Haruskah Resign Ketika Bosan dengan Pekerjaan?
Ingin pindah perusahaan karena bosan dengan pekerjaan adalah masalah klasik yang banyak dialami banyak karyawan. Sebagian dari mereka merasa bingung apakah harus mengikuti kata hatinya atau tidak. Bagi orang yang lebih berjiwa bebas dan belum memiliki banyak tanggungan, keputusan untuk berganti profesi mungkin saja tak sulit diambil. Namun untuk pekerja yang sudah berkeluarga dan takut sulit mencari pekerjaan lain, tentu saja hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Lalu kapan seseorang harus benar-benar resign karena karir sudah membosankan? Berikut beberapa tanda-tandanya yang dikutip yang dikutip dari BBC:
1. Menghalangi Pengalaman Positif
Karir yang membosankan terkadang lebih melelahkan dari pada pekerjaan yang sibuk. Hal tersebut dikarenakan tekanan batin yang dialami karyawan tersebut. Sebagian orang yang sudah merasa bosan dengan pekerjaan juga kerap malas mengikuti semua yang berhubungan kantor. Tak jarang rasa segan tersebut membuat mereka malas mencicipi berbagai tantangan baru. Jika kebosanan tersebut sudah membuat kita malas mengeksplor karir, sebaiknya cari pekerjaan baru yang menurut Anda lebih menarik.
"Otak membutuhkan hal baru, jadi pekerjaan yang membosankan lebih melelahkan, karena Anda harus berusaha ikut dan menguras mental karena terjebak di antara apa yang Anda lakukan dengan apa yang ingin dilakukan," ungkap Shawn Achor yang menulis buku The Happiness Advantage.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu latar belakang seorang pekerja bosan dengan pekerjaannya adalah karena ia sudah terlalu ahli. Ketika karyawan sudah sangat menguasai bidangnya terkadang ia menjadi terturup akan teori atau teknik baru. Ia pun hanya bekerja berdasarkan pengalaman.
"Ketika kita berpikir kita tahu jawabannya, kita akan berhenti melihat pola baru, mencari masukan dan mengeksplor jalur baru. Kita akan mulai berhenti mencari sesuatu yang besar dan mulai main aman," ujar Liz Wiseman yang menulis buku Why Learning Beats Knowing in the New Game of Work.
3. Kegiatan Sampingan
Tak semua orang bisa resign dari pekerjaan hanya karena ia sudah bosan. Jika Anda merupakan salah satunya, mungkin yang dibutuhkan adalah suasana baru. Bila di kantor suasana baru sulit diusahakan, ciptakan saja sendiri. Menciptakan suasana baru bisa dimulai dari dalam diri. Misalnya dengan menjalani hobi dan aktivitas menarik yang Anda sukai saat akhir pekan atau setelah waktu kerja. Hal tersebut akan menciptakan aura positif dalam diri sehingga meski pekerjaan sudah membosakan, Anda tetap memiliki ketertarikan yang membuat Anda selalu bersemangat.
4. Pertanda Utama
Chief Executive Officer sebuah perusahaan Inggris bernama Maite Baron mengatakan bahwa jika Anda mulai berpikir untuk pindah perusahaan mungkin itu adalah pertanda utama jika Anda sudah harus resign dari pekerjaan. Jika Anda tidak mau mengambil risiko, siap-siap saja untuk terbebani dengan kehidupan karir yang membosankan.
(ami/asf)
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Elektronik & Gadget
Lari, Gowes, atau Workout? Tetap Dengar Sekitar dengan JOVITECH Wireless BC61 Bone Conduction Runfree Earphone!
Perawatan dan Kecantikan
Review Cushion Lokal Favorit untuk Makeup Lebaran yang Flawless dan Tahan Seharian!
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
TikTok Viral Verificator
Viral! 4 Bersaudara Ini Bernama Merek Mobil, dari Volvo hingga Mercedes
Kisah Wanita Hampir Jadi Korban Epstein, Selamat karena Ikuti Kata Ibu
Ramalan Zodiak 14 Maret: Aries Dengarkan Pasangan, Gemini Ada Kejutan
Adu Gaya Personel BLACKPINK di Paris Fashion Week 2026, Lisa Pamer Pusar











































