Strategi Erwin Parengkuan Bertahan Menjadi Presenter Selama 26 Tahun
Erwin Parengkuan lebih dikenal masyarakat sebagai seorang presenter acara televisi. Tak banyak orang tahun kalau pria 45 tahun tersebut juga berprofesi sebagai fasilitator komunikasi dengan spesialisasi pembentukan personal branding. Meski sudah kurang lebih 26 tahun berkarier sebagai pembawa acara, Erwin masih bisa mempertahankan eksistensi. Ternyata hal tersebut bukanlah sebuah keberuntungan namun sesuatu yang didapatkan berdasarkan strategi pencitraan.
Ketika ditemui saat peluncuran bukunya bersama Becky Tumewu berjudul 'Personal Brand-inc', Erwin bercerita jika strategi re-branding membantunya mempertahankan karier. Re-branding di sini bukan berarti ayah empat anak tersebut mengubah keseluruhan imejnya menjadi orang lain namun lebih kepada penambahan kemampuan. Ia mengatakan hal itu dilakukan agar dia tidak merasa khawatir saat harus bersaing dengan orang lain karena sudah punya tempat tersendiri.
Fasilitator personal branding yang kerap melatih para CEO ini pun menjelaskan pentingnya re-branding dengan sebuah contoh. Ia mecontohkan sebuah brand mie instan yang terkenal saat ini berbeda dengan 10 tahun lalu. Mengapa? Mungkin karena merek terdahulu kurang memperbarui imej diri sehingga dilupakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anda ingin melakukan re-branding, yang pertama kali harus dilakukan adalah menganalisa kekurangan diri. Kemudian perbaikilah kekurangan itu dengan menambahkan kemampuan atau ilmu. Misalnya Anda biasanya terlalu lama dalam melalukukan riset. Mungkin sebaiknya Anda mencicil riset dengan rajin membaca buku dan menggali informasi terkait proyek yang biasa ditangani. Membuat resolusi tahun baru serta ulasan HRD tentang performa kerja pun bisa dijadikan momen memperbarui imej.
Selain terus menambah kemampuan, Erwin juga menekankan pentingnya fokus dalam mencitrakan diri. Ketika mantan penyiar radio Prambors itu mengawali karier sebagai presenter, ia memastikan jika profesi itu sudah dikuasai. Jangan terlalu banyak menampilkan hobi atau kemampuan lain karena akan membuat orang bingung. Setelah pria asal Manado itu mantap di bidang MC, barulah ia membeberkan hobinya yang lain yaitu memasak. Menurutnya kunci melakukan re-branding adalah konsisten, jelas, dan ngotot.
"Jadilah, misalnya, penulis yang hobi masak. Satu skill dulu baru yang lain. Seperti saya, saya MC tapi saya juga suka masak. Setelah kuat di presenter, saya baru mengeluarkan buku masak. Sekarang saya mau mengisi acara masak sama istri saya," kata Erwin.
(ami/eny)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Penampilan Terbaru Zheng Shuang, Aktris China yang Diboikot karena Sewa Rahim
Heboh Wanita 'Nyemplung' di Kolam Tetangga Tanpa Busana, Ingin Jadi Mermaid
Ramalan Zodiak 10 Januari: Libra Lebih Teliti, Scorpio Masih Boros
Potret Cantik Putri Denmark yang Viral Dijodohkan dengan Putra Donald Trump











































