Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tantangan Menjadi Pemimpin Wanita Menurut Presdir Blue Bird Noni Purnomo

wolipop
Rabu, 29 Apr 2015 15:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Persamaan hak dalam pendidikan dan karier menciptakan lahirnya sejumlah CEO wanita berprestasi. Namun meski pemimpin perusahaan wanita sudah semakin banyak, jumlahnya tentu masih perlu dukungan. Bukan hanya demi mendorong kesetaraan gender, pemimpin wanita memiliki peran penting dalam mengembangkan perusahaan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Noni Purnomo yang merupakan Presiden Direktur Bluebird Group. Berdasarkan pengalamannya memimpin perusahaan transportasi itu, ia menilai jika wanita akan menciptakan keuntungan bila bergabung dalam jajaran manajemen level atas. Menurutnya, keberagaman gender penting dalam menghadirkan sudut pandang yang berbeda.

Ia pun memaparkan sejumlah riset yang menyatakan jika perusahaan dengan pemimpin wanita cenderung balik modal sebanyak 84%. Tempat kerja tersebut juga akan menjadi lebih baik dalam hal pengambilan keputusan, evaluasi, dan krisis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pemimpin, ibu tiga anak itu pun pernah merasakannya sendiri. Noni bercerita jika ‎salah satu tantangan terberatnya adalah ketika hamil lagi saat anak keduanya masih berusia tiga bulan. Ia pun sempat mengalami depresi. Namun depresi tersebut berhasil diolah menjadi pembelajaran dan kekuatan yang membuatnya bisa seperti sekarang ini. Selain belajar dari rasa depresi, berhenti mencoba menjadi sempurna adalah salah satu kuncinya bisa menjadi seorang pemimpin wanita.

"‎Wanita berpikir bahwa kita harus sempurna, harus bisa jadi panutan untuk anak. Saya juga dulu perfeksionis seperti itu. Benar kita harus bisa juggling tiga bola sekaligus tapi kita juga harus tahu kekuatan dan batasan diri," ungkapnya ketika menjadi salah satu pembicara acara Women Empowerment di Kampus IPMI, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu, (29/4/2015).

‎Ia menambahkan jika manusia sering terkurung dengan persepsinya sendiri mengenai gender tertentu. Padahal ‎setiap orang memiliki sisi feminin dan maskulinnya masing-masing sehingga tergantung bagaimana kita memanfaatkan hal tersebut. Asalkan mereka percaya diri, tahu dan menggunakan kelebihan, tidak ragu meminta bantuan, dan fokus, Noni yakin wanita bisa menjadi pimpinan.

‎"Kalau kita di kantor kan kita harus fokus. Saya bilang pada keluarga untuk jangan menelepon jika tidak darurat. Lalu saya juga bilang ke orang kantor untuk tidak menelepon saat akhir pekan kecuali sangat penting. Jadi jangan membatasi diri tapi atur waktu," ungkapnya lagi.

Noni pun mengerti jika sebagian wanita sering merasa bersalah jika harus meninggalkan tugas sebagai seorang ibu. Tapi menurutnya itu jangan dijadikan alasan untuk membatasi diri. ‎Pasalnya wanita Indonesia memiliki keuntungan dalam hal mengurus anak karena kebanyakan dari kita tinggal dekat dengan saudara dan orangtua sehingga bisa 'menitipkan'.

Bagi Noni sendiri, dukungan keluarga memang sangat penting. ‎Terlebih lulusan University of San Francisco jurusan finance & marketing tersebut mengaku jika dua orang laki-laki yang mendorong mencapai posisi sekarang ini adalah sang ayah dan suami.

"Apalagi saya punya tiga ‎putri. Yang pertama sudah berusia 16 tahun. Saya meminta suami untuk membantu menjaga dan memberi edukasi terutama dari sudut pandang seorang pria." kata Noni.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads