Meski Bebas dan Lebih Santai, Ini Konsekuensi Bila Anda Kerja dari Rumah
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 04 Apr 2014 16:18 WIB
Jakarta
-
Seiring dengan perkembangan teknologi, ada beberapa pekerjaan yang tak mengharuskan karyawannya untuk datang ke kantor lagi. Mereka hanya perlu mengirim hasil kerja melalui internet dari rumah atau tempat lain. Karir seperti ini sebenarnya cukup asyik karena Anda bisa memiliki waktu kerja yang cukup bebas, tidak perlu merasakan macet di jalan, tidak terganggu dengan teman kerja, dan lain-lain. Cukup banyak juga wanita yang memperhitungkan kerjaan seperti ini karena memungkinkan mereka untuk bekerja di rumah sambil mengurus keluarga. Namun ternyata karir ini tidak sesuai untuk semua orang dan memiliki efek negatif pula. Berikut adalah beberapa kekurangan menjadi seorang pekerja telework:
1. Terganggu Oleh Urusan Pribadi atau Keluarga
Bekerja di rumah memang kelihatannya enak, namun tidak semua orang bisa memisahkan antara waktu bekerja dan waktu pribadinya. Dikutip dari BBC, sebuah riset menunjukkan bahwa pegawai rumahan di perusahaan IT mengalami kesusahan dalam pengaturan waktu ini. Hal tersebut bisa disebabkan karena tidak ke kantor kerap membuat orang lebih mementingkan urusan keluarga daripada karirnya. Bisa saja Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus anak atau membereskan rumah yang membuat urusan pekerjaan jadi terlantar.
2. Lebih Sering Buka Internet Daripada Bekerja
Karena tidak diawasi, Anda akan cenderung merasa santai. Hal tersebut dapat membuat Anda lebih sering menjelajahi dunia maya. Dengan bermacam-macamnya isi internet, online bisa mengalihkan perhatian Anda terhadap pekerjaan utama. Solusi terbaik untuk masalah ini adalah perlunya ketegasan dari diri sendiri.
3. Merasa Bosan Dan Kesepian
Biasanya para pekerja kantoran kerap menyisihkan waktu untuk mengobrol di sela-sela waktu kerja atau jam istirahat. Dengan menjadi seorang telework, otomatis Anda tidak memiliki rekan untuk diajak 'curhat'. Meskipun di rumah ada banyak anggota keluarga, mereka tak selalu bisa diajak berdiskusi mengenai masalah kerja. Maka dari itu, pekerjaan ini tak cocok untuk Anda yang suka bergaul dan tak suka kesepian.
4. Perlu Training
Belum tentu semua orang memiliki managemen waktu atau pemahaman yang sama-sama baik. Maka dari itu, sejumlah perusahaan mengadakan training dan pembekalan kepada para pekerja rumahannya. Rose Stanley, pimpinan asosiasi HRD WorldatWork mengatakan sebenarnya training sangat perlu diadakan baik untuk pegawai maupun managernya. Hal ini dimaksudkan agar mereka sama-sama mengetahui cara memaksimalkan pekerja non-kantoran. Tidak bertemu dengan rekan kerja, kadang juga menyebabkan seseorang tidak bisa bertanya mengenai kesusahan yang dialaminya. Tentu saja hal ini bisa menggangu hasil kerja Anda.
(ami/asf)
1. Terganggu Oleh Urusan Pribadi atau Keluarga
Bekerja di rumah memang kelihatannya enak, namun tidak semua orang bisa memisahkan antara waktu bekerja dan waktu pribadinya. Dikutip dari BBC, sebuah riset menunjukkan bahwa pegawai rumahan di perusahaan IT mengalami kesusahan dalam pengaturan waktu ini. Hal tersebut bisa disebabkan karena tidak ke kantor kerap membuat orang lebih mementingkan urusan keluarga daripada karirnya. Bisa saja Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus anak atau membereskan rumah yang membuat urusan pekerjaan jadi terlantar.
2. Lebih Sering Buka Internet Daripada Bekerja
Karena tidak diawasi, Anda akan cenderung merasa santai. Hal tersebut dapat membuat Anda lebih sering menjelajahi dunia maya. Dengan bermacam-macamnya isi internet, online bisa mengalihkan perhatian Anda terhadap pekerjaan utama. Solusi terbaik untuk masalah ini adalah perlunya ketegasan dari diri sendiri.
3. Merasa Bosan Dan Kesepian
Biasanya para pekerja kantoran kerap menyisihkan waktu untuk mengobrol di sela-sela waktu kerja atau jam istirahat. Dengan menjadi seorang telework, otomatis Anda tidak memiliki rekan untuk diajak 'curhat'. Meskipun di rumah ada banyak anggota keluarga, mereka tak selalu bisa diajak berdiskusi mengenai masalah kerja. Maka dari itu, pekerjaan ini tak cocok untuk Anda yang suka bergaul dan tak suka kesepian.
4. Perlu Training
Belum tentu semua orang memiliki managemen waktu atau pemahaman yang sama-sama baik. Maka dari itu, sejumlah perusahaan mengadakan training dan pembekalan kepada para pekerja rumahannya. Rose Stanley, pimpinan asosiasi HRD WorldatWork mengatakan sebenarnya training sangat perlu diadakan baik untuk pegawai maupun managernya. Hal ini dimaksudkan agar mereka sama-sama mengetahui cara memaksimalkan pekerja non-kantoran. Tidak bertemu dengan rekan kerja, kadang juga menyebabkan seseorang tidak bisa bertanya mengenai kesusahan yang dialaminya. Tentu saja hal ini bisa menggangu hasil kerja Anda.
(ami/asf)
Makanan & Minuman
Nasi Putih Langsung Ludes! Sambal Viral Ini Bikin Sahur dan Makan Jadi Nambah Terus
Makanan & Minuman
Bingung Cari Parcel Lebaran yang Berkesan? 2 Hampers Makanan Premium Ini Bisa Jadi Hadiah Spesial Idulfitri!
Olahraga
Celana Olahraga Wanita Ini Nyaman Banget Dipakai Gym, Yoga, Bahkan Lari!
Olahraga
Perlengkapan Wajib Pemain Tenis! Bikin Grip Raket Makin Mantap dan Peralatan Tetap Tertata Rapi
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Gaya Nagita Slavina Pakai Kemeja saat Datang Bukber, Harganya di Luar Nurul
2
Penjelasan Gamis Bini Orang Diburu Pembeli Menurut Akademisi Budaya
3
7 Gaya Lisa BLACKPINK Jadi Tamu VIP Konser Bad Bunny di Jepang
4
Model Ini Diejek karena Alis Nyambung, Kini Tampil Lebih Percaya Diri
5
Gaya Edgy Naomi Watts Bareng Anak Transgender di Fashion Show Balenciaga
MOST COMMENTED











































