Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Kecanduan Kartu Kredit

Tak Hanya Wanita, Pria Juga Bisa Ketagihan Kartu Kredit

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 15 Agu 2014 13:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Tuntutan gaya hidup membuat kartu kredit tak lagi dipandang 'menakutkan' bagi sebagian orang, bahkan kini menjadi kebutuhan. Banyaknya promo bertuliskan cicilan 0% atau potongan harga jika menggunakan kartu dari bank tertentu, membuat kartu kredit jadi terlihat lebih menarik.

Zaman sekarang ini, kebutuhan gaya hidup dan sosial tak hanya dianggap tuntutan oleh kaum wanita tapi juga pria. Banyak pria yang ternyata memiliki lebih dari satu atau dua kartu untuk memenuhi gaya hidupnya.

Salah satunya adalah seorang pria 31 tahun bernama Freddy. Profesi Freddy yang bekerja di sebuah majalah gaya hidup menuntutnya untuk selalu tampil gaya dan kekinian di berbagai kesempatan. Awalnya, pria yang hobi berolahraga itu memiliki dua kartu kredit yang digunakan untuk keperluan keanggotaan klub kebugaran dan membeli tiket pesawat. Namun banyaknya promo di restoran dan tawaran cicilan gadget dengan bunga 0% membuat dua kartu tak lagi cukup, sehingga ia memiliki sampai 10 kartu kredit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu, saya ingat sudah memiliki tujuh jenis kartu kredit dari lima bank yang berbeda. Akibat gaya hidup yang tidak terkontrol seringkali limit kartu yang kecil, dibawah lima juta membuat saya terbentur plafon dan untuk keperluan lain menjadi tidak bisa digunakan kartunya. Saat itu saya ingin menyicil gadget dan akhirnya saya membuat kembali kartu kredit dari bank lain," tutur Freddy kepada Wolipop melalui email.

Freddy pun mengaku mengakali pembayaran dengan membayar minimum untuk tiap kartunya. Ia belum bisa menon-aktifkan kartu karena belum dilunasi. "Berjaga-jaga untuk keperluan mendesak saya tetap mengaktifkannya dan terpaksa membayar fee tahunan yang jika dikalikan 10 kartu biayanya menjadi cukup besar dan buang-buang uang," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami pria bernama Ega yang kini bekerja di salah satu stasiun televisi swasta. Pria berusia 26 tahun itu saat ini memiliki 6 kartu kredit. Diungkapkan pria yang hobi fotografi itu, awalnya ia tertarik membuat kartu untuk membeli aplikasi-aplikasi dari luar negeri secara online. Kartu kredit pertamanya yang didapat di usia 22 tahun adalah tambahan dari orang tuanya. Setelah bekerja, ia mulai membuat 5 kartu kredit lainnya karena mendapat banyak tawaran.

Alasan Ega sepele, yaitu malas pegang uang tunai. Karena kebiasaannya itulah ia mulai menggunakan kartu untuk setiap transaksi, bahkan untuk berbelanja di supermarket atau beli bensin sekalipun. Hingga akhirnya jumlah tagihan kartu kredit mencapai puluhan juta rupiah.

"Bayar kartu kredit bisa ngabisin 50 - 60 persen gaji gue sebulan. Iya sih gaya hidup juga makin hedon. Karena uang cash habis untuk bayar kartu tiap bulannya. Apalagi promo yang potongan harga, kayak di coffee shop gitu bisa dapat potongan 50 persen kalau beli Rp 250 ribu. Gue pernah sampai beli tumblr, biar dapat potongan 50 persen kan lumayan," ceritanya saat berbincang dengan Wolipop melalui telepon, Selasa (12/08/2014).

Dari 6 kartu, Ega mengaku sudah menutup satu kartunya agar tidak terlalu banyak utang. "Udah gue tutup satu, karena yang lain belum lunas. Gaji gue abis buat bayar kartu kredit, nggak ada untungnya," tambah Ega.

Tak jauh berbeda dengan kisah seorang pria bernama Fajar. Pria yang bekerja di perusahaan swasta itu kini memiliki 5 kartu kredit. Fajar juga tertarik membuat kartu kredit karena banyak tawaran promo. Menurutnya, kartu kredit juga sangat berguna untuk membeli tiket konser dan tiket pesawat.

"Selain buat beli tiket, gue juga sering pakai buat beli baju. Gue malas pegang uang cash soalnya, suka langsung habis juga. Misalnya nih, harga baju Rp 135 ribu, kalau pakai cash lo harus ambil Rp 150 atau 200 ribu. Terus receh-recehnya jadi nggak jelas buat apaan. Tapi kalau pakai kartu kan sesuai dengan harganya," tutur pria 24 tahun itu.

Meskipun sempat menyebutkan memakai kartu kredit lebih memudahkan hidupnya, Fajar mengaku ingin menutup beberapa kartunya karena tagihan yang tak ada habisnya. Apalagi ia selalu melakukan pembayaran minimum dan tak langsung melunasi tunggakan, sehingga tagihan terus berbunga. "Iya mulai bulan depan gue mau coba ambil cash aja, jadi kartu kredit nggak sering dipakai lagi," ujarnya.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads