Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kelebihan dan Kelemahan Pekerja Indonesia Dibanding Orang Asing

wolipop
Selasa, 24 Jun 2014 16:54 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi/Wolipop
Jakarta - 2015 adalah tahun dimulainya AEC (Asean Economic Challage). Era dimana sesama negara Asia Tenggara dapat secara bebas mempertukarkan barang, jasa, bahkan tenaga kerja ini pun sudah banyak menjadi topik hangat pembicaraan berbagai kalangan. Khusus untuk Indonesia, masih lemahnya daya saing barang dan sumber daya manusia menjadi kecemasan paling utama ketika menghadapi era AEC ini.

Melihat hal tersebut, Handi Kurniawan, seorang pakar sumber daya manusia meluncurkan sebuah buku berjudul Go Global: Guide to a Successful Internasional. Dengan pengalaman internasionalnya bekerja di beberapa negara, Handi berniat membagikan tips dan trik praktis bersaing dengan sumber daya manusia luar negeri.

"Tentu saja pemerintah nantinya akan memberikan perlindungan. Namun apa kita akan mengharapkan perlindungan saja? Kita sendiri juga harus proaktif menghadapinya," ujar Handi pada peluncuran bukunya di Soeroni, Plaza Senayan pada Selasa (22/06/14).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui pria yang menjabat sebagai Head of HR Strategic Management sebuah perusahaan multinasional tersebut, dinamika karir internasional memang lebih menantang. Menurut pengamatannya, orang Indonesia masih memiliki beberapa karakteristik yang membuat mereka belum semenonjol pekerja asing profesional. Kurangnya rasa percaya diri, canggung dalam berkomunikasi, lemah dalam produktivitas, serta masih pasif menjadi beberapa tantangan yang perlu diatasi.

Namun tak cuma memaparkan fakta kelemahan saja. Dalam peluncuran buku yang dia kerjakan selama tiga tahun, lulusan University of Western Australia itu pun mengemukakan beberapa kelebihan khas orang Indonesia yang justru dapat menolong menghadapi AEC. Beberapa di antaranya adalah mudah mengatasi ketidakpastian, tahan banting, dan kreatifitas yang tinggi. Dengan memaksimalkan tips yang diberikannya, Handi pun mengajak dan berharap profesional Indonesia bisa memanfaatkan momen AEC untuk berkarir dan bersaing ke luar negeri.

Bertujuan menginspirasi para mahasiswa sampai profesional dengan masalah yang sangat relevan, Handi membuat buku ini juga karena kecintaannya dengan Indonesia. Di dalam bukunya, pria kelahiran Tegal tersebut membahas seluk beluk karir internasional mulai dari bagaimana meningkatkan rasa percaya diri sampai tips mewujudkan sehingga cita-cita itu tak cuma jadi angan.

Go Global yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini sudah bisa didapatkan di toko buku terdekat. Memilili jumlah halaman 242, Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp 63 ribuan.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads