Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Karyawan Baru

Catat! 5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Anak Baru di Kantor

wolipop
Jumat, 22 Agu 2014 10:50 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Melakukan kesalahan di hari-hari pertama bekerja bisa dialami ketika Anda menjadi anak baru di kantor. Kesalahan terjadi karena anak baru mungkin saja belum sepenuhnya terbiasa atau mengerti dengan situasi dan sistem kerja yang berlaku di perusahaan. Meski kekeliruan anak baru adalah hal yang wajar dan bisa dimaafkan, rekan-rekan bisa kesal jika orang itu tak cepat-cepat sadar dan berubah.

Bagaimana seharusnya bersikap ketika menjadi anak baru? Berikut ini lima kesalahan yang sebaiknya dihindari oleh para anak baru di kantor:

1. Sikap yang Buruk
Jika anak baru sering buat kesalahan teknis, itu pasti bisa dimaafkan. Namun jika anak baru kerap bertindak kurang sopan, hal inilah yang membuat para kolega bisa diam-diam membencinya. Karena bersikap tahu etika adalah sebuah aturan tak tertulis untuk para anak baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak baru tentu saja diharapkan bisa bersikap hormat baik pada perusahaan maupun rekan. Bersikap hormat pada perusahaan adalah dengan menaati aturan dan tata tertib yang berlaku. Misalnya dengan mengenakan busana sesuai dengan nuansa kerja. Sedangkan menghormati rekan bisa dengan memberi respon positif ketika diberi suatu perintah atau penerangan. Motivator Ainy Fauziyah pun menyarakan agar anak baru tidak mudah tersinggung saat menerima kritikan.

"Kesan yang baik itu bukan penampilan necis dan sebagainya, tapi sikap dan perilaku kita harus baik," jelas Ainy saat diwawancara Wolipop di kawasan Bekasi, Rabu (19/8/2014).

2. Merasa Pintar
Sebagai karyawan yang baru bekerja di sebuah perusahaan pasti ada beberapa informasi atau ilmu yang belum diketahui. Untuk itu, ada baiknya agar kita tidak berlaku seperti sok pintar. Di saat-saat seperti ini dibutuhkan pikiran yang terbuka atau open mind untuk menyerap segala pelajaran baru.

Menurut pakar sumber daya manusia Handi Kurniawan, terkadang ada beberapa karyawan baru yang banyak menilai atau tidak mau mendengarkan. Hal ini tentu saja tidak disarankan karena membuat kita cepat belajar.

"Open mind di sini juga bisa berarti banyak mendengar. Jadi tidak usah kebanyakan menentang," tambah Handi saat ditemui di kawasan Thamrin pada Selasa (18/8/2014).

3. Kurang Aktif
Hal lain yang kurang disukai para senior terhadap anak baru adalah bersikap pasif dalam bekerja. Umumnya karyawan baru memang belum memiliki job desk yang belum tetap sehingga tak menutup kemungkinan jika mereka suatu waktu menganggur. Untuk itu, bersikaplah proaktif dengan menanyakan adakah tugas yang harus dikerjakan atau berkonsultasi tentang sesuatu yang membuat bingung. Selain bisa lebih cepat belajar, anak baru itu pun akan lebih disukai rekan-rekan.

4. Sering Telat
Kebiasaan terlambat juga sebaiknya dihindari terutama ketika masih berstatus karyawan baru. Karena sering telat datang kantor bisa menimbulkan kesan awal bahwa Anda adalah seorang yang pemalas dan tidak tertarik pada pekerjaan. Sebenarnya, Anda pun tak harus sampai kantor paling awal dari yang lain. Namun jika bisa datang lebih pagi, pekerjaan bisa lebih cepat selesai, bukan?

5. Kurang Berbaur
Beberapa perusahaan merekrut sejumlah karyawan secara bersamaan. Mereka yang sama-sama berstatus anak baru itu pun kerap berkumpul dan membentuk sebuah grup. Hal ini memanglah sebuah kecenderungan yang biasa. Namun hindari terlalu fokus bergaul dengan orang yang itu-itu saja. Sebagai anak baru, Anda juga perlu mengenal karyawan lain bahkan dari divisi yang berbeda. Handi Kurniawan mengatakan hal ini akan berguna bagi perkembangan karir Anda ke depannya.

"Karena dengan begitu, anak baru bisa mendapat banyak informasi yang akan dibutuhkan dan orang-orang itu pun akan bisa membantu dia untuk sukses," ujar penulis buka Go Global tersebut.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads