Melalui Mata Hati, Elisabeth Philip Ubah Desa Tertinggal Jadi Percontohan
Keterbatasan fisik tidak menghalangi Elisabeth Philip untuk membantu sesama dan berbakti untuk negeri. Kehilangan penglihatannya karena sebuah kecelakaan, Elisabeth sukses mengubah suatu desa yang dulunya tertinggal kini menjadi desa percontohan.
Sudah lima tahun ini puluhan ibu di Desa Tlogoweru, Guntur, Demak, Jawa Tengah mampu memperoleh penghasilan Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta setiap bulannya. Uang itu mereka peroleh dari beragam usaha berbekal keterampilan yang didapat dari Balai Latihan Kerja Sejahtera yang digagas Elisabeth.
Dua kali seminggu para ibu tersebut mendapat beragam pelatihan seperti membatik, menjahit dan tata rias. Seluruh pelatihan tersebut diberikan Elisabeth secara gratis. Kini kerja keras wanita 54 tahun itu mendidik para ibu di Desa Tlogoweru berbuah manis. Batik hasil karya para ibu tersebut menarik perhatian konsumen. Pesanan datang bukan hanya dari Jawa Tengah tapi juga Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa prihatin, Elisabeth menggagas pembangunan sejumlah sumur pantek. Sumur-sumur ini menjadi sarana masuknya air dari dalam tanan. Air yang telah terkumpul disalurkan dengan bantuan mesin sehingga dapat digunakan masyarakat untuk bertani. Kini keberadaan hampir 1.000 sumur di Tlogoweru telah mengubah wajah desa tersebut. Desa yang dulu tertinggal itu sekarang menjadi desa percontohan nasional.
Kepedulian Elisabeth pada sesama ini bukan terjadi tanpa alasan. Wanita yang berprofesi sebagai pemuka agama itu melalui masa kecil yang kelam. Dia dan lima saudaranya tidak mampu menikmati hidup berkecukupan. Bahkan keluarganya dikenal sebagai tukang utang. Uang sekolah pun dia seringkali menunggak sehingga mendapat malu ketika dihukum karena belum melunasinya.
Tekanan hidup membuat kehidupan keluarga Elisabeth tidak harmonis. Ucapan kasar kerap dia terima dari orangtua dan saudara-saudaranya. Merasa sedih, wanita asal Semarang ini berulang kali berpikir untuk bunuh diri.
"Rasanya sedih sekali kalau ingat zaman dulu, sejak itu saya bertekad agar nanti bisa membantu orang-orang susah," katanya.
Elisabeth mewujudkan tekadnya setelah dia lulus Sekolah Pendidikan Guru dan mendapatkan pekerjaan sebagai guru Taman Kanak-kanak. Sebagian gajinya yang hanya Rp 15.000 dia sisihkan untuk membantu orang-orang tidak mampu di sekelilingnya.
"Dulu saya cuma kepikiran bagaimana caranya orang-orang ini nggak hidup lapar. Saya bantu semampu saya," ujar Elisabeth.
Ujian datang saat Elisabeth mengalami kecelakaan. Benturan keras di kepala membuat dia kehilangan seluruh penglihatannya di usia 32 tahun. Bukan hanya itu saja pada 1998 dia juga dinyatakan menderita kanker otak dan divonis dokter hanya mampu bertahan hidup beberapa tahun saja.
Meski demikian segala keterbatasan itu justru tidak membatasi Elisabeth untuk membantu sesama. Desa Tregowulan hanyalah satu dari puluhan desa lain yang sudah dibantunya. Kesuksesannya ini juga mampu membawanya terbang ke Hong Kong, April 2015 mendatang. Bersama Lurah Tregowulan dia akan berbagi pengalaman di depan para buruh migran Indonesia.
(eny/fer)
Fashion
On Cloud 6 Coast Men, Sneakers Ringan dan Empuk untuk Harian-Traveling
Home & Living
Philips Handheld Steamer STH3010/70, Solusi Setrika Cepat & Tanpa Ribet
Perawatan dan Kecantikan
Atasi Luka Pakai Betadine Clear Antiseptic Spray, Cocok buat Semua Usia
Home & Living
2 Rekomendasi Teko Air Minum untuk Kumpul Keluarga, Praktis dan Tetap Estetik di Meja
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Gaya Davina Karamoy saat Pulkam Lebaran Viral, Duduk Lesehan Sambil Bagi THR
Kelewat Plot Twist, Karakter LGBT Ha Ji Won di Drakor Climax Picu Kontroversi
Anne Hathaway Pastikan Tidak Ada Model Kurus di The Devil Wears Prada 2
Ramalan Zodiak Cinta 27 Maret: Pisces Penuh Kejutan, Taurus Terima Kekurangan











































