Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Strategi Erwin Parengkuan Bertahan Menjadi Presenter Selama 26 Tahun

wolipop
Kamis, 29 Jan 2015 09:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi/Wolipop
Jakarta -

Erwin Parengkuan lebih dikenal masyarakat sebagai seorang presenter acara televisi. Tak banyak orang tahun kalau pria 45 tahun tersebut juga berprofesi sebagai fasilitator komunikasi dengan spesialisasi pembentukan personal branding. Meski sudah kurang lebih 26 tahun berkarier sebagai pembawa acara, Erwin masih bisa mempertahankan eksistensi. Ternyata hal tersebut bukanlah sebuah keberuntungan namun sesuatu yang didapatkan berdasarkan strategi pencitraan.

‎Ketika ditemui saat peluncuran bukunya bersama Becky Tumewu berjudul 'Personal Brand-inc', Erwin bercerita jika strategi re-branding membantunya mempertahankan karier. Re-branding di sini bukan berarti ayah empat anak tersebut mengubah keseluruhan imejnya menjadi orang lain namun lebih kepada penambahan kemampuan. Ia mengatakan hal itu dilakukan agar dia tidak merasa khawatir saat harus bersaing dengan orang lain karena sudah punya tempat tersendiri.

Fasilitator personal branding yang kerap melatih para CEO ini pun menjelaskan pentingnya ‎re-branding dengan sebuah contoh. Ia mecontohkan sebuah brand mie instan yang terkenal saat ini berbeda dengan 10 tahun lalu. Mengapa? Mungkin karena merek terdahulu kurang memperbarui imej diri sehingga dilupakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seseorang bisa melakukan re-branding, sebuah brand k‎alau tidak re-branding akan ketinggalan, kita akan dilupakan orang atau istilahnya one hit wonder," ujar Erwin di Kinokuya, Sogo, Plaza Senayan, Rabu (28/1/2015).

Jika Anda ingin melakukan re-branding, yang pertama kali harus dilakukan adalah menganalisa kekurangan diri. Kemudian perbaikilah kekurangan itu dengan menambahkan kemampuan atau ilmu. Misalnya Anda biasanya terlalu lama dalam melalukukan riset. Mungkin sebaiknya Anda mencicil riset dengan rajin membaca buku dan menggali informasi terkait proyek yang biasa ditangani. Membuat resolusi tahun baru serta ulasan HRD tentang performa kerja pun bisa dijadikan momen memperbarui imej.

Selain terus menambah kemampuan, Erwin juga menekankan pentingnya fokus dalam mencitrakan diri. Ketika mantan penyiar radio Prambors itu mengawali karier sebagai presenter, ia memastikan jika profesi itu sudah dikuasai. Jangan terlalu banyak menampilkan hobi atau kemampuan lain karena akan membuat orang bingung. Setelah pria asal Manado itu mantap di bidang MC, barulah ia membeberkan hobinya yang lain yaitu memasak. Menurutnya kunci melakukan re-branding adalah konsisten, jelas, dan ngotot.

"‎Jadilah, misalnya, penulis yang hobi masak. Satu skill dulu baru yang lain. Seperti saya, saya MC tapi saya juga suka masak. Setelah kuat di presenter, saya baru mengeluarkan buku masak. Sekarang saya mau mengisi acara masak sama istri saya," kata Erwin.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads