Erlina Juwita, Bekerja Lagi Setelah Punya Anak dan Langsung Jadi CEO
wolipop
Jumat, 02 Mei 2014 18:43 WIB
Jakarta
-
Berhenti berkarya setelah berkeluarga dan miliki anak sudah tidak zaman. Tengoklah kisah seorang wanita bernama Erlina Juwita yang gara-gara berhenti bekerja pasca punya momongan, malah bisa jadi seorang direktur sebuah perusahaan. Erlina seorang financial planner, founder komunitas keuangan, dan direktur sebuah perusahaan di bidang finansial. Pekerjaan utamanya adalah berbagi informasi dan menawarkan solusi terkait masalah keuangan.
Sebelum mendirikan perusahaan dan komunitas keuangan, Lina, panggilan akrab Erlina, bekerja sebagai seorang tax supervisor di sebuah perusahaan tambang. Setelah memiliki anak, dia memutuskan untuk berhenti bekerja. Didorong oleh suami yang ingin tetap melihat Lina 'berguna', akhirnya wanita yang meraih gelar S-2 di bidang keuangan dari sebuah universitas swat tersebut mendirikan PT Cerdas Keuangan. Perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa konsultasi serta Event Organizer berbagai acara.
"Sebenarnya awalnya saya ingin punya sekolah tentang pendidikan keuangan. Sepertinya itu belum ada. Tapi di Indonesia sepertinya masih susah. Kemudian saya memutuskan untuk bikin PT saja tapi inti pekerjaannya tetap mengedukasi," ujar wanita yang berdomisili di daerah Pondok Labu tersebut saat berbincang dengan Wolipop belum lama ini.
Mengambil master di jurusan finansial, tentu saja Lina sudah ahli dengan semua yang berbau uang. Kecintaannya terhadap dunia tersebut semakin bertambah ketika dia mengalami sendiri betapa sulitnya mengelola keuangan. Terlebih ketika dia harus beralih dari status melajang menjadi ibu rumah tangga. Hal itulah yang membuat wanita kelahiran Jakarta tersebut ingin berbagi ilmu dan solusi terkait finansial. Salah satunya dengan membentuk Komunitas Cerdas Keuangan.
"Kegiatan komunitas ini kurang lebih mengedukasi masyarakat tentang keuangan. Bentuknya seperti seminar, meeting, atau lewat Twitter kita. Yang mengerti keuangan saja belum tentu bisa kelola dengan baik, apalagi yang tidak," ujar Lina seraya menambahkan komunistanya aktif sejak 2012.
Profesinya sebagai CEO, ketua komunitas, sekaligus ibu rumah tangga, tak mungkin terlaksana dengan baik tanpa dukungan sang suami tercinta. Diakui ibu dua anak ini, suaminya memegang peranan penting atas keberhasilan karirnya selama ini. Dia mendukung Lina baik secara moril maupun materil. Apalagi dengan kesamaan bidang yang membuat mereka kerap saling tukar informasi.
"Ketika punya anak, saya berhenti bekerja. Kemudian suami bilang meski berhenti lebih baik jika saya juga bisa berguna untuk orang lain dengan ilmu yang saya punya. Dia juga support pendidikan saya. Dan kita sering bagi-bagi ilmu mengenai keuangan," ungkap Lina yang pernah membuat buku berjudul Financial Stories bersama 20 anggota Komunitas Cerdas Keuangan lainnya.
Memiliki karir yang sesuai dengan passion membuat Lina tak merasakan duka dan sangat menikmati pekerjaan. Meski demikian ada beberapa mimpi yang masih diusahakan untuk diwujudkannya, seperti membuat buku kedua dan berkunjung ke daerah pedalaman. Keinginannya menyusuri daerah pedalaman tersebut, bukan untuk kepentingan wisata, namun untuk mendalami sisi seluk beluk finansial mereka. Lina juga ingin mengadakan 'road show' ke Taman Kanak-Kanak untuk memberikan edukasi dini via story telling mengenai keuangan.
"Misalnya di beberapa adat itu ada persembahan-persembahan, itu kan butuh banyak uang. Saya ingin tahu bagaimana mereka bisa survive. Saya juga ingin mengedukasi mereka. Ingin mengenalkan dengan reksadana misalnya. Jika mereka tahu cara investasi, mungkin usaha mereka bisa lebih baik," ungkap wanita kelahiran 1978 itu.
Sebagai seorang financial planner yang juga seorang wanita, Lina melihat masalah utama keuangan para kaum hawa terletak pada godaan diskon dan kartu kredit. Menurutnya, satu-satunya solusi paling tepat untuk mengatasi dua musuh ini adalah dengan menguatkan hati. "Pisahkan antara want dan need. Itu beda tipis. Keinginan itu memang tidak ada batasnya sehingga butuh kebiasaan dan niat yang ekstra," saran Lina diakhir perbincangan.
Lina merupakan salah satu wanita peserta kontes foto Inspiring Woman yang diadakan Wolipop. Apakah Anda juga merasa memiliki karir yang bisa menjadi inspirasi untuk sesama? Atau ada teman yang sosoknya menginspirasi Anda? Kenalkan sosok wanita inspiratif versi Anda dengan cara mengikuti kontes foto 'Inspiring Woman' dan dapatkan hadiah menarik dari Wolipop. Cara mendaftarnya klik di sini. https://microsite.detik.com/minisite/women/komentar/69013
(eny/aln)
Sebelum mendirikan perusahaan dan komunitas keuangan, Lina, panggilan akrab Erlina, bekerja sebagai seorang tax supervisor di sebuah perusahaan tambang. Setelah memiliki anak, dia memutuskan untuk berhenti bekerja. Didorong oleh suami yang ingin tetap melihat Lina 'berguna', akhirnya wanita yang meraih gelar S-2 di bidang keuangan dari sebuah universitas swat tersebut mendirikan PT Cerdas Keuangan. Perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa konsultasi serta Event Organizer berbagai acara.
"Sebenarnya awalnya saya ingin punya sekolah tentang pendidikan keuangan. Sepertinya itu belum ada. Tapi di Indonesia sepertinya masih susah. Kemudian saya memutuskan untuk bikin PT saja tapi inti pekerjaannya tetap mengedukasi," ujar wanita yang berdomisili di daerah Pondok Labu tersebut saat berbincang dengan Wolipop belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan komunitas ini kurang lebih mengedukasi masyarakat tentang keuangan. Bentuknya seperti seminar, meeting, atau lewat Twitter kita. Yang mengerti keuangan saja belum tentu bisa kelola dengan baik, apalagi yang tidak," ujar Lina seraya menambahkan komunistanya aktif sejak 2012.
Profesinya sebagai CEO, ketua komunitas, sekaligus ibu rumah tangga, tak mungkin terlaksana dengan baik tanpa dukungan sang suami tercinta. Diakui ibu dua anak ini, suaminya memegang peranan penting atas keberhasilan karirnya selama ini. Dia mendukung Lina baik secara moril maupun materil. Apalagi dengan kesamaan bidang yang membuat mereka kerap saling tukar informasi.
"Ketika punya anak, saya berhenti bekerja. Kemudian suami bilang meski berhenti lebih baik jika saya juga bisa berguna untuk orang lain dengan ilmu yang saya punya. Dia juga support pendidikan saya. Dan kita sering bagi-bagi ilmu mengenai keuangan," ungkap Lina yang pernah membuat buku berjudul Financial Stories bersama 20 anggota Komunitas Cerdas Keuangan lainnya.
Memiliki karir yang sesuai dengan passion membuat Lina tak merasakan duka dan sangat menikmati pekerjaan. Meski demikian ada beberapa mimpi yang masih diusahakan untuk diwujudkannya, seperti membuat buku kedua dan berkunjung ke daerah pedalaman. Keinginannya menyusuri daerah pedalaman tersebut, bukan untuk kepentingan wisata, namun untuk mendalami sisi seluk beluk finansial mereka. Lina juga ingin mengadakan 'road show' ke Taman Kanak-Kanak untuk memberikan edukasi dini via story telling mengenai keuangan.
"Misalnya di beberapa adat itu ada persembahan-persembahan, itu kan butuh banyak uang. Saya ingin tahu bagaimana mereka bisa survive. Saya juga ingin mengedukasi mereka. Ingin mengenalkan dengan reksadana misalnya. Jika mereka tahu cara investasi, mungkin usaha mereka bisa lebih baik," ungkap wanita kelahiran 1978 itu.
Sebagai seorang financial planner yang juga seorang wanita, Lina melihat masalah utama keuangan para kaum hawa terletak pada godaan diskon dan kartu kredit. Menurutnya, satu-satunya solusi paling tepat untuk mengatasi dua musuh ini adalah dengan menguatkan hati. "Pisahkan antara want dan need. Itu beda tipis. Keinginan itu memang tidak ada batasnya sehingga butuh kebiasaan dan niat yang ekstra," saran Lina diakhir perbincangan.
Lina merupakan salah satu wanita peserta kontes foto Inspiring Woman yang diadakan Wolipop. Apakah Anda juga merasa memiliki karir yang bisa menjadi inspirasi untuk sesama? Atau ada teman yang sosoknya menginspirasi Anda? Kenalkan sosok wanita inspiratif versi Anda dengan cara mengikuti kontes foto 'Inspiring Woman' dan dapatkan hadiah menarik dari Wolipop. Cara mendaftarnya klik di sini. https://microsite.detik.com/minisite/women/komentar/69013
(eny/aln)











































