Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ini Masalah Karir yang Bisa Ganggu Kesehatan Jiwa

wolipop
Selasa, 22 Jul 2014 19:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Berbagai masalah menyangkut kerja tentu saja sering dihadapi para karyawan. Bila mereka bisa melewatinya, kesulitan-kesulitan tersebut akan berubah menjadi pembelajaran yang dapat membuat karir lebih berkembang. Namun ada sebagian orang yang merasa kesusahan untuk mencari jalan keluar dan membuat mereka mengalami penyakit kejiwaan seperti depresi. Inilah beberapa masalah karir tersebut seperti yang dikutip dari situs ABC Australia:

1. Pekerjaan Terlalu Berat
Pekerjaan yang terlalu berat bisa mengganggu kesehatan jiwa. Biasanya hal ini diawali dari stress berlebihan yang terjadi karena seseorang tak bisa mengikuti ritme kerja atau tugas di luar keahlian. Jika ada seseorang yang merasa kesulitan dalam menjalankan tugas, ada baiknya untuk tidak memaksakan dan mencari jalan karir yang lebih sesuai dengan kemampuan.

2. Kurangnya Apresiasi Usaha
Baik secara moril atau materil, penghargaan terhadap usaha kerja penting untuk diterima para pekerja. Dengan begitu, para karyawan akan lebih semangat dalam bekerja dan loyal terhadap atasan atau perusahaan. Bagi orang yang terlalu perfeksionis, kurangnya apresiasi dalam kerja bisa menyebabkan rasa rendah diri dan merasa tak pernah tenang karena selalu kurang puas dalam berusaha.

3. Pengurangan Tanggung Jawab Kerja
Seseorang juga bisa mengalami gangguan kejiwaan karena pekerjaan mereka berkurang. Umumnya, hal ini terjadi pada pekerja dengan posisi tinggi dan harus dipindahtugaskan pada jabatan yang lebih rendah karena suatu kesalahan. Orang yang mengalami kondisi seperti ini sebaiknya diajak untuk mensyukuri apa yang sudah diterima dan melihat sisi positif dari peristiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

4. Di-Bully
Baik anak-anak maupun orang dewasa, bullying dapat picu seseorang alami depresi. Contoh penganiayaan yang bisa terjadi di kantor, antara lain sering dicemooh, dijauhi rekan, tidak dihargai karyanya atau tidak didengarkan pendapatnya. Jika hal ini berlangsung lama dan berkesan sangat mendalam bagi penderita, bullying bisa picu usaha bunuh diri.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads