpinan untuk pekerja yang dipercaya untuk menggantikan Anda sementara.

"Pekerjaan ekstra bisa dijadikan kesempatan menarik untuk mereka belajar sesuatu yang baru dan mengambil peran pemimpin. Dan jika mereka ternyata bagus, itu bisa menjadi kesempatan bagus untuk fokus pada prioritas lain yang lebih penting ketika Anda kembali," ungkap Suz.

5. Informasikan Cuti Kepada Klien
Sebelum Anda meninggalkan bisnis untuk beberapa bulan, coba informasikan berita tersebut kepada para klien. Pastikan bahwa mereka mengerti bahwa Anda sedang cuti dan berniat untuk kembali. "Ketika aku meninggalkan rumah sakit untuk melahirkan anakku, suamiku menekan timbol kirim pada email yang sebelumnya aku buat di draft agar klien tahu aku cuti," kata wirausahawati Arron Neal. 

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads