Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tips dari Cake Entrepreneur Agar Sukses Berbinis: Berani Memulai

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 24 Jan 2014 19:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Pribadi
Jakarta -

Menjadi entrepreneur atau pengusaha kini menjadi cita-cita banyak orang, terutama mereka yang sudah mulai bosan bekerja kantoran. Apakah Anda termasuk yang punya keinginan tersebut. Jika memang ingin menjadi enterpreneur sukses, resep utamanya adalah berani memulai.

Resep di atas dikatakan oleh cake entrepreneur, Nine Wahab. Nine merupakan salah satu pendiri toko kue Parish yang sudah eksis selama delapan tahun. Selain berbisnis kue, wanita yang pernah bekerja menjadi penyiar radio itu juga memiliki usaha warung indomie unik bernama warmee.

"Setiap orang pasti punya ide, keinginan untuk usaha, cuma jarang yang mau mengerjakannya. Punya bisnis takut, perlu modal besar lah, takut nanti rugi. Padahal sekarang banyak cara untuk usaha," kata Nine saat berbincang dengan wolipop di F(x), Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nine mengatakan tidak perlu langsung menjalankan sebuah bisnis yang besar. Modal secukupnya seperti membuka bisnis jual-beli makanan di rumah dan di jual online juga bisa dilakukan. Dikatakan wanita lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti itu, dari usaha kecil itulah Anda bisa belajar bagaimana berbisnis.

"Jadi paling pertama (untuk mulai jadi entrepeneur), tulis di kertas rencana usahanya, terus langsung dijalanin, dicoba aja dulu, jangan takutin yang ditakutin orang-orang kalau mau bisnis, takut rugi misalnya," ucap Nine lagi.

Jika bicara masalah takut rugi, Nine mengatakan, berkaca dari pengalamannya bersama Parish, dalam bisnis makanan yang paling penting adalah rasa. "Buat yang enak, orang pasti akan cari," tambahnya.

Untuk berbisnis ini, Nine juga menyarankan lakukan usaha yang memang Anda akan suka saat mengerjakannya. Jika membuat usaha yang Anda tidak terlalu menyukainya, saat mengerjakannya, bebannya akan terasa dua kali lebih berat.

Agar beban juga tidak terlalu berat, Anda bisa membangun bisnis tersebut bersama teman atau kerabat. Nine sendiri dia berpatner dengan dua orang lainnya saat mendirikan toko kue Parish. Dua orang tersebut adalah saudara kandungnya Ditta Wahab dan teman mereka berdua, Sandya Brananto. Bersama keduanya, dia mengembangkan Paris hingga memiliki dua cabang.

"Kalau partner, menurut aku, idealnya ganjil, bertiga atau maksimal lima. Kalau bertiga ada perbedaan pendapat, satu jadi penengah. Kalau lebih dari lima kebanyakan karena semakin banyak kepala akan semakin banyak ide," ucap ibu dua anak itu.

Nine merasa keuntungan dari memiliki partner bisnis ini adalah ketika ada masalah dia tidak susah sendiri. Terkadang menurutnya ada masalah yang tidak mungkin dicari solusinya oleh satu orang saja. "Jadi nggak capek sendirian. Kalau lagi ada krisis, nggak sendirian nyari solusinya, ada teman yang ikut berpikir," kata Nine.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads