Lepas Cita-cita Jadi Dokter, Janet Malah Sukses Bisnis Perhiasan
wolipop
Sabtu, 23 Agu 2014 11:32 WIB
Jakarta
-
Menjadi dokter adalah impian sebagian besar anak-anak saat mereka ditanya soal cita-cita. Namun ketika dewasa, cita-cita tersebut bisa berubah haluan bahkan saat sudah sekolah di jurusan kedokteran sekalipun. Hal inilah yang dialami Janet Fredman. Keluar dari sekolah kedokteran, Janet kini jadi pengusaha muda sukses di bidang perhiasan.
Menarik diri sebagai mahasiswi kedokteran, Janet Fredman, seorang wanita asal Zambia, Afrika, lebih memilih untuk mengikuti nalurinya menjadi pengusaha muda. Ketertarikannya pada dunia aksesori menjadikannya sebagai pengusaha dengan bisnis yang terus berkembang hingga memiliki kantor yang berbasis di Lusaka, ibukota Zambia.
Meskipun negara Zambia kaya akan emas dan batu pertama, wanita berusia 20 tahun ini lebih memilih bahan-bahan yang mudah didapat seperti kayu, biji-bijian dan kulit untuk membuat perhiasan karyanya. Semua bahan alami itu diolahnya menjadi berbagai aksesori seperti cincin, gelang, dan kalung yang mencerminkan keindahan tanah kelahirannya.
"Ketika pertama kali saya membuat perhiasan, saya lakukan itu sebagai hobi," kenangnya. "Pertama kali saya membuat perhiasan berbahan dasar manik-manik, kemudian saya pergi untuk belajar sebagai pengrajin emas." tambahnya lagi.
Setelah belajar, Janet menerapkan apa yang dipelajarinya sebagai pengrajin emas dalam mendesain lini perhiasan sendiri. Dia menggabungkan teknik pembuatan emas dengan bahan-bahan khas Zambia untuk membuatnya menjadi perhiasan yang kontemporer.
Selain itu, kunjungan ke toko perhiasan di Cape Town, Afrika Selatan, juga menjadi salah satu sumber inspirasi Janet Fredman untuk terjun langsung ke dalam usaha barunya. Sejak Januari 2014, bisnis barunya ini telah memberikan pengalaman yang berharga dan tantangan yang luar biasa sehingga membuat banyak orang terkesan dengan kesuksesannya. Tetapi, merintis usaha di usia muda bukanlah suatu hal yang mudah.
"Bisnis saya berjalan lancar. Terkadang jarang peminatnya dan terkadang banyak permintaan. Saya masih berusaha mencari jalan keluar, apa yang harus saya lakukan, bagaimana caranya, hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak saya lakukan. Saya masih berusaha mencoba untuk mencari tahu," ujarnya.
Perhiasan yang di desain oleh Janet Fredman memiliki desain dengan nilai jual yang tinggi karena terkesan profesional dan rapih. Terkadang karena kerapihannya dalam mendesain perhiasan membuat orang lain meragukan kemampuannya. "Mereka terkadang bertanya kepada saya, 'usiamu masih muda, apakah benar kamu yang membuatnya?', atau 'mungkin saja kamu membelinya dan kemudian menjualnya lagi'," cerita Janet.
Meskipun demikian, rintangan yang dialaminya tidak menjadikannya patah semangat. Faktanya, desainer perhiasan berbakat ini tetap menunjukkan kesuksesannya. "Harapan saya agar bisnis yang saya jalankan bisa berkembang secara perlahan, kemudian menjadi suatu kerjaan perhiasan dimana semua orang akan membicarakannya," tandasnya lagi.
(eny/eny)
Menarik diri sebagai mahasiswi kedokteran, Janet Fredman, seorang wanita asal Zambia, Afrika, lebih memilih untuk mengikuti nalurinya menjadi pengusaha muda. Ketertarikannya pada dunia aksesori menjadikannya sebagai pengusaha dengan bisnis yang terus berkembang hingga memiliki kantor yang berbasis di Lusaka, ibukota Zambia.
Meskipun negara Zambia kaya akan emas dan batu pertama, wanita berusia 20 tahun ini lebih memilih bahan-bahan yang mudah didapat seperti kayu, biji-bijian dan kulit untuk membuat perhiasan karyanya. Semua bahan alami itu diolahnya menjadi berbagai aksesori seperti cincin, gelang, dan kalung yang mencerminkan keindahan tanah kelahirannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah belajar, Janet menerapkan apa yang dipelajarinya sebagai pengrajin emas dalam mendesain lini perhiasan sendiri. Dia menggabungkan teknik pembuatan emas dengan bahan-bahan khas Zambia untuk membuatnya menjadi perhiasan yang kontemporer.
Selain itu, kunjungan ke toko perhiasan di Cape Town, Afrika Selatan, juga menjadi salah satu sumber inspirasi Janet Fredman untuk terjun langsung ke dalam usaha barunya. Sejak Januari 2014, bisnis barunya ini telah memberikan pengalaman yang berharga dan tantangan yang luar biasa sehingga membuat banyak orang terkesan dengan kesuksesannya. Tetapi, merintis usaha di usia muda bukanlah suatu hal yang mudah.
"Bisnis saya berjalan lancar. Terkadang jarang peminatnya dan terkadang banyak permintaan. Saya masih berusaha mencari jalan keluar, apa yang harus saya lakukan, bagaimana caranya, hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak saya lakukan. Saya masih berusaha mencoba untuk mencari tahu," ujarnya.
Perhiasan yang di desain oleh Janet Fredman memiliki desain dengan nilai jual yang tinggi karena terkesan profesional dan rapih. Terkadang karena kerapihannya dalam mendesain perhiasan membuat orang lain meragukan kemampuannya. "Mereka terkadang bertanya kepada saya, 'usiamu masih muda, apakah benar kamu yang membuatnya?', atau 'mungkin saja kamu membelinya dan kemudian menjualnya lagi'," cerita Janet.
Meskipun demikian, rintangan yang dialaminya tidak menjadikannya patah semangat. Faktanya, desainer perhiasan berbakat ini tetap menunjukkan kesuksesannya. "Harapan saya agar bisnis yang saya jalankan bisa berkembang secara perlahan, kemudian menjadi suatu kerjaan perhiasan dimana semua orang akan membicarakannya," tandasnya lagi.
(eny/eny)










































