Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Baru Jadi Bos

wolipop
Senin, 15 Sep 2014 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Menjadi seorang bos atau manajer memang bukan tugas mudah. Terlebih jika karyawan tersebut baru pertama kalinya menjabat sebagai seorang atasan. Tak jarang, mereka masih merasa canggung, ragu-ragu, atau kurang percaya diri dalam menjalani profesi baru ini. Selain karena masih belum terbiasa, ada beberapa kesalahan utama yang kerap dilakukan para bos baru. Apa saja? Inilah lima kesalahan umum yang perlu diwaspadai para bos baru yang dikutip dari BCC:

1. Bergantung pada Diri Sendiri
Umumnya para atasan baru dipilih karena sebuah kemampuan tertentu yang Ia tonjolkan selama menjadi karyawan biasa, baik dalam sisi pengalaman atau pengetahuan. Salah satu kesalahan yang umum terjadi pada mereka yang baru menjabat sebagai bos adalah mereka terlalu mengandalkan kemampuannya tersebut. Terkadang hal itu membuat para bos baru tidak mengembangkan sisi kepemimpinannya.

"Mereka yang sukses, menyadari bahwa dunia tidak tidak berputar di sekitar mereka, tapi pada tim. Mereka sadar bahwa kesuksesan mereka tergantung pada kesuksesan anggota sehingga mereka hanya fokus pada tim," ujar Jim Concelman selaku pemimpin sebuah komunitas pengembangan sumber daya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Sok Handal
Seperti yang Jim katakan, saat Anda menjadi seorang pemimpin, yang paling penting bukan lagi kemampuan diri sendiri namun kerja sama tim. Jadi, hindari pemikiran bahwa Anda bisa melakukan semuanya sendiri. Meskipun memang benar Anda dapat mengatasi sebuah masalah atau pekerjaan tanpa perlu bantuan, ada baiknya untuk tetap menanyakan pendapat rekan-rekan. Hal tersebut dilakukan demi menghindari terjadinya keputusan yang gegabah, sepihak, dan dikenal sebagai bos yang kurang mendengarkan.

3. Takut Buat Kesalahan
Menjadi seorang atasan adalah sebuah posisi yang menakutkan. Karena orang tersebut lah yang harus mengambil keputusan bahkan disalahkan atas sebuah permasalahan. Jadi wajar saja jika bos baru merasa takut membuat kesalahan. Atau ada juga sebagian dari mereka tak mau mengambil keputusan yang kurang tepat karena takut tidak disukai para bawahan.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Gunakan dengan cermat semua pengalaman dan ilmu yang Anda miliki. Pikirkan dengan tenang dan minta pendapat rekan-rekan. Jika terjadi sebuah hal yang kurang diinginkan, anggap saja sebagai pelajaran dan hindari mengulang kesalahan.

"Jika Anda tidak mengatur masalah, masalah itu yang akan mengatur Anda dan sering kali hasilnya kurang diinginkan," tutur managing editor organisasi sales, Doug Taker.

4. Terburu-buru Vs Terlalu Lama
Pengambil keputasan tersebut memang sebuah tantangan bagi para bos baru. Demi mengatasi hal ini, hindarilah pengambilan keputusan yang terlalu terburu-buru atau terlalu lama. Karena kedua cara tersebut sama-sama memiliki sisi negatif.

Jika terlalu lama dipikirkan, Anda bisa terlihat sebagai sosok bos yang lemah. Para bawahan pun bisa berpikir bahwa Anda belum pantas menjabat sebagai atasan. Namun bila terlalu cepat, para kolega juga dapat menganggap bahwa Anda orang yang bossy dan sok berkuasa.

5. Sekadar Mengatur
Pekerjaan bos bukan hanya mengatur atau memberi arahan pada bawahan. Kemampuan atasan mendorong dan memberi dukungan untuk memajukan tim adalah hal-hal yang paling utama. Salah satu cara agar para bos baru bisa melakukan hal tersebut adalah mengetahui kelebihan atau kelemahan setiap anggota. Dengan begitu, tugas manajemen juga bisa berjalan lebih mudah.

"Banyak manager baru yang terlalu bergembira dengan pekerjaan baru ini. Mereka pun jadi menarik diri dari sisi produksi dan menghabiskan waktu pada kegiatan mengatur," ungkap Ben Carpenter, seorang pemimpin organisasi saham.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads