Ketika Tawaran Kerja Berdatangan, Harus Pilih yang Mana?
Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 09 Jun 2015 07:49 WIB
Jakarta
-
Di zaman sekarang, mencari kerja tentu bukan perkara mudah. Para pelamar dihadapkan dengan banyaknya kompetior serta minimnya lapangan kerja. Diterima di satu perusahaan saja rasanya sudah senang, bukan?
Dalam masa pencarian karier, mengirim surat lamaran ke berbagai perusahaan memang hal yang wajar dilakukan. Namun bagaimana jika tawaran yang datang kepada Anda lebih dari satu di saat yang bersamaan? Terlebih ketika Anda sudah menerima bahkan bekerja di sebuah perusahaan. Bagaimanakah harus menentukan pilihan? Simak empat tipsnya berikut ini:
1. Cari yang Tepat
Baru beberapa bulan bahkan hari mulai bekerja di sebuah perusahaan A, sudah dapat tawaran di perusahaan B? Dikutip dari BBC, tak ada salahnya untuk menerima panggilan wawancara di perusahaan B. Jika penghasilan, fasilitas, serta tunjangan yang ditawarkan lebih besar dan menjanjikan dari perusahaan A, mengapa tidak diterima? Menurut pendiri konsultan kepemimpinan, Fred Kiel, berubah pikiran dalam waktu beberapa hari pertama bukan hal yang salah. "Semua orang bisa mengalami situasi ini, untuk mengundurkan diri beberapa hari setelah bekerja di suatu perusahaan bukan merupakan dosa besar," kata Fred.
Bekerja di tempat yang lebih cocok juga menguntungkan baik untuk Anda maupun kantor yang ingin ditinggalkan. Karena artinya Anda akan lebih berkomitmen dalam pekerjaaan sehingga tidak menyulitkan perusahaan A dan lebih menghemat waktu untuk mencapai kesuksesan.
2. Pertimbangkan Etika
Meski meninggalkan perusahaan padahal belum lama bekerja tidak dilarang, Anda tetap harus berhati-hati. Sebagian perusahaan menetapkan sistem kontrak pada pekerja baru sehingga Anda tidak bisa sembarangan pergi begitu saja. Selain itu, ada kemungkinan Anda dianggap sebagai seorang pekerja yang kurang profesional. Hal ini tentu akan berbahaya terutama jika Anda bekerja di bidang yang komunitasnya sempit, seperti keamanan IT atau fashion. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menerima tawaran baru, pertimbangkan terlebih dahulu konsekuensi jangka panjangnya.
"Sekali Anda membuat komitmen dan menandatangani kontrak dengan sebuah organisasi, itu bisa sangat merusak dan tidak mungkin keluar. Sumber daya dalam industri dan pasar sangat kecil, ini bisa mempengaruhi karier dan reputasi Anda ke depannya," ungkap Adam Lloyd selaku pemimpin dari sebuah firma pencarian.
3. Minta Maaf
Meski senang mendapat pekerjaan baru, pasti Anda merasa bersalah jika harus meninggalkan perusahaan padahal baru sebentar bekerja di sana. Walau tidak sepenuhnya bersalah, Anda sebaiknya meminta maaf. Jika diterimanya Anda melibatkan sebuah agensi, jangan lupa pula untuk menghubungi perusahaan itu pula. Hindari mengontak melalui email. Ada baiknya permintaan maaf dan penjelasan dilakukan langsung melalui telepon karena lebih sopan.
"Buat penjelasan Anda sesederhana mungkin dan tidak terbelit-belit. Jelaskan pula bila Anda dihadapkan dengan keputusan yang berat tetapi pilihan Anda adalah yang paling profesional dan akan mempengaruhi karier Anda ke depannya," saran Kristen Coppins selaku pemimpin agensi kepegawaian.
4. Menghindari
Sebelum problema ini terjadi ada baiknya untuk menghindari. Karena masalah seperti ini akan memusingkan kedua belah pihak. Mark Zafra, seorang senior direktur dari perusahaan jasa keuangan menyarankan agar Anda berbicara terus terang kepada perekrut saat wawancara. "Biasanya aku akan mengatakan kepada perekrut bahwa aku mendapatkan satu tawaran kerja minggu depan. Terutama jika aku benar-benar menginginkan itu." sarannya.
(ami/kik)
Dalam masa pencarian karier, mengirim surat lamaran ke berbagai perusahaan memang hal yang wajar dilakukan. Namun bagaimana jika tawaran yang datang kepada Anda lebih dari satu di saat yang bersamaan? Terlebih ketika Anda sudah menerima bahkan bekerja di sebuah perusahaan. Bagaimanakah harus menentukan pilihan? Simak empat tipsnya berikut ini:
1. Cari yang Tepat
Baru beberapa bulan bahkan hari mulai bekerja di sebuah perusahaan A, sudah dapat tawaran di perusahaan B? Dikutip dari BBC, tak ada salahnya untuk menerima panggilan wawancara di perusahaan B. Jika penghasilan, fasilitas, serta tunjangan yang ditawarkan lebih besar dan menjanjikan dari perusahaan A, mengapa tidak diterima? Menurut pendiri konsultan kepemimpinan, Fred Kiel, berubah pikiran dalam waktu beberapa hari pertama bukan hal yang salah. "Semua orang bisa mengalami situasi ini, untuk mengundurkan diri beberapa hari setelah bekerja di suatu perusahaan bukan merupakan dosa besar," kata Fred.
Bekerja di tempat yang lebih cocok juga menguntungkan baik untuk Anda maupun kantor yang ingin ditinggalkan. Karena artinya Anda akan lebih berkomitmen dalam pekerjaaan sehingga tidak menyulitkan perusahaan A dan lebih menghemat waktu untuk mencapai kesuksesan.
2. Pertimbangkan Etika
Meski meninggalkan perusahaan padahal belum lama bekerja tidak dilarang, Anda tetap harus berhati-hati. Sebagian perusahaan menetapkan sistem kontrak pada pekerja baru sehingga Anda tidak bisa sembarangan pergi begitu saja. Selain itu, ada kemungkinan Anda dianggap sebagai seorang pekerja yang kurang profesional. Hal ini tentu akan berbahaya terutama jika Anda bekerja di bidang yang komunitasnya sempit, seperti keamanan IT atau fashion. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menerima tawaran baru, pertimbangkan terlebih dahulu konsekuensi jangka panjangnya.
"Sekali Anda membuat komitmen dan menandatangani kontrak dengan sebuah organisasi, itu bisa sangat merusak dan tidak mungkin keluar. Sumber daya dalam industri dan pasar sangat kecil, ini bisa mempengaruhi karier dan reputasi Anda ke depannya," ungkap Adam Lloyd selaku pemimpin dari sebuah firma pencarian.
3. Minta Maaf
Meski senang mendapat pekerjaan baru, pasti Anda merasa bersalah jika harus meninggalkan perusahaan padahal baru sebentar bekerja di sana. Walau tidak sepenuhnya bersalah, Anda sebaiknya meminta maaf. Jika diterimanya Anda melibatkan sebuah agensi, jangan lupa pula untuk menghubungi perusahaan itu pula. Hindari mengontak melalui email. Ada baiknya permintaan maaf dan penjelasan dilakukan langsung melalui telepon karena lebih sopan.
"Buat penjelasan Anda sesederhana mungkin dan tidak terbelit-belit. Jelaskan pula bila Anda dihadapkan dengan keputusan yang berat tetapi pilihan Anda adalah yang paling profesional dan akan mempengaruhi karier Anda ke depannya," saran Kristen Coppins selaku pemimpin agensi kepegawaian.
4. Menghindari
Sebelum problema ini terjadi ada baiknya untuk menghindari. Karena masalah seperti ini akan memusingkan kedua belah pihak. Mark Zafra, seorang senior direktur dari perusahaan jasa keuangan menyarankan agar Anda berbicara terus terang kepada perekrut saat wawancara. "Biasanya aku akan mengatakan kepada perekrut bahwa aku mendapatkan satu tawaran kerja minggu depan. Terutama jika aku benar-benar menginginkan itu." sarannya.
(ami/kik)
Pakaian Pria
Jam Digital Tangguh Harga Terjangkau? EIGER Helicon Watch Punya Fitur Lengkap & Tahan Air 100m
Kesehatan
Biar Nggak Lupa Minum Vitamin! Rekomendasi Pill Organizer & Multivitamin Harian
Home & Living
3 Alat Ini Sangat Terpakai untuk Perbaikan Sehari-hari di Rumah
Pakaian Wanita
Satu Hijab Bisa Dipakai Banyak Aktivitas! Sat-Set Tanpa Ribet Styling
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Potret Aleena Putri Olla Ramlan Kini Sudah Remaja, Cantik Saingi Sang Mama
2
Foto Sherina Adik Syifa Hadju yang Dampingi di Acara Lamaran, Jarang Tersorot
3
Cha Eun Woo Terseret Kasus Pajak Rp 232 Miliar, Ini Ancaman Hukumannya
4
Foto: Duka Anne Hathaway, Beri Penghormatan Terakhir Bagi Valentino
5
Lego Rilis Sandal 'Bakiak' Kolaborasi dengan Crocs Dianggap Aneh, Mau Pakai?
MOST COMMENTED











































