Liputan Khusus Interpreter

Bekerja Jadi Penerjemah, Berapa Gaji yang Bisa Didapat?

- wolipop Jumat, 05 Des 2014 12:06 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta -

Profesi penerjemah menjadi pekerjaan yang cukup menggiurkan sekarang ini seiring semakin tingginya kebutuhan orang untuk memahami bahasa asing. Dari sisi pendapatan, dengan bayaran jutaan rupiah sehari bekerja sampingan menjadi penerjemah juga dapat menambah biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Mau tahu kisaran gaji yang didapat para penerjemah bahasa asing di Indonesia?

Tanti Susilawati seorang penerjemah bahasa Italia, bisa mendapatkan pekerjaan sampingan untuk mengalihbahasakan setidaknya lima sampai enam kali setahun. Dia tidak banyak menerima tawaran menerjemahkan karena sehari-harinya juga masih bekerja di sebuah perusahaan minyak yang berkantor di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Biasanya tawaran pekerjaan didapatkan Tanti dari perusahaan-perusahaan asing. Dia juga pernah menjadi penerjemah untuk tim sepakbola Inter Milan saat datang ke Jakarta pada 2012 lalu. Dari pekerjaan itu berapa kisaran pendapatannya dalam sebulan?

"Aku biasanya dibayar per hari, 250 Euro untuk sekitar delapan jam kerja, itu rata-ratanya. Bayarannya biasanya tergantung dari acaranya apa. Pernah paling tinggi 400 Euro untuk acara konferensi beberapa perusahaan," ujarnya saat diwawancara Wolipop pada Rabu (3/12/2014).

Pengalaman berbeda soal pendapatan datang dari Rizki Apriansyah, penerjemah bahasa Turki. Pria lulusan Universitas Gumussoy, Umraniye, Istanbul, Turki itu biasanya dua sampai lima kali dalam sebulan menerima tawaran pekerjaan menerjemahkan baik secara tertulis maupun lisan. Untuk bayaran, Rizki mengatakan perhitungannya bisa berbeda-beda dengan melihat dari berapa banyak yang harus diterjemahkan, apa acaranya atau siapa yang harus dihadapinya.

"Ada yang US$ 150 sehari, ada yang kurang dari itu. Jika ditambah dengan jumlah murid-murid kursus bahasa Turki yang saya ajar, sebulan bisa lebih dari Rp 7 juta," kata pria yang selain menjadi penerjemah juga mengajar les bahasa Turki itu.

Pendapatan lebih menggiurkan dari profesi penerjemah ini dirasakan oleh Andina Margaretha Rorimpandey. Andina merupakan penerjemah resmi bahasa Prancis yang diakui oleh kedutaan negara tersebut. Sempat bekerja di Kedutaan Prancis, diakuinya kini gajinya sebagai penerjemah lebih besar dari saat masih mencari nafkah di tempat lamanya. Bayaran sebagai penerjemah ini perhitungannya menurutnya berbeda-beda, bisa dihitung dari jumlah halaman, jumlah kata hingga jumlah karakter yang harus dialihbahasakannya.

"Kalau sebulan di atas Rp 10 juta ada. Itu belum yang dari agensi luar karena aku dibayar dengan Euro. Minimal sebulan aku dapat 500 Euro," ujar Andina yang sudah 14 tahun bekerja sebagai penerjemah.

(eny/fer)