Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Intimate Interview

Ratna Somantri dan Cerita Tentang Komunitas Pencinta Teh

wolipop
Selasa, 03 Jun 2014 17:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Pribadi Ratna Somantri
Jakarta - Menyukai teh sejak kecil dan mulai mendalami seni pembuatan serta seluk beluk teh pada 2006, kecintaan Ratna Somantri pada minuman bercitarasa eksotis ini semakin bertambah setiap tahunnya. Untuk mengekspresikan kesukaannya terhadap teh, Ratna pun membentuk komunitas sendiri yang ia sebut Komunitas Pencinta Teh.

Didirikan sejak 2007 secara online, yaitu lewat mailing list, komunitas ini masih aktif dan eksis ada di dunia maya maupun kopi darat hingga sekarang. Dari hanya empat dan puluhan orang, selama tujuh tahun Komunitas Pencinta Teh kini sudah memiliki lebih dari 600 anggota di mailing list.

Komunitas bentukan Ratna dan tiga temannya ini pun berahasil menggandeng sejumlah perusahaan teh ternama untuk bergabung, dua di antaranya Twinings dan Dilmah. Menurut Ratna, tujuan pembentukan komunitas ini adalah untuk memberi wawasan yang lebih luas tentang teh, berbagi pengetahuan soal teh dan mencicipi teh dari berbagai belahan dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiap satu bulan sekali kita buat gathering dan setiap pertemuan topik pembicaraannya beda-beda," ujar Ratna, saat berbincang akrab dengan Wolipop di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Anggota Dewan Teh Indonesia ini menambahkan, "Kita pernah membahas tema tentang Indonesian Tea. Jadi kita ambil teh-teh terbaik dari perkebunan yang tidak dijual ke lokal, lalu dicoba para member-nya. Tujuannya supaya mereka tahu kalau Indonesia juga mengasilkan teh bagus yang sayangnya tidak dijual ke sini."

Selain berdiskusi dan mencicipi jenis teh baru, komunitas ini juga kerap melakukan kunjungan ke berbagai pabrik dan kebun teh. Menurut Ratna, saat para pencinta teh bertemu, mereka bisa menghabiskan waktu selama tiga hingga empat jam hanya untuk minum dan membahas soal teh. Bahkan beberapa di antaranya ada yang tertarik untuk belajar secara formal tentang teh.

Ratna sendiri telah mengenyam pendidikan teh secara singkat di Kuala Lumpur, Malaysia. Lewat kursus intensif selama satu minggu, wanita berusia 35 tahun ini jadi lebih tahu tata cara penyajian teh yang benar, manfaat teh bagi kesehatan dan jenis-jenis teh yang jumlahnya bisa mencapai ratusan di dunia.

"Aku awalnya hanya tahu teh China dan Jepang. Tapi sekarang harus semuanya karena itu tuntutan dari menjadi tea speaker," tutur wanita berdarah Sunda-China ini.

Kini Ratna telah mengenal dan mencicipi hampir 100 jenis teh. Dari pengalamannya, cara menyeduh teh di setiap negara berbeda-beda. Di Eropa misalnya, teh diseduh dengan air yang banyak dan didiamkan selama 3-4 menit. Sedangkan di China, Jepang dan negara-negara Asia lainnya, teh diseduh dengan sedikit air, dalam poci berukuran kecil dan hanya didiamkan selama 30 detik hingga 1 menit.

"Cuma ada satu kesamaannya. Mau di Inggris, Amerika, China, kantong atau serbuk teh harus diangkat tidak boleh didiamkan terlalu lama. Teh yang diseduh terlalu lama akan mengeluarkan zat yang tidak baik untuk tubuh," jelas Ratna.

Berkat kecintaannya pada teh, Ratna pun berkesempatan mengenal daerah-daerah baru yang tidak pernah didatangi sebelumnya. Kalimantan dan Sulawesi menjadi pulau yang dikunjunginya karena diundang sebagai pembicara di seminar atau wokrshop soal teh. Ia juga banyak bertemu dengan sesama pakar teh dan menjalin pertemanan baru dengan orang dari berbagai daerah dan negara lain.

"Saya jarang sekali pergi ke luar Jawa. Pertamakalinya pergi ke Sulawesi dan Kalimantan karena acara teh. Seperti Balikpapan atau Banjarmasin, kalau bukan untuk urusan bisnis mungkin aku tidak akan ke situ. Pernah juga dibayarin ke Jepang untuk acara teh. Yang penting sih ketemu banyak orang baru ya," ucap Ratna.

Dari dedikasinya terhadap teh juga, Ratna diminta bergabung untuk menjadi staf Dewan Teh Indonesia. Tugasnya adalah mempromosikan teh Indonesia ke masyarakat luas, membuat program edukasi tentang teh serta memfasilitasi antara pengusaha teh dengan perusahaan teh internasional.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads