Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Bos Menyebalkan

Bos Galak dan Berkata Kasar, Karyawan Ini Kirim Surat Resign Lewat E-mail

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 11 Sep 2015 17:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Dalam bekerja, memiliki atasan yang menyenangkan dan kooperatif tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi karyawan. Namun ada pula atasan yang justru bersikap menyebalkan dan kurang bisa diajak bekerja sama dengan para anak buahnya.

Seperti yang dialami oleh pegawai kantoran bernama Sasha. Ia bekerja di sebuah perusahaan di bidang perfilman. Sehari-harinya wanita 24 tahun ini harus berhadapan langsung dengan dua supervisor yang ia nilai tidak menyenangkan bahkan cenderung galak.

"Kalau dilihat, kerjaanku sebenarnya gampang. Tapi dari awal aku belum diajari apa-apa dan mereka bilang aku nggak bisa kerja. Akhirnya aku dimarahi oleh bosku," ceritanya pada Wolipop, Kamis, (10/9/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jam kerjanya dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Tetapi Sasha mengaku ia terpaksa lembur secara sukarela hingga jam 12 malam karena harus mengerjakan tugasnya yang tersisa. Keesokan harinya, sang atasan sudah menagih dan mencecar pekerjaannya.

"Bosku itu galak dan jutek. Aku jarang disapa kalau ketemu. Akhirnya aku kirim surat resign via e-mail dan nggak pernah dijawab sampai sekarang," lanjut wanita yang hobi traveling itu.

Cerita lain datang dari Audi. Ia bekerja sebagai sekretaris di suatu perusahaan makanan. Selama tujuh bulan bekerja, dirinya kerap kali mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan saat melaksanakan tugasnya.

"Waktu itu saya ditugaskan untuk menerjemahkan dokumen dengan batas waktu dua minggu. Tiba-tiba sebelum dua minggu, dia sudah nagih pekerjaannya. Saya bilang belum selesai, dan si bos langsung maki-maki saya," ceritanya pada Wolipop, Kamis, (10/9/2015).

Sebenarnya wanita 29 tahun itu tidak mempermasalahkan sikap bosnya yang sering memaki-maki. Namun perkataan kasar lah yang membuatnya terluka. "Dia memaki saya kasar sekali. Saya kaget lah, mungkin dia lagi kesal dengan orang lain tapi pelampiasannya ke saya. Jadi saya diam saja," lanjut Audi.

Tetapi di lain kesempatan, Audi melawan balik dan mengatakan bahwa ia tidak ingin diperlakukan demikian. Rupanya protes Audis ditanggapi dan si bos memang tidak memakinya kembali.

"Selama tujuh bulan saya seperti itu, berat saya turun sampai tujuh kilo dan orangtua sampai stres," tutupnya.

Tak sedikit karyawan yang tidak bisa 'bersahabat' dengan sang bos, dan mungkin Anda salah satunya. Namun dibanding selalu membenci atasan, tak ada salahnya jika Anda juga mengintrospeksi diri, entah dari segi pekerjaan atau perilaku yang mungkin tidak membuat bos senang.

Jika perilaku si bos masih kurang sopan, tak ada salahnya mencari momen spesial dan berbicara baik-baik saat atasan berada dalam suasana hati yang cukup baik. Anda juga bisa memberikan alternatif pilihan dengan cara berdiskusi. Jika berbagai cara sudah dilakukan namun tetap tidak berhasil menghadapi atasan yang menyebalkan, sebaiknya bicarakan kepada pihak personalia atau atasan tertinggi.

(itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads