6 Kesalahan Dalam Profil Profesional LinkedIn yang Wajib Dihindari
wolipop
Senin, 22 Sep 2014 18:05 WIB
Jakarta
-
Saat ini, kehadiran CV (Curriculum Vitae) atau riwayat hidup sudah mulai tergantikan dengan sosial media profesional, seperti LinkedIn. Karena dalam jejaring sosial yang lahir pada 2002 tersebut serangkaian informasi seputar karir seperti pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, sampai portofolio bisa secara praktis dicantumkan.
Tak sedikit karyawan yang mendapat tawaran kerja karena rekam jejak karirnya terlihat potensial di LinkedIn. Contohnya saja Asmara Wreksono, penyiar radio yang juga menjabat sebagai Head of Communications Creative HotHouse. Sejak tahun 2008, wanita yang dikenal dengan nama Miund tersebut tidak pernah sekalipun melamar tapi selalu mendapat tawaran kerja berkat CV-nya dilihat di LinkedIn.
Setelah sering 'ditemukan' via LinkedIn, saat ini Ia kerap mencari calon karyawan melalui jejaring sosial itu. Wanita berambut pendek tersebut pun kerap melihat beberapa kesalahan utama yang dilakukan para pengguna yang membuat mereka tak jadi dilirik. Apa saja? Berikut enam kesalahan yang bisa Anda jadikan bahan pelajaran saat membuat profil LinkedIn:
1. Foto Kurang Profesional
Foto menjadi hal pertama yang perekrut lihat dari sebuah profil sosial media. Terutama pada LinkedIn, pasang lah foto yang menggambarkan sikap profesional Anda pada pekerjaan. Meski menganggap diri kurang fotogenik, sebuah gambar diri yang semiformal sudah lebih baik dari pada profil LinkedIn tak berfoto.
"Menurut penelitian, orang paling cakap itu yang wajahnya simetris, contohnya Brad Pitt. Kalau wajah tidak simetris, bisa main di angle," saran Miund pada acara Make Over Profile LinkedIn beberapa waktu lalu.
2. Salah Penggunaan Huruf Besar dan Huruf Kecil
Meski terlihat sepele, kesalahan ini adalah salah satu hal yang buat perekrut ilfeel atau hilang feeling. Menurut Miund, menulis dengan huruf tidak beraturan besar kecilnya banyak ditemukan orang Indonesia. Tentu saja, hal tersebut membuat pengguna tampak kurang kompeten hanya dengan melihat cara Ia menulis nama saja.
3. Latar Belakang Pending Tidak Jelas
Beberapa orang juga kurang jelas dalam menuliskan latar belakang pendidikan. Padahal institusi pendidikan terutama perguruan tinggi cukup dipertimbangkan oleh para perekrut. Walau tempat Anda menuntut ilmu bukan sekolah bergengsi, menyatakannya dengan jelas akan lebih baik daripada menyebutkan sesuatu yang ambigu seperti 'pernah kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta'.
4. Summary Kosong
Summary atau ringkasan karir adalah fitur penting yang harus diisi. Banyak profesional yang kurang memanfaatkan summary sebagai sarana 'menjual diri'. Sebaiknya summary diisi dengan kalimat yang benar-benar menggambarkan minat dan pengalaman pada pekerjaan. Kesempatan Anda untuk direkrut para headhunter otomatis jadi menipis jika summary ditinggalkan.
5. Pekerjaan Tidak Rinci
Di Linked In, para pengguna bisa menyebutkan pengalaman kerja mereka serinci mungkin. Sayangnya, tak sedikit karyawan yang segan mencantumkan semua pekerjaan yang pernah dijalani. Sebagian dari mereka malas memasukkan jabatan yang tergolong rendah karena dianggap kurang penting. Hal tersebut tentu saja tidak lah benar. Karena banyaknya pengalaman karir yang Anda punya adalah salah satu nilai plus yang dicari para perekrut kerja.
6. Khawatir
Saat ini sosial media menjadi salah satu referensi karir yang diperhitungkan. Namun beberapa karyawan masih enggan untuk membuat akun sosial media profesional tersebut. Menurut Miund, salah satu alasannya adalah karena mereka merasa khawatir dengan pengalaman kerja yang dianggap kurang karena bertahun-tahun menetap pada satu perusahaan. Bagi Anda yang juga merasa demikian, tak perlu kecil hati. Karena kesetiaan adalah hal yang sulit dicari di zaman ini.
"Padahal keloyalan pada perusahaan itu mahal. Kan bisa terlihat dari tingkatkan karirnya. Showcase them." ujar wanita yang juga sering menerima konsultasi cinta itu.
(ami/kik)
Tak sedikit karyawan yang mendapat tawaran kerja karena rekam jejak karirnya terlihat potensial di LinkedIn. Contohnya saja Asmara Wreksono, penyiar radio yang juga menjabat sebagai Head of Communications Creative HotHouse. Sejak tahun 2008, wanita yang dikenal dengan nama Miund tersebut tidak pernah sekalipun melamar tapi selalu mendapat tawaran kerja berkat CV-nya dilihat di LinkedIn.
Setelah sering 'ditemukan' via LinkedIn, saat ini Ia kerap mencari calon karyawan melalui jejaring sosial itu. Wanita berambut pendek tersebut pun kerap melihat beberapa kesalahan utama yang dilakukan para pengguna yang membuat mereka tak jadi dilirik. Apa saja? Berikut enam kesalahan yang bisa Anda jadikan bahan pelajaran saat membuat profil LinkedIn:
1. Foto Kurang Profesional
Foto menjadi hal pertama yang perekrut lihat dari sebuah profil sosial media. Terutama pada LinkedIn, pasang lah foto yang menggambarkan sikap profesional Anda pada pekerjaan. Meski menganggap diri kurang fotogenik, sebuah gambar diri yang semiformal sudah lebih baik dari pada profil LinkedIn tak berfoto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Salah Penggunaan Huruf Besar dan Huruf Kecil
Meski terlihat sepele, kesalahan ini adalah salah satu hal yang buat perekrut ilfeel atau hilang feeling. Menurut Miund, menulis dengan huruf tidak beraturan besar kecilnya banyak ditemukan orang Indonesia. Tentu saja, hal tersebut membuat pengguna tampak kurang kompeten hanya dengan melihat cara Ia menulis nama saja.
3. Latar Belakang Pending Tidak Jelas
Beberapa orang juga kurang jelas dalam menuliskan latar belakang pendidikan. Padahal institusi pendidikan terutama perguruan tinggi cukup dipertimbangkan oleh para perekrut. Walau tempat Anda menuntut ilmu bukan sekolah bergengsi, menyatakannya dengan jelas akan lebih baik daripada menyebutkan sesuatu yang ambigu seperti 'pernah kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta'.
4. Summary Kosong
Summary atau ringkasan karir adalah fitur penting yang harus diisi. Banyak profesional yang kurang memanfaatkan summary sebagai sarana 'menjual diri'. Sebaiknya summary diisi dengan kalimat yang benar-benar menggambarkan minat dan pengalaman pada pekerjaan. Kesempatan Anda untuk direkrut para headhunter otomatis jadi menipis jika summary ditinggalkan.
5. Pekerjaan Tidak Rinci
Di Linked In, para pengguna bisa menyebutkan pengalaman kerja mereka serinci mungkin. Sayangnya, tak sedikit karyawan yang segan mencantumkan semua pekerjaan yang pernah dijalani. Sebagian dari mereka malas memasukkan jabatan yang tergolong rendah karena dianggap kurang penting. Hal tersebut tentu saja tidak lah benar. Karena banyaknya pengalaman karir yang Anda punya adalah salah satu nilai plus yang dicari para perekrut kerja.
6. Khawatir
Saat ini sosial media menjadi salah satu referensi karir yang diperhitungkan. Namun beberapa karyawan masih enggan untuk membuat akun sosial media profesional tersebut. Menurut Miund, salah satu alasannya adalah karena mereka merasa khawatir dengan pengalaman kerja yang dianggap kurang karena bertahun-tahun menetap pada satu perusahaan. Bagi Anda yang juga merasa demikian, tak perlu kecil hati. Karena kesetiaan adalah hal yang sulit dicari di zaman ini.
"Padahal keloyalan pada perusahaan itu mahal. Kan bisa terlihat dari tingkatkan karirnya. Showcase them." ujar wanita yang juga sering menerima konsultasi cinta itu.
(ami/kik)
Perawatan dan Kecantikan
Bibir Lembab dan Terlindungi dengan 3 Lip Balm SPF yang Wajib Ada di Tas Kamu!
Elektronik & Gadget
Lebaran Makin Seru dengan KiiP Wireless Y8 Bluetooth Portable Karaoke yang Bikin Suasana Bareng Keluarga Jadi Hidup!
Elektronik & Gadget
Saatnya Upgrade Smartwatch ke Favorit HUAWEI WATCH FIT 4 Pro yang Lebih Premium & Powerful!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Wajah Cerah dan Glowing di Hari Lebaran dengan Dua Serum Skintific Andalan!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Tampil Sederhana, Pekerjaan Wanita Ini Ternyata Bikin Kaget
2
Potret Vanesha Prescilla Umrah, Tampil Beda Dengan Hijab & Cadar
3
Foto: Margot Robbie Pamer Rambut Bob Pendek di Paris Fashion Week
4
7 Hampers Lebaran 2026 yang Unik dan Kekinian, Harga Mulai dari Rp 50 Ribu
5
Sebut Suami Selamanya, Kenangan Manis Sheila Dara & Vidi Aldiano di FFI 2025
MOST COMMENTED











































