Liputan Khusus Profesi Interpreter
Mahasiswa Sampai Agen Luar Negeri, Mereka yang Menyewa Jasa Penerjemah
Ingin mencoba profesi penerjemah karena beranggapan pekerjaan tersebut mudah dan menyenangkan, apalagi jika Anda menguasai bahasa asing? Anggapan tersebut tak selalu benar. Kenyataannya profesi penerjemah tidaklah semudah yang dipikirkan orang.
Dalam proses menerjemahkan, penerjemah yang baik adalah seseorang yang tahu bagaimana menulis dengan baik dalam bahasa sasarannya. Jika sang penerjemah berhasil mengartikan suatu perkataan atau tulisan ke dalam bahasa sasaran secara tepat dan mudah dimengerti, tentunya semakin banyak para klien yang menggunakan jasa mereka. Siapa saja klien para penerjemah ini?
Andina Margaretha Rorimpandey yang merupakan penerjemah tertulis untuk bahasa Prancis mengungkapkan para kliennya sebagian besar adalah para mahasiswa yang ingin belajar ke negeri Menara Eiffel. Wanita kelahiran 1979 ini bersedia untuk menerjemahkan dokumen-dokumen seperti akta kelahiran, ijazah SMA, S1, dan surat rekomendasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita lulusan Institut National des Langues et Civilisations Orientals (INALCO) Paris ini mengaku, sebagian besar kliennya paling banyak berasal dari para agensi penerbitan di Eropa dan India. Ia lebih senang bekerja dengan agensi luar negeri karena sempat mengalami beberapa kendala dengan agensi lokal.
Lain halnya dengan penerjemah bahasa Turki, Rizki Apriansyah. Ia menuturkan seringkali bekerja sama dengan agen travel di Turki untuk menjadi pemandu jama'ah haji dan umrah, sehingga para kliennya sebagian besar berasal dari para wisatawan Indonesia yang sedang mengunjungi kota Istanbul.
"Orang Turki sangat lemah bahasa Inggrisnya. Bahkan di tempat wisata sekalipun masih menggunakan bahasa Turki. Jadi kalau tidak ada pemandu yang bisa berbahasa Turki, rugi sekali karena kehilangan banyak informasi atau bahkan ditipu oleh mereka ketika sedang belanja," ungkapnya ketika diwawancarai Wolipop via e-mail, Senin (01/12/2014).
Sedangkan di Indonesia, pria 22 tahun ini banyak mendapat klien dari perusahaan asal Turki. Seperti pada acara Zuchex Indonesia International Housewares & Gift Fair yang digelar bulan lalu, pria lulusan Universitas Gumussoy, Umraniye, Turki ini didaulat menjadi penerjemah bagi perusahaan Turki yang saat itu juga berpartisipasi.
"Ada juga klien saya yang mahasiswa kedokteran UI, dia minta tolong menerjemahkan video-video untuk keperluan tesis. Pernah juga ada klien dari pabrik sepatu di Yogyakarta yang kedatangan orang-orang Turki. Dalam waktu dekat ini akan ke Bali dan Malaysia untuk jadi penerjemah di pertandingan sepakbola U-17," paparnya lebih lanjut.
Sedangkan Tanti Susilawati, seorang penerjemah bahasa Italia, mengatakan klien terbesar yang pernah ia hadapi sebagai penerjemah adalah tim sepakbola asal Italia, Inter Milan, ketika datang ke Jakarta pada 2012 silam. "Aku menemani mereka semua di sini selama seminggu. Mulai dari latihan, konferensi pers, ke stadiun, hingga belanja," ucapnya ketika diwawancara Wolipop via telepon, Rabu (03/12/2014).
Tidak hanya itu saja, kliennya juga datang dari suatu perusahaan besar yang mengadakan acara konferensi, dan juga perusahaan Italia yang ingin mengenalkan produknya ke Indonesia melalui pameran.
(int/eny)











































