Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Uniqlo Tawarkan Sistem Kerja 4 Hari Seminggu untuk Ibu Berkarier

Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 26 Agu 2015 05:25 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Menjadi wanita yang bekerja sambil mengurus anak tentu cukup merepotkan. Meski sudah dibantu oleh asiten rumah tangga, pengasuh, atau keluarga, kedua peran tersebut kerap kali tetap sulit untuk diseimbangkan. Uniqlo pun berusaha memberikan pilihan jam kerja yang lebih fleksibel untuk para wanita karier. Retailer fashion asal Jepang ini berencana menetapkan hari kerja Senin hingga Kamis.

Hal tersebut memang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh Uniqlo. Dilansir dari NHK News Web rencananya jam kerja baru tersebut akan diuji coba pada bulan Oktober oleh Uniqlo Jepang. Sistem kerja ini akan membuat para pegawai bertugas dua jam lebih lama yakni sepuluh jam. Sebagai gantinya, mereka hanya akan masuk kantor empat hari dalam seminggu atau hanya sampai hari Kamis.

Meski ada perubahan waktu kerja, Uniqlo tidak akan dilakukan penyesuaian pada penghasilan. Karena masih bersifat uji coba, salah satu perusahaan terbesar di Negeri Sakura ini bakal memberlakukan aturan baru itu pada sebagian pegawai. Yakni hanya 10.000 karyawan toko atau seperlima total tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Brand yang memiliki toko di 15 negara termasuk Indonesia ini memang mempersilahkan para pegawai untuk memilih. Menurut CNN, bagi mereka yang bersedia bekerja 10 jam sehari akan diminta untuk bekerja pada akhir pekan atau hari liburan. Sistem ini diekspektasi akan disetujui oleh 20% karyawan. Bila sukses, tidak menutup kemungkinan jika cara tersebut bakal diadopsi ke Uniqlo di negara lainnya.

Sistem tersebut utamanya akan ditawarkan pada pegawai wanita. Perubahan jam kerja ini memang dilatarbelakangi oleh keluhan para karyawati yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Uniqlo kerap kali tidak bisa mempertahankan ibu bekerja sebagai staff mereka karena kurangnya fleksibilitas dalam jadwal kerja. Akibatnya, banyak pekerja wanita potensial yang memutuskan untuk resign.

Hal ini pun direspon cukup positif oleh berbagai pihak. Karena dengan begitu, biaya penitipan anak menjadi berkurang. Bukan hanya untuk para ibu, perubahan jam kerja tersebut akan berdampak baik untuk semua kalangan, misalnya akan mengurangi biaya dan waktu yang dihabiskan untuk transportasi.

Meski begitu, ada juga beberapa pihak yang kontra dengan perubahan jam kerja Uniqlo. Aturan baru tersebut akan membuat pekerja malah akan lebih sibuk di hari libur karena bersedia bekerja empat hari.

"Mereka tidak menawarkan jam kerja yang lebih sedikit tetapi membuat mereka memadatkan waktu kerja. Tetapi aku tetap salut kepada mereka yang memberikan pilihan yang mungkin berguna untuk orang yang berbeda." ungkap Ken Matos selaku senior director of research at the Families and Work Institute kepada Huffington Post.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads