5 Cara Asah Otak Agar Sukses Berkarir dan Tak Cepat Pikun
wolipop
Rabu, 07 Mei 2014 17:06 WIB
Jakarta
-
Pekerjaan menuntut Anda untuk menghadirkan ide-ide segar dan cara-cara baru? Jika iya, sepertinya Anda harus rajin mengasah otak agar selalu produktif dalam berkarya dan sukses dalam pekerjaan. Terlebih jika Anda bekerja pada bidang-bidang yang mengedepankan kreatifitas. Menunggu ilham datang bukanlah sebuah pilihan. Inilah lima cara agar otak selalu terasah yang juga bisa menghindarkan Anda dari penyakit pikun atau demensia seperti dipaparkan CNN:
1. Jangan Pernah Berhenti Belajar
Meski sudah lepas dari bangku sekolahan, belajar adalah proses sepanjang masa. Selalu mencari informasi atau cara-cara baru yang berkaitan dengan bidang pekerjaan pastilah akan membuat seseorang lebih ahli dan bisa juga lebih kreatif. Dengan begitu Anda jadi lebih cepat dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, bukan? Sebuah riset juga menunjukkan orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi lebih mudah terstimulasi dalam bekerja dan terhindar dari pikun.
2. Pelajari Budaya Lain
Mempelajari bahasa lain memang banyak dianjurkan bagi para lansia agar otak mereka tetap terasah dan tidak cepat lupa. Sebagai pencegahan, hal ini bisa dilakukan mulai dari sekarang. Selain mencegah demensia, kemampuan Anda bisa bertambah. Menguasai banyak bahasa adalah salah satu nilai plus bagi seorang karyawan di masa sekarang. Selain pelajari bahasanya, jelajahi juga negaranya. Berjelajah ke budaya yang tidak familiar seperti senam bagi otak Anda.
3. Cari Tugas-Tugas Sulit
Bagi Anda yang kerap menghindari tugas-tugas besar karena takut tak mampu mengerjakan, sekarang waktunya untuk berani tampil. Terbebani dengan tugas baru atau lebih sulit akan meningkatkan sisi menantang sehingga pekerjaan tidak akan terasa seperti rutinitas yang membosankan. Terlalu spesifik di suatu bidang juga tidak begitu baik untuk kesehatan otak.
4. Kelola Stress Anda
Meski mengerjakan tugas yang besar baik untuk otak dan karir, jangan sampai membuat Anda stres yang berlebihan. Stres dapat membunuh sel neutrons di otak dan menghambatnya untuk berformasi lagi. Jika karir atau hal lainnya menyebabkan rasa tertekan, Anda bisa mengatasi dengan olahraga, meditasi, atau sering-sering tertawa untuk mencegah otak dan karir terganggu karena terlalu terbebani.
5. Punya Banyak Teman
Selain punya banyak teman dapat memperluas koneksi yang akan mempermudah jalan karir, banyak bersosialisasi juga memberikan kontribusi pada kesehatan otak. Riset terbaru menunjukkan secara teratur berinteraksi dengan bermacam-macam orang dapat meningkatkan kinerja dan mengembangkan kognisi otak. Jadi, jangan pernah berhenti mencarai teman!
(ami/eny)
1. Jangan Pernah Berhenti Belajar
Meski sudah lepas dari bangku sekolahan, belajar adalah proses sepanjang masa. Selalu mencari informasi atau cara-cara baru yang berkaitan dengan bidang pekerjaan pastilah akan membuat seseorang lebih ahli dan bisa juga lebih kreatif. Dengan begitu Anda jadi lebih cepat dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, bukan? Sebuah riset juga menunjukkan orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi lebih mudah terstimulasi dalam bekerja dan terhindar dari pikun.
2. Pelajari Budaya Lain
Mempelajari bahasa lain memang banyak dianjurkan bagi para lansia agar otak mereka tetap terasah dan tidak cepat lupa. Sebagai pencegahan, hal ini bisa dilakukan mulai dari sekarang. Selain mencegah demensia, kemampuan Anda bisa bertambah. Menguasai banyak bahasa adalah salah satu nilai plus bagi seorang karyawan di masa sekarang. Selain pelajari bahasanya, jelajahi juga negaranya. Berjelajah ke budaya yang tidak familiar seperti senam bagi otak Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Anda yang kerap menghindari tugas-tugas besar karena takut tak mampu mengerjakan, sekarang waktunya untuk berani tampil. Terbebani dengan tugas baru atau lebih sulit akan meningkatkan sisi menantang sehingga pekerjaan tidak akan terasa seperti rutinitas yang membosankan. Terlalu spesifik di suatu bidang juga tidak begitu baik untuk kesehatan otak.
4. Kelola Stress Anda
Meski mengerjakan tugas yang besar baik untuk otak dan karir, jangan sampai membuat Anda stres yang berlebihan. Stres dapat membunuh sel neutrons di otak dan menghambatnya untuk berformasi lagi. Jika karir atau hal lainnya menyebabkan rasa tertekan, Anda bisa mengatasi dengan olahraga, meditasi, atau sering-sering tertawa untuk mencegah otak dan karir terganggu karena terlalu terbebani.
5. Punya Banyak Teman
Selain punya banyak teman dapat memperluas koneksi yang akan mempermudah jalan karir, banyak bersosialisasi juga memberikan kontribusi pada kesehatan otak. Riset terbaru menunjukkan secara teratur berinteraksi dengan bermacam-macam orang dapat meningkatkan kinerja dan mengembangkan kognisi otak. Jadi, jangan pernah berhenti mencarai teman!
(ami/eny)
Makanan & Minuman
Nasi Putih Langsung Ludes! Sambal Viral Ini Bikin Sahur dan Makan Jadi Nambah Terus
Makanan & Minuman
Bingung Cari Parcel Lebaran yang Berkesan? 2 Hampers Makanan Premium Ini Bisa Jadi Hadiah Spesial Idulfitri!
Olahraga
Celana Olahraga Wanita Ini Nyaman Banget Dipakai Gym, Yoga, Bahkan Lari!
Olahraga
Perlengkapan Wajib Pemain Tenis! Bikin Grip Raket Makin Mantap dan Peralatan Tetap Tertata Rapi
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Gaya Aaliyah Massaid Tampil Natural Pakai Piyama di Hari Ultah ke-24
2
7 Potret Cantik Amanda Rigby, Aktris yang Ramai Dijodohkan dengan Andre Taulany
3
Ramalan Zodiak 10 Maret: Cancer Jangan Egois, Virgo Harus Jujur
4
TikTok Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan Unik Berisi Sayur Segar, Tamu Pulang Bawa Labu Siam
5
Ramalan Zodiak 10 Maret: Taurus Lagi Panas, Aries Tetap Sabar
MOST COMMENTED











































