Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Riset: Pria Tampan Susah Dapat Kerja Karena Mengintimidasi Atasan

wolipop
Selasa, 28 Apr 2015 19:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Wanita mana yang dapat menolak pesona seorang pria tampan? Apalagi jika dia memiliki sikap yang baik, sopan, serta pintar. Wanita pasti tak ragu untuk paling tidak berteman dengannya. Namun meski lelaki rupawan lebih mudah disuka, mereka ternyata belum tentu gampang mendapatkan pekerjaan. Bagaimana bisa?

Fakta tersebut didasarkan pada sebuah riset yang dilakukan University College of London dan University of Maryland. Hasil penelitian itu memang cukup mengejutkan mengingat riset-riset lain menyatakan sebaliknya. Sebelumnya, pria tampan dikatakan akan mudah memiliki banyak uang karena gampang meyakinkan dan menarik perhatian orang.

Namun survei terbaru mengungkapkan jika pria-pria yang kurang menarik secara fisik justru memiliki keuntungan tersendiri dalam hal mencari pekerjaan. Sementara pria tampan memiliki kemungkinan besar untuk ditolak karena mengintimidasi atasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti menciptakan empat eksperimen di mana para voluntir harus memilih orang yang pantas dipekerjakan. Perekrut kerja pun diminta untuk mengevalusi partisipan yang merupakan pria dan wanita dengan cara mewawancara atau memilih melalui foto.

Hasil penelitian pun mengungkapkan jika para lelaki rupawan dinilai cukup bagus. Namun yang mengejutkan adalah pria kurang menarik difavoritkan di bidang-bidang yang kompetitif di mana pegawai dinilai berdasarkan kesuksesan individu misalnya divisi sales. Bisa dikatakan atasan takut jika pegawai baru yang tampan akan merebut keuntungan.

"Dalam situasi-situasi di mana ada tanda-tanda persaingan antar kolega, lalu pria berwajah rupawan terlihat lebih kompeten, akan tercipta kerugian untuk pria berwajah rupawan," ungkap Marko Pitesa selaku pemimpin riset dikutip dari situs Fusion.

Menurut Marko hal ini memang sering terjadi meski kadang dilakukan tanpa sadar oleh para perekrut. Penilaian itu tentu disayangkan mengingat keputusan tersebut akan berpengaruh terhadap performa kerja tim dan perusahaan. Menilai seseorang berdasarkan penampilan sebenarnya tak hanya terjadi pada pria. Sejumlah wanita juga kerap mengeluhkan masalah serupa. Kasus yang terbaru terjadi pada wanita bernama Elizabeth Bentivegna yang mengaku ditolak kerja karena berpakaian seperti ingin pergi clubbing.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads