Intimate Interview

Angkie Yudistia, Tunarungu yang Sering Dihina Saat Kecil Kini Jadi CEO

- wolipop Senin, 16 Des 2013 12:03 WIB
Dok. Detikhot
Jakarta - Wanita penyandang tunarungu, Angkie Yudistia, memiliki kisah hidup yang menginspirasi. Keterbatasan yang ia miliki sebagai seorang difabel tidak membuat dirinya terpuruk. Meskipun saat kecil Angkie sering menjadi bahan ledekan teman-temannya.

Saat berbincang dengan Wolipop usai acara peluncuran bukunya yang kedua dengan judul 'Setinggi Langit' yang dirilis bersama L'Oreal, Angkie bersedia berbagi pengalaman hidupnya. Pengalaman buruk saat remaja yang membentuk pribadinya sampai saat ini.

Wanita 26 tahun itu kehilangan pendengaran sejak usia 10 tahun karena kesalahan obat antibiotik. Hal tersebut tentu membuat Angkie dan kedua orangtuanya shock. Meski demikian, putri pasangan Hadi Sanjoto dan Indiarty Kaharman ini tetap menempuh pendidikan formal di sekolah umum. Sang ibu tidak ingin Angkie bersedih dan menerima pendidikan khusus.

Menempuh pendidikan formal di sekolah umum cukup menjadi tantangan berat buat Angkie. Tak jarang ia mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari teman-temannya. Namun pengalaman tersebut yang membuat wanita kelahiran 5 Juni 1987 itu semakin tegar dan optimis.

"Waktu masih kecil zaman SD atau SMA diledekin ya, sampai SMA juga masih tapi aku tahu kalau gak bermaksud seperti itu, aku sedihnya bukan karena ini (tunarungu) tapi pandangan orang lain ke aku," tutur Angkie ketika bercerita dengan Wolipop beberapa waktu lalu di kantor L'Oreal, Gedung DBS, Kuningan, Jakarta Selatan.

Meskipun sering menjadi bahan ledekan teman-teman, Angkie lantas tidak 'jatuh' dan 'menyerah'. Ia tetap berusaha memberikan yang terbaik demi kedua orangtua yang selalu mendukungnya. Tekad dan kerja keras Angkie membuat wanita yang hobi traveling ini sukses seperti sekarang.

Penulis 'Perempuan Tunarungu Menembus Batas' itu berhasil mendirikan Thisable Enterprise bersama dua orang temannya yang tidak memiliki keterbatasan. Ia menjabat sebagai Chief Executive Officer(CEO) di perusahaan yang fokus pada program sosial itu, terutama mengenai isu difabel. Perusahaan bergerak di bidang publishing atau penerbitan, pendidikan, serta komunikasi. Angkie mendirikan perusahaan tersebut sejak 2011.

Tak hanya itu, Angkie juga mengaku telah merencanakan membangun bisnis retail bersama istri dari penguasa Baba Rafi, Nilam Sari. Namun bukan menjadi desainer atau stylist tapi lebih sebagai seorang konseptor perusahaan. Meskipun masih dalam tahap perencanaan, ia sudah memiliki target tiga bulan mendatang harus sudah selesai.

Saat mengobrol dengan Wolipop, Angkie mengenakan dress H-line bernuansa gold. Ia tampak cantik dengan rambut panjang yang terurai. Ternyata sang workaholic ini juga mampu memanfaatkan kecantikan serta kemampuan komunikasinya untuk berprestasi di bidang entertaiment. Hal itu terbukti dari prestasinya yang pernah masuk dalam deretan finalis None Jakarta Barat dan The Most Fearless Female Cosmopolitan.

Selain itu, ia juga pernah masuk nominasi Liputan 6 Awards SCTV untuk kategori Pemberdayaan Masyarakat 2012 serta mendapatkan The Most Powerful Women versi majalah Her World. Kemudian ia juga meraih penghargaan Kartini Generation Awards dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Dengan pembuktian itu aku bisa menjadi bagian dari mereka. Itu menambah kepercayaan diri aku karena bisa bertemu banyak orang, masing-masing orang punya cerita. Selama ini aku merasa hidupku buruk tapi ternyata nggak seburuk itu. Aku jadi lebih mencintai diri sendiri," tutur wanita lulusan Fakultas Public Relation dari London School Jakarta ini.

(aln/aln)