5 Kesalahan Pada Lamaran yang Buat Anda Belum Dapat Panggilan Kerja
wolipop
Kamis, 29 Mei 2014 10:25 WIB
Jakarta
-
Belum mendapat pekerjaan memang sebuah hal yang tidak menyenangkan. Meski sudah melamar ke banyak perusahaan namun panggilan belum juga diterima, janganlah dulu berputus asa. Ada baiknya Anda introspeksi apa yang salah dari lamaran. Sebagai perwakilian diri, CV atau lamaran sangatlah menentukan. Walau Anda adalah orang yang cukup potensial, jika lamarannya kurang meyakinkan, ada kemungkinan Anda tidak diperhitungkan. Inilah lima kesalahan umum yang ditemukan pada lamaran dan membuat seorang pelamar belum dapat panggilan, dikutup dari situs CNN:
1. CV Terlalu Sederhana
CV yang stand out cukup dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan. Terlebih dengan banyaknya saingan pelamar, Anda butuh tampil menonjol dari yang lainnya sehingga kemungkinan untuk diterima semakin besar. Buatlah CV yang tidak membosankan serta berbeda namun menonjolkan kelebihan. Pastikan juga tulisan di CV tidak salah eja, lengkap, dan rapih karena ketelitian akan dinilai dari sana.
2. Jeda Karir
Walau berpengalaman, terkadang perusahaan ragu untuk mempekerjakan seseorang yang memiliki jeda karir yang cukup lama. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mencantumkan sejumlah kontak orang-orang yang pernah bekerja dengan Anda sebelumnya. Dengan begitu, pihak perusahaan dapat menghubungi mantan atasan atau kolega tersebut dan memastikan sendiri bahwa meski sudah lama tak bekerja Anda adalah orang yang potensial.
3. Kurang Keterampilan
Dalam CV, jangan lupa untuk menyertakan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan yang Anda inginkan. Hal tersebut akan meyakinkan perekrut bahwa Anda layak menjadi pegawai mereka. Tak ada salahnya pula, untuk menegaskan atau menyebutkan kembali keterampilan itu pada surat lamaran untuk semakin meyakinkan pihak perusahaan.
4. Latar Belakang yang Tidak Konsisten
Di zaman ini, para perekrut tak hanya melihat pelamar dari CV atau lamaran saja. Mereka juga kerap mengintip media sosial untuk mengetahui diri pelamar lebih dalam. Jika ditemukan ketidaksamaan informasi di sana, hal tersebut bisa membuat pihak perusahaan ragu untuk memanggil Anda. Berikanlah data yang jujur dan pastikan kesamaan informasi pada lamaran dan media sosial professional seperti Linked In.
5. Hubungi Inisiatif
Jika perekrut sudah pernah menghubungi, namun belum lagi ada kabar dalam waktu kurang lebih dua minggu, tak ada salahnya untuk mem-follow up. Selain dapat memastikan kejelasan, hal tersebut juga bisa memberi gambaran bahwa Anda antusias dalam pekerjaan. Namun jangan sampai bertindak terlalu agresif seperti mengkontak perekrut berkali-kali.
(ami/fer)
1. CV Terlalu Sederhana
CV yang stand out cukup dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan. Terlebih dengan banyaknya saingan pelamar, Anda butuh tampil menonjol dari yang lainnya sehingga kemungkinan untuk diterima semakin besar. Buatlah CV yang tidak membosankan serta berbeda namun menonjolkan kelebihan. Pastikan juga tulisan di CV tidak salah eja, lengkap, dan rapih karena ketelitian akan dinilai dari sana.
2. Jeda Karir
Walau berpengalaman, terkadang perusahaan ragu untuk mempekerjakan seseorang yang memiliki jeda karir yang cukup lama. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mencantumkan sejumlah kontak orang-orang yang pernah bekerja dengan Anda sebelumnya. Dengan begitu, pihak perusahaan dapat menghubungi mantan atasan atau kolega tersebut dan memastikan sendiri bahwa meski sudah lama tak bekerja Anda adalah orang yang potensial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam CV, jangan lupa untuk menyertakan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan yang Anda inginkan. Hal tersebut akan meyakinkan perekrut bahwa Anda layak menjadi pegawai mereka. Tak ada salahnya pula, untuk menegaskan atau menyebutkan kembali keterampilan itu pada surat lamaran untuk semakin meyakinkan pihak perusahaan.
4. Latar Belakang yang Tidak Konsisten
Di zaman ini, para perekrut tak hanya melihat pelamar dari CV atau lamaran saja. Mereka juga kerap mengintip media sosial untuk mengetahui diri pelamar lebih dalam. Jika ditemukan ketidaksamaan informasi di sana, hal tersebut bisa membuat pihak perusahaan ragu untuk memanggil Anda. Berikanlah data yang jujur dan pastikan kesamaan informasi pada lamaran dan media sosial professional seperti Linked In.
5. Hubungi Inisiatif
Jika perekrut sudah pernah menghubungi, namun belum lagi ada kabar dalam waktu kurang lebih dua minggu, tak ada salahnya untuk mem-follow up. Selain dapat memastikan kejelasan, hal tersebut juga bisa memberi gambaran bahwa Anda antusias dalam pekerjaan. Namun jangan sampai bertindak terlalu agresif seperti mengkontak perekrut berkali-kali.
(ami/fer)











































