Liputan Khusus Pembajakan di Dunia Kerja
Kisah Wanita yang Makin Sukses Pasca Pindah Kerja
wolipop
Jumat, 07 Mar 2014 18:30 WIB
Jakarta
-
Karyawan yang memiliki kualitas tinggi dan berprestasi dalam bidangnya berpeluang untuk 'dibajak' perusahaan lain. Karyawan yang dibajak tidak hanya ditawari kompensasi kerja lebih besar tapi juga sarana pengembangan diri yang lebih baik. Seperti yang dialami oleh Febriati Nadira, wanita 39 tahun itu semakin sukses setelah diajak bergabung dengan perusahaan lain.
Ketika berbincang dengan Wolipop melalui telepon, wanita yang kerap disapa Ira itu sedikit berbagi mengenai pengalaman kerjanya selama ini. Ira sudah bekerja selama enam belas tahun di bidang komunikasi.
Ia memulai kariernya pada 1995 di PT. Telkomsel. Awalnya Ira menempati posisi Customer Service hingga akhirnya menjabat sebagai Corporate Communication setelah 12 tahun mengabdikan diri di perusahaan telekomunikasi itu.
Kemudian ia beralih ke PT. XL Axiata di 2007 untuk menempatkan posisi Manager Public Relation. Kariernya semakin berkembang yang kemudian diangkat menjadi Head of Corporate Communications. Setelah empat tahun berkarier di XL, Ira mengaku mendapat tawaran menarik di 2011 untuk pindah ke perusahaan yang berbeda yaitu PT. Mandiri Sekuritas.
Penawaran tersebut datang langsung dari pihak perusahaan bukan headhunter atau kerabat dekatnya. "Waktu itu ada beberapa penawaran ya memang mencarinya yang paling pas, di mana kita bisa belajar hal-hal baru, gimana caranya membangun perusahaan sekuritas menurut saya itu menarik saja. Bentuk penawarannya ini direct dari managemennya sendiri," tutur Ira kepada Wolipop, Jumat (7/3/2014).
Ira memang salah satu wanita yang menyukai tantangan. Oleh karena itu, saat ditawarkan bekerja di perusahaan baru maka ia juga memikirkan pengembangan seperti apa yang diperoleh kedepannya bukan hanya kompensasi besar. Bagi wanita yang hobi kuliner itu, pengembangan diri sangat penting dibandingkan penawaran gaji atau tunjangan besar.
"Yang penting buat saya pribadi apakah ada value lebih kalau saya melakukan ini? Kompensasi juga harus dipertimbangkan ya tapi kalau menurut saya tidak memberikan value lebih ya nggak perlu dipaksakan," tutur wanita lulusan Strategic Marketing Management, New York University Stern School of Business, Amerika Serikat, itu.
Ira juga mengungkapkan bahwa ia sangat menikmati pekerjaannya saat ini. Banyak ilmu yang belum pernah ia dapatkan seperti pengetahuan tentang pasar modal. Selama kurang lebih dua setengah tahun bekerja masih banyak yang harus dilakukan untuk menambah wawasan serta pengetahuannya di bidang komunikasi serta pasar modal.
Dengan nada menggebu-gebu, ia mengaku bersemangat menjalani profesinya karena banyak tantangan baru yang menarik untuk dilakukan ke depannya. Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak Ira, ia menyarankan agar memiliki perencanaan sejak dini.
Pilih pekerjaan sesuai passion untuk memudahkan Anda memutuskan ketika sedang 'dibajak' perusahaan lain. Tidak lupa membangun networking atau jalinan pertemanan seluas-luasnya.
Mengikuti organisasi yang terkait dengan bidang Anda bekerja juga bisa meningkatkan karier ke depannya seperti yang dilakukan oleh wanita kelahiran 18 Februari 1975 itu. Ira kini menjabat sebagai Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Pehimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) sejak 2011 hingga akhir tahun ini.
(aln/fer)
Ketika berbincang dengan Wolipop melalui telepon, wanita yang kerap disapa Ira itu sedikit berbagi mengenai pengalaman kerjanya selama ini. Ira sudah bekerja selama enam belas tahun di bidang komunikasi.
Ia memulai kariernya pada 1995 di PT. Telkomsel. Awalnya Ira menempati posisi Customer Service hingga akhirnya menjabat sebagai Corporate Communication setelah 12 tahun mengabdikan diri di perusahaan telekomunikasi itu.
Kemudian ia beralih ke PT. XL Axiata di 2007 untuk menempatkan posisi Manager Public Relation. Kariernya semakin berkembang yang kemudian diangkat menjadi Head of Corporate Communications. Setelah empat tahun berkarier di XL, Ira mengaku mendapat tawaran menarik di 2011 untuk pindah ke perusahaan yang berbeda yaitu PT. Mandiri Sekuritas.
Penawaran tersebut datang langsung dari pihak perusahaan bukan headhunter atau kerabat dekatnya. "Waktu itu ada beberapa penawaran ya memang mencarinya yang paling pas, di mana kita bisa belajar hal-hal baru, gimana caranya membangun perusahaan sekuritas menurut saya itu menarik saja. Bentuk penawarannya ini direct dari managemennya sendiri," tutur Ira kepada Wolipop, Jumat (7/3/2014).
Ira memang salah satu wanita yang menyukai tantangan. Oleh karena itu, saat ditawarkan bekerja di perusahaan baru maka ia juga memikirkan pengembangan seperti apa yang diperoleh kedepannya bukan hanya kompensasi besar. Bagi wanita yang hobi kuliner itu, pengembangan diri sangat penting dibandingkan penawaran gaji atau tunjangan besar.
"Yang penting buat saya pribadi apakah ada value lebih kalau saya melakukan ini? Kompensasi juga harus dipertimbangkan ya tapi kalau menurut saya tidak memberikan value lebih ya nggak perlu dipaksakan," tutur wanita lulusan Strategic Marketing Management, New York University Stern School of Business, Amerika Serikat, itu.
Ira juga mengungkapkan bahwa ia sangat menikmati pekerjaannya saat ini. Banyak ilmu yang belum pernah ia dapatkan seperti pengetahuan tentang pasar modal. Selama kurang lebih dua setengah tahun bekerja masih banyak yang harus dilakukan untuk menambah wawasan serta pengetahuannya di bidang komunikasi serta pasar modal.
Dengan nada menggebu-gebu, ia mengaku bersemangat menjalani profesinya karena banyak tantangan baru yang menarik untuk dilakukan ke depannya. Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak Ira, ia menyarankan agar memiliki perencanaan sejak dini.
Pilih pekerjaan sesuai passion untuk memudahkan Anda memutuskan ketika sedang 'dibajak' perusahaan lain. Tidak lupa membangun networking atau jalinan pertemanan seluas-luasnya.
Mengikuti organisasi yang terkait dengan bidang Anda bekerja juga bisa meningkatkan karier ke depannya seperti yang dilakukan oleh wanita kelahiran 18 Februari 1975 itu. Ira kini menjabat sebagai Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Pehimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) sejak 2011 hingga akhir tahun ini.
(aln/fer)
Olahraga
Nggak Sempat ke Gym Saat Ramadan? 3 Alat Olahraga Simpel Ini Bikin Workout di Rumah Jadi Praktis
Olahraga
Dunlop Bio Zaki 100, Raket Badminton Ringan dengan Power Smash Maksimal
Pakaian Pria
Tampil Elegan Saat Lebaran dengan Kemeja Shanghai dari Platini
Makanan & Minuman
Sering Jadi Stok di Rumah, Ini Keunggulan Indomilk UHT Plain 950 ml
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir karena Pakai Crop Top Saat Bukber
2
Daftar 5 Miliuner Termuda di 2026, Usia 20 Tahun Punya Harta Ratusan Triliun
3
Potret Cantik Ayu Kynbraten, Semifinalis Miss Norwegia Keturunan Indonesia
4
Gaya Klasik Kate Middleton di Commonwealth Day, Terpancar Aura Ratu Inggris
5
Wanita Ini Kaget, Ibunya yang Sudah Wafat Tercatat Menikah dengan Pamannya
MOST COMMENTED











































