Liputan Khusus Cuti Kerja
Tips Agar Saat Cuti Tidak Mengganggu Sistem Kerja di kantor
wolipop
Jumat, 23 Mei 2014 12:12 WIB
Jakarta
-
Bagi para pekerja, bekerja setiap hari bisa mengakumulasikan tingkat stres, baik tinggi maupun rendah. Itulah sebabnya cuti dibuat untuk digunakan dan kemudian memberikan 'napas' bagi otak untuk meremajakan dan mengasah sendiri.
Namun karena tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan, seringkali orang lupa mengambil cuti dan menenggelamkan diri dalam pekerjaan. Padahal berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan, cuti merupakan izin meninggalkan pekerjaan sementara waktu secara resmi.
Di sisi lain, adapula tipe orang yang hobi mengambil cuti namun membuat sistem kerja di kantor menjadi berantakan. Agar tidak menjadi orang yang seperti itu dan merepotkan kolega kerja, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan cuti tersebut.
1. Buat Rencana
Sebelum mengajukan cuti, Anda harus tahu mengapa cuti tersebut diambil. Liburan, melahirkan, keperluan mendesak? Setiap alasan memiliki urgensi yang berbeda. Jika tujuan Anda berlibur, lakukanlah jauh hari sehingga Anda bisa menyelesaikan pekerjaan saat liburan. Sama halnya dengan cuti melahirkan.
Sesuaikan dengan ritme kerja kantor dimana rapat penting tahunan atau bulan-bulan sibuk akan terjadi. Hal ini baik untuk menghindari cuti di saat pekerjaan menumpuk dan staf dibutuhkan keberadaannya. Hal ini juga dapat menjadi alternatif agar Anda tidak mengambil cuti tambahan dan mengganggu sistem kerja di kantor.
2. Jadwal Keluarga
Menyesuaikan cuti dengan jadwal keluarga menjadi hal yang harus diperhatikan. Terkadang cuti yang diambil tidak sesuai dengan jadwal anggota keluarga lainnya. Pada akhirnya Anda harus mempertimbangkan kembali apakah cuti tersebut memungkinkan atau tidak. Jika jadwal cuti Anda sudah sesuai dengan jadwal keluarga, langkah selanjutnya adalah coba kordinasikan dengan rekan kerja di kantor jika Anda akan melakukan cuti yang panjang bersama keluarga.
Coba lakukan pertukaran jadwal cuti dengan rekan kerja Anda yang belum memiliki keluarga. Atau pada saat Anda ingin melakukan cuti panjang di hari raya lebaran, coba lakukan pertukaran jadwal cuti dengan rekan kerja yang beragama lainnya. Hal ini agar sistem kerja di kantor tetap terkendali dengan baik meski Anda melakukan cuti panjang
3. Pastikan Tujuan
Pastikan cuti yang akan Anda ambil memang benar-benar penting atau tidak, misalnya Anda ingin menyegarkan kembali pikiran dari rutinitas kerja yang padat atau ingin mengatur kembali keperluan yang benar-benar penting lainnya. Dengan tujuan yang jelas tentu cuti yang Anda ambil dapat dilakukan secara maksimal.
4. Kondisi Pekerjaan
Setelah menentukan tujuan yang jelas dari cuti yang akan diambil, selanjutnya adalah coba perhatikan bagaimana kondisi pekerjaan Anda di kantor. Jika pekerjaan memang sedang menumpuk cobalah untuk menunda cuti untuk tujuan yang tidak terlalu penting. "Kalo memang banyak pekerjaan di kantor, coba selesaikan terlebih dahulu sebelum mengambil cuti agar pada saat mengambil cuti jadi tidak terganggu," ujar Psikolog klinis dewasa Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi saat wawancara bersama Wolipop di Cilandak Town Square, Selasa (20/05/2014).
Akan tetapi jika Anda memang harus mengambil cuti untuk keperluan yang sangat penting, coba delegasikan dengan sesama rekan kerja Anda di kantor. Beri alasan yang jelas pada rekan kerja dan atasan, mengapa Anda harus cuti dengan kondisi pekerjaan yang menumpuk.
(mrt/fer)
Namun karena tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan, seringkali orang lupa mengambil cuti dan menenggelamkan diri dalam pekerjaan. Padahal berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan, cuti merupakan izin meninggalkan pekerjaan sementara waktu secara resmi.
Di sisi lain, adapula tipe orang yang hobi mengambil cuti namun membuat sistem kerja di kantor menjadi berantakan. Agar tidak menjadi orang yang seperti itu dan merepotkan kolega kerja, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan cuti tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum mengajukan cuti, Anda harus tahu mengapa cuti tersebut diambil. Liburan, melahirkan, keperluan mendesak? Setiap alasan memiliki urgensi yang berbeda. Jika tujuan Anda berlibur, lakukanlah jauh hari sehingga Anda bisa menyelesaikan pekerjaan saat liburan. Sama halnya dengan cuti melahirkan.
Sesuaikan dengan ritme kerja kantor dimana rapat penting tahunan atau bulan-bulan sibuk akan terjadi. Hal ini baik untuk menghindari cuti di saat pekerjaan menumpuk dan staf dibutuhkan keberadaannya. Hal ini juga dapat menjadi alternatif agar Anda tidak mengambil cuti tambahan dan mengganggu sistem kerja di kantor.
2. Jadwal Keluarga
Menyesuaikan cuti dengan jadwal keluarga menjadi hal yang harus diperhatikan. Terkadang cuti yang diambil tidak sesuai dengan jadwal anggota keluarga lainnya. Pada akhirnya Anda harus mempertimbangkan kembali apakah cuti tersebut memungkinkan atau tidak. Jika jadwal cuti Anda sudah sesuai dengan jadwal keluarga, langkah selanjutnya adalah coba kordinasikan dengan rekan kerja di kantor jika Anda akan melakukan cuti yang panjang bersama keluarga.
Coba lakukan pertukaran jadwal cuti dengan rekan kerja Anda yang belum memiliki keluarga. Atau pada saat Anda ingin melakukan cuti panjang di hari raya lebaran, coba lakukan pertukaran jadwal cuti dengan rekan kerja yang beragama lainnya. Hal ini agar sistem kerja di kantor tetap terkendali dengan baik meski Anda melakukan cuti panjang
3. Pastikan Tujuan
Pastikan cuti yang akan Anda ambil memang benar-benar penting atau tidak, misalnya Anda ingin menyegarkan kembali pikiran dari rutinitas kerja yang padat atau ingin mengatur kembali keperluan yang benar-benar penting lainnya. Dengan tujuan yang jelas tentu cuti yang Anda ambil dapat dilakukan secara maksimal.
4. Kondisi Pekerjaan
Setelah menentukan tujuan yang jelas dari cuti yang akan diambil, selanjutnya adalah coba perhatikan bagaimana kondisi pekerjaan Anda di kantor. Jika pekerjaan memang sedang menumpuk cobalah untuk menunda cuti untuk tujuan yang tidak terlalu penting. "Kalo memang banyak pekerjaan di kantor, coba selesaikan terlebih dahulu sebelum mengambil cuti agar pada saat mengambil cuti jadi tidak terganggu," ujar Psikolog klinis dewasa Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi saat wawancara bersama Wolipop di Cilandak Town Square, Selasa (20/05/2014).
Akan tetapi jika Anda memang harus mengambil cuti untuk keperluan yang sangat penting, coba delegasikan dengan sesama rekan kerja Anda di kantor. Beri alasan yang jelas pada rekan kerja dan atasan, mengapa Anda harus cuti dengan kondisi pekerjaan yang menumpuk.
(mrt/fer)
Elektronik & Gadget
Baseus EnerFill FC11 10000mAh Fast Charging Powerbank, Solusi Anti Lowbat Tanpa Ribet Kabel!
Health & Beauty
Aroma Clean & Effortless untuk Sehari-hari, Alchemist Eau de Parfum Pink Laundry vs Powder Room!
Health & Beauty
Double Cleansing yang Nggak Bikin Takut, Ini Dia Cleansing Oil yang Aman buat Pori-pori dan Kulit Sensitif!
Elektronik & Gadget
UNE 12000mAh Powerbank Magnetic Qi2, Solusi Charging Ngebut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































