Liputan Khusus Persiapan Lebaran
6 Cara Jitu Atur Keuangan Jelang Mudik dan Lebaran
wolipop
Jumat, 25 Jul 2014 17:38 WIB
Jakarta
-
Mengatur keuangan mungkin saja sudah Anda lakukan setiap bulannya. Namun menjelang mudik dan lebaran pengelolaan dana jelas harus lebih diperhatikan. Banyak pengeluaran maupun tambahan pendapatan yang harus diatur agar tak berujung kepada pemborosan. Inilah beberapa tips agar kondisi keuangan tetap terjaga menjelang Hari Raya:
1. Introspeksi Keuangan Tahun Lalu
Hal pertama yang harus dilakukan adalah berintrospeksi pada dana mudik dan lebaran yang dikeluarkan pada tahun sebelumnya. Ingat-ingat jika ada kesalahan atau pemborosan yang Anda dan keluarga lakukan saat itu. Jadikan pelajaran dan sesuaikan dengan kemampuan keuangan di tahun ini.
2. Buat Budget Khusus Lebaran
Membuat budget khusus untuk mudik dan lebaran juga merupakan langkah nyata mengatur keuangan. Penasihat Investasi dan Keuangan, Lisa Soemarto, mengatakan tidak adanya pendanaan yang jelas bisa membuat seseorang terlibat hutang. Walaupun hutang itu bisa dibayar setelah lebaran, tentu saja hal itu akan mengganggu kondisi keuangan Anda ke depannya.
Kedisipilin dan ketegasan sangat dibutuhkan pada saat-saat seperti ini. "Setiap bulannya, sisihkan sekitar 5% dari penghasilan untuk anggaran Hari Raya. THR saja tidak cukup memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga Idul Fitri," jelas Lisa.
3. Jangan Andalkan THR
Seperti kutipan Lisa Soemarto sebelumnya, Tunjangan Hari Raya atau THR tak bisa menjadi satu-satu cadangan dana. Hal ini disebabkan bahwa kebutuhan dan sebagian harga barang biasanya meningkat menjelang lebaran. Ada pula beberapa kewajiban yang harus dibayarkan, seperti THR pada pekerja di rumah.
4. Siapkan Dana Tak Terduga
Terutama bagi Anda yang berencana untuk pergi mudik, cadangan dana tak terduga juga wajib disiapkan. Sisihkanlah minimal 10% uang cash untuk mengantisipasi terjadinya kejadian mendadak yang berkaitan dengan perjalanan.
5. Belanja Baju dengan Cermat
Berbelanja busana baru memang telah menjadi kebiasaan menjelang Hari Raya. Agar pengeluaran tersebut tidak mempengaruhi tabungan mudik dan lebaran, berbelanjalah dengan cermat.
Misalnya dengan mencari busana dengan terburu-buru. Hal ini dilakukan agar Anda bisa membandingkan harga dan kualitas terlebih dahulu. Kemudian bagi Anda yang tak ingin menjadi lapar mata saat berbelanja busana, lakukan saja online shopping. Hal ini bisa menghindarkan Anda dari godaan diskon-diskon yang ditawarkan sejumlah mall menjelang lebaran.
Lisa Soemarto juga mengatakan boleh-boleh saja Anda menggunakan kartu kredit saat ingin membeli baju baru. Namun gunakan fasilitas ini hanya sebagai alat bayar dan jangan kalap. "Saat ada tagihan harus dibayar semua. Baju itu konsumtif kategorinya, segala hal yang konsumtif pasti nilainya turun, tidak bisa dijual lagi berarti bukan sebuah investasi," tambahnya.
6. Tak Usah Merasa Terbebani
Jika menjelang mudik dan lebaran kondisi keuangan sedang kurang 'sehat', sebaiknya jangan paksakan untuk melakukan banyak pengeluaran. Abaikan perasaan tidak enak atau ungkapan 'hanya setahun sekali' dan kembali kepada makna Hari Raya yang sebenarnya. Jangan sampai gara-gara ingin berlebaran dengan mewah Anda dan keluarga jadi terlilit hutang.
(ami/eny)
1. Introspeksi Keuangan Tahun Lalu
Hal pertama yang harus dilakukan adalah berintrospeksi pada dana mudik dan lebaran yang dikeluarkan pada tahun sebelumnya. Ingat-ingat jika ada kesalahan atau pemborosan yang Anda dan keluarga lakukan saat itu. Jadikan pelajaran dan sesuaikan dengan kemampuan keuangan di tahun ini.
2. Buat Budget Khusus Lebaran
Membuat budget khusus untuk mudik dan lebaran juga merupakan langkah nyata mengatur keuangan. Penasihat Investasi dan Keuangan, Lisa Soemarto, mengatakan tidak adanya pendanaan yang jelas bisa membuat seseorang terlibat hutang. Walaupun hutang itu bisa dibayar setelah lebaran, tentu saja hal itu akan mengganggu kondisi keuangan Anda ke depannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Jangan Andalkan THR
Seperti kutipan Lisa Soemarto sebelumnya, Tunjangan Hari Raya atau THR tak bisa menjadi satu-satu cadangan dana. Hal ini disebabkan bahwa kebutuhan dan sebagian harga barang biasanya meningkat menjelang lebaran. Ada pula beberapa kewajiban yang harus dibayarkan, seperti THR pada pekerja di rumah.
4. Siapkan Dana Tak Terduga
Terutama bagi Anda yang berencana untuk pergi mudik, cadangan dana tak terduga juga wajib disiapkan. Sisihkanlah minimal 10% uang cash untuk mengantisipasi terjadinya kejadian mendadak yang berkaitan dengan perjalanan.
5. Belanja Baju dengan Cermat
Berbelanja busana baru memang telah menjadi kebiasaan menjelang Hari Raya. Agar pengeluaran tersebut tidak mempengaruhi tabungan mudik dan lebaran, berbelanjalah dengan cermat.
Misalnya dengan mencari busana dengan terburu-buru. Hal ini dilakukan agar Anda bisa membandingkan harga dan kualitas terlebih dahulu. Kemudian bagi Anda yang tak ingin menjadi lapar mata saat berbelanja busana, lakukan saja online shopping. Hal ini bisa menghindarkan Anda dari godaan diskon-diskon yang ditawarkan sejumlah mall menjelang lebaran.
Lisa Soemarto juga mengatakan boleh-boleh saja Anda menggunakan kartu kredit saat ingin membeli baju baru. Namun gunakan fasilitas ini hanya sebagai alat bayar dan jangan kalap. "Saat ada tagihan harus dibayar semua. Baju itu konsumtif kategorinya, segala hal yang konsumtif pasti nilainya turun, tidak bisa dijual lagi berarti bukan sebuah investasi," tambahnya.
6. Tak Usah Merasa Terbebani
Jika menjelang mudik dan lebaran kondisi keuangan sedang kurang 'sehat', sebaiknya jangan paksakan untuk melakukan banyak pengeluaran. Abaikan perasaan tidak enak atau ungkapan 'hanya setahun sekali' dan kembali kepada makna Hari Raya yang sebenarnya. Jangan sampai gara-gara ingin berlebaran dengan mewah Anda dan keluarga jadi terlilit hutang.
(ami/eny)











































