Berkunjung ke Kantor Baru L'Oreal Indonesia yang Ramah Lingkungan

- wolipop Rabu, 16 Jul 2014 09:05 WIB
Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Bagi sebagian karyawan, kantor mungkin sudah seperti rumah ke dua. Begitu aktivitas yang terjadi di dalamnya, membuat gedung perkantoran tak henti-hentinya mengeluarkan limbah. Hal inilah yang juga membuat gedung perkantoran menjadi salah satu penyumbang emisi CO2 terbesar karena banyaknya konsumsi listrik yang digunakan. Berbagai gerakan penyelamatan lingkungan pun mulai banyak digalakkan beberapa organisasi, termasuk di antaranya adalah L'Oreal Indonesia.

Sebagai perusahaan yang peduli dengan keberlangsungan lingkungan, L'Oreal Indonesia mengambil langkah demi mulai menyelamatkan alam. Yakni dengan menjadikan tempat kerja baru mereka sebagai salah satu dari sedikit kantor yang berpredikat 'green office'.

L'Oreal Indonesia yang mulai pindah ke DBS Tower sejak September 2013 lalu, telah berupaya memfasilitasi gaya hidup ramah lingkungan kepada para karyawannya sejak hijrah di kantor baru tersebut. Komitmen ini pun telah diakui oleh Green Building Office Indonesia dengan pemberian sertifikat Green Office yang dilakukan pada Selasa (15/07/14).

"Kecantikan bukan hanya dalam hal fisik namun juga dalam mengambil keputusan yang tepat. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan, kami berkomitmen kuat untuk mendukung kelangsungan lingkungan," ujar Vismay Sharma selaku Presiden Director PT L'oreal Indonesia di kantor L'Oreal Indonesia, DBS Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain menghadiri pemberian sertifikat untuk kantor pertama di Indonesia yang disebut 'Green Office', tim Wolipop juga berkesempatan untuk melihat-lihat kantor yang berada di Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan itu. Pada tempat kerja yang terletak di lantai 29 tersebut memang terlihat jelas komitmen L'oreal dalam membangun kantor yang ramah lingkungan.

Untuk membuat kantor lebih hemat energi listrik, ruang-ruang kerja dibuat berdekatan dengan jendela sehingga pencahayaan didapat dari sinar matahari. Tidak ada sakelar lampu, karena semuanya diatur oleh sensor otomatis. Ruang personal para karyawan dibuat melingkar dan tidak terlalu besar sehingga bisa lebih lapang untuk ruang lainnya. Terlihat pula slogan kampanye yang ditampilkan sebagai peringatan agar hemat listrik.

Menurut Restu Widiati sebagai Head of Human Resources PT L'oreal Indonesia, para pekerja cukup partisipasif dan menyambut baik gerakan ini. "Yang paling dirasakan perbedaannya adalah suasana jadi lebih cair. Kantor yang lama dulu agak gelap dan terkotak-kotak. Sekarang mereka jadi lebih terinteraksi karena meja kerjanya disempitkan dan melingkar juga banyak ruang meeting informal. Mereka mengatakan kantor jadi lebih nyaman karena ada tanaman-tanaman hijau dan lebih aware dengan green living," tutur Restu.

Sedangkan agar produksi sampah bisa diminimalisir, L'oreal tidak menyarankan pemakaian tempat minum atau makan sekali pakai. Sampah juga dipisahkan berdasarkan jenisnya sehingga yang nantinya akan mudah untuk didaur ulang. Selain itu, beberapa perabotan seperti kursi atau penghias dinding juga dipilih dari hasil daur ulang.

Agar para karyawan terdorong tidak membawa kendaraan pribadi, kantor L'oreal Indonesia yang baru ini sengaja dipilih di area yang dilewati banyak kendaraan umum. Adapun tempat parkir dan kamar mandi khusus pekerja yang mau bersepeda.

(ami/als)