Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Intimate Interview

Marissa Anita Sukses Jadi Pembaca Berita Setelah Gagal 'Terbang Gratis'

wolipop
Jumat, 17 Apr 2015 14:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Irfan Hartanta
Jakarta -

Bagi Anda penikmat acara berita pasti mengenal sosok Marissa Anita. Pembaca berita yang juga terjun dalam dunia akting tersebut hampir setiap hari menghiasi layar kaca sebuah stasiun televisi lokal. Wanita yang sudah tujuh tahun berkecimpung dalam bidang jurnalistik itu pun ternyata tak pernah bercita-cita menjadi seorang pembaca berita. Ketika kecil, impiannya justru ingin menjadi seorang pramugari.

Tekadnya untuk menjadi seorang pramugari tumbuh karena keinginan untuk jalan-jalan ke luar negeri dengan gratis. Marissa mengaku tidak tumbuh di keluarga yang berada sehingga tidak pernah dibawa mengunjungi negara lain oleh orang tua. Demi mewujudkan cita-citanya, ia bahkan pernah melamar ke sebuah penerbangan internasional. Namun nasib berkata lain. Marissa yang sekarang dikenal publik sebagai pembaca berita sekaligus aktris film ditolak karena belum lulus kuliah.

"Pertama kali saya keluar negeri itu Singapura. Padahal dekat sekali tapi at that time I felt so happy. Di tahun itu juga, saya melamar sebagai pramugari di Singapore Airlines tapi belum lulus kuliah. Karena persyaratannya harus lulus akhirnya saya ditolak," cerita Marissa saat diwawancara seusai pemotretan dengan Wolipop beberapa waktu lalu di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski pramugari adalah impiannya sejak lama, Marissa tidak bersikeras untuk mengejar cita-cita itu. Setelah lulus kuliah dari Universitas Atmadjaya jurusan Bahasa Inggris kemudian mengajar di lembaga kursus, ia malah mengambil S2 jurnalistik di University of Sydney, Australia. Setelah lulus, ia pun disarankan sang ayahnya untuk mencoba melamar sebagai reporter di Metro TV tempatnya dahulu bernaung. Marissa yang memang suka membaca majalah dan pernah menjadi penulis lepas pun langsung diterima sebagai reporter hingga menjadi seorang pembaca berita seperti sekarang.

Walau tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang presenter berita ketika kecil, profesi ini seperti sudah 'didoakan'. Ternyata nama belakang Marissa diambil dari nama seorang pembaca berita TVRI, Anita Rachman. Ketika kecil sang ibu pun sering berujar jika ia ingin sekali melihat anaknya sebagai pembawa acara di televisi. Namun kala itu Marissa tak menggubris karena masih bercita-cita ingin jadi pramugari.

"Ibu saya sebenarnya yang punya mimpi itu tapi nggak pernah ngomong. Cuma sekali dua kali itu juga ketika saya besar. Waktu itu saya bilang saja whatever mom. Tapi itu terjadi, mungkin doa ya," tambah pembawa acara Indonesia Morning Show di Net TV itu.

Saat ini, Marissa sudah tujuh tahun menekuni bidang jurnalistik. Ia pun mengaku tidak menemukan kesulitan berarti karena telah terbiasa menjalaninya. Namun setiap profesi tentu ada tantangannya. Untuk seorang jurnalis, ia mengatakan selalu up to date terhadap berita adalah suatu keharusan. Agar tidak ketinggalan informasi apapun, ia sendiri membaca dua koran. Ketika satu hari tidak sempat membaca karena kesibukan, wanita yang menikah dengan ekspatriat itu pun melahap empat koran sekaligus di hari berikutnya.

Acara berita di televisi memang menjadi sumber informasi utama masyarakat. Namun belakangan ini beberapa stasiun mendapat sejumlah keluhan karena beritanya seperti memihak kepentingan sang pemilik. Sebagai seseorang yang bergelut di bidang itu, Marissa mengaku tidak terlalu terpengaruh. Ia juga mendapat kebebasan dan tidak pernah mendapat tekanan tertentu.

"Pernah ada arahan untuk tidak menyebutkan nama seseorang. Lalu ketika live saya sebut saja. Toh, saya nggak dimarahin. Sekarang kita mau ditonton orang apa enggak? Kalau terlalu memihak orang malas menonton karena masyarakat tidak bodoh." jelas aktris film Selamat Pagi, Malam itu.

(ami/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads