Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jatuh Bangun Meisya Siregar Bisnis Rendang, Pernah Rugi Ratusan Juta Rupiah

Intan Kemala Sari - wolipop
Selasa, 19 Mei 2015 11:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Instagram Meisya Siregar
Jakarta - Aktris dan presenyer Meisya Siregar tengah disibukkan dengan kegiatan barunya, yakni berbisnis kuliner. Saat menjadi salah satu pembicara di acara detikcom Women's Day with BNI Syariah di Gandaria City, Minggu (17/5/2015) lalu, ia bercerita tentang awal mula merintis usaha Rendang Nantulang.

Dulu, Meisya mengaku masih malu untuk berjualan dan setengah hati menjalankannya. Hal ini dikarenakan banyak komentar tidak sedap yang sering didengarnya.

"Banyak yang bilang, 'ih kok artis jualan sih? memangnya sudah nggak 'laku' lagi?'. Aku sempat malu jualan. Tapi suamiku justru lebih semangat bantuin aku," cerita ibu dua anak ini.

Dalam menjalankan bisnis tentunya setiap orang pernah menghadapi rintangan, termasuk juga wanita 36 tahun ini. Bisnisnya tidak berjalan mulus di tahun pertama.

Banyak yang masih belum tahu akan keberadaan labelnya, bahkan uang ratusan juta rupiah pernah dibawa kabur oleh partner bisnisnya. Sempat terlintas di benaknya bahwa berbisnis bukan keahliannya.

"Tapi suamiku terus kasih pecutan semangat. Dia bilang kalau sudah terlanjur jualan ya harus terus jualan. Pelajari siapa kompetitornya, kalau mereka sudah punya sesuatu, aku harus bikin sesuatu yang mereka belum bikin. Bangun brand awareness juga," kata istri Bebi Romeo ini.

Akhirnya, wanita kelahiran Bandung ini mencari ahli masak yang dilatihnya selama empat bulan demi mendapatkan cita rasa khas, mengingat rendang yang dijualnya ini diolah menggunakan resep keluarga turun-temurun. Saat semangat menjalankan bisnisnya, dalam sekali memasak ia bisa mengolah sekitar 40 kg sampai 50 kg daging yang dimasak selama tujuh jam.

Promosi pun dilakukan dengan berbagai cara, yang paling mudah adalah melalui media sosial. Melalui akun sosial pribadi dan website yang dibuatnya, pada tahap awal Meisya berhasil mendapatkan 50 pesanan dari berbagai kota di Indonesia.

Tetapi, lagi-lagi cobaan menimpanya. Dari 50 paket yang dikirim memakai jasa ekspedisi kilat, 40 paket di antaranya rusak di jalan. Saat itu ia bingung dan berniat untuk mencari inovasi baru.

Kini, ia telah belajar dari pengalaman bahwa menjalankan bisnis rumahan tidak semudah yang dilihat orang. Ia perlahan mencari orang yang bisa menjalankan tugas di bidangnya masing-masing.

"Sekarang aku sudah punya lima karyawan, memang nggak banyak tapi bisa kerjain tugasnya. Jadi kalau mau berbisnis, meskipun itu usaha kecil, semuanya harus sesuai dan jelas. Metode memasaknya seperti apa, standar operasionalnya, sistem kontrolnya bagaimana, itu harus sesuai," tutupnya.

(Intan Kemala Sari/Eny Kartikawati)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads