Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sosok Kartini Modern

Tips Jadi Kartini Modern dari Presiden Direktur Mustika Ratu

wolipop
Selasa, 21 Apr 2015 18:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta -

Di Era Raden Ajeng Kartini, wanita tidak bisa bebas mengenyam pendidikan tinggi ataupun meraih kesuksesan seperti yang dia inginkan. Namun di zaman modern ini, berkat perjuangan Kartini juga, wanita bebas berekspresi, mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan berkarier di bidang yang diminati.

Kesempatan luas yang didapat para wanita hingga kini, menurut Putri Kuswisnu Wardani patut disyukuri dan dirayakan setiap tahunnya. Presiden direktur PT Mustika Ratu, Tbk. ini mengatakan, betapa kaum wanita kini sudah melangkah begitu jauh dari ketertinggalannya.

"Kenapa kita mengenal adanya Ibu kartini dan sebagainya? Dulu kita mau menuntut ilmu saja susahnya setengah mati. Sekarang eranya kita diberi kesempatan yang sama (dengan pria). Apalagi Indonesia sudah pernah punya presiden wanita. Amerika saja belum pernah. Kadang kita menganggap itu sepele tapi sebenarnya sesuatu yang perlu disyukuri, dirayakan posisi wanita Indonesia yang kita capai saat ini," tutur Putri saat ditemui di Gedung Smesco, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika di era sebelum kemerdekaan dulu wanita harus menghadapi banyak 'batu terjal' hanya untuk mendapatkan pendidikan formal yang layak, kini jauh lebih mudah mewujudkannya. "Tidak ada kesulitan lagi mau sekolah bisa, berkarya bisa, kerja sampai malam juga bisa. Tidak ada halangan lagi bagi wanita untuk berprestasi. Ini harus dirayakan," ungkap ibu satu anak ini.

Baca Juga: 50 Momen Menghebokan dari Pekan Mode Dunia

Lalu bagaimana melakukan selebrasi di era Kartini Modern ini? Menurut wanita yang juga menjadi ketua Yayasan Putri Indonesia ini, caranya adalah memaksimalkan potensi Anda miliki sebagai kaum wanita. Tidak harus menjadi seorang CEO di perusahaan ternama, menduduki jabatan tinggi di pemerintahan atau memiliki gaji tinggi, namun mengetahui dan menggali kemampuan sendiri meskipun masih di level terkecil sekalipun.

"Saya melihat mereka yang tidak melakukan apa-apa memakai dalih, 'saya nggak bisa takut keluarga berantakan', 'nanti rumah siapa yang urus?' Menurut saya (pemikiran) itu harus dikikis. Itu sebenarnya ketakutan wanita sendiri dalam berekspresi karena sekarang bekerja di rumah pun bisa," tukas Putri.

Ia pun mencontohkan, wanita bisa mulai membuka online shop, jika dia ibu rumah tangga yang sehari-harinya beraktivitas di rumah. Sambil mengelola online shop, wanita bisa juga mengurus anak dan rumah. Bisa juga dengan menjadi desainer yang menciptakan rancangannya di rumah menggunakan laptop.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh kaum wanita terlebih lagi di era serba gadget seperti sekarang ini. Pekerjaan bisa dilakukan dengan saling berkirim email dengan klien, melakukan tele-conference lewat Skype atau cukup berkomunikasi dengan pesan teks dan chat online.

"Saya mengingatkan wanita betapa berharganya dirinya dan harus memanfaatkan semaksimalnya kondisi yang sudah dimiliki saat ini untuk melakukan yang terbaik bagi dirinya, keluarga, lingkungan dan bangsa," tutup pemegang gelar MBA di National University, California, Amerika Serikat ini.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads