Riset: Menjadi 'Workaholic' Hanya Merugikan Diri Sendiri
wolipop
Rabu, 20 Nov 2013 18:00 WIB
Jakarta
-
Tak sedikit karyawan rela bekerja keras secara berlebihan demi bisa meraih kesuksesan dan mendapatkan promosi jabatan. Tak heran bila mereka selalu menganggap kantor ibarat rumah kedua. Apakah Anda juga seorang workaholic?
Seperti dikutip dari Daily Mail, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di University of Padova, Italia, ternyata menemukan fakta bahwa karyawan yang gila kerja itu justru hanya bisa merugikan diri mereka sendiri. Mengapa?
Tak hanya mengakibatkan kesehatan mereka menurun, tapi juga kinerja kerja mereka di kantor. Di samping meningkatkan ketegangan psikologis dan fisik, terlalu sering lembur di tempat kerja juga mengakibatkan peningkatan ketidakhadiran kerja karena sakit.
Workaholic itu didefinisikan sebagai seseorang yang bekerja baik secara obsesif dan kompulsif. Obsesif dalam arti ketagihan kerja dan kompulsif sendiri bisa digambarkan seolah-olah ada tekanan atau paksaan batin di dalam diri seseorang untuk terus bekerja.
Para workaholic inilah yang sering bekerja lembur hingga membawa pekerjaan mereka ke rumah. Padahal, ini hanya akan membuat mereka terlalu banyak berpikir dan waktu istirahat pun berkurang.
Yang seharusnya dilakukan yaitu, Anda harus bekerja sesuai dengan fisik dan mental yang memadai. Dengan begitu, kesehatan tak akan terganggu.
Tim di University of Padova itu melakukan survei terhadap 322 pekerja di sebuah perusahaan swasta selama 15 bulan. Setiap pekerja menyelesaikan kuesioner laporan diri untuk menetapkan seberapa jauh mereka memiliki sifat workaholic.
Tingkat seberapa stres mereka diukur berdasarkan laporan dari dokter. Lalu penilaian kinerja mereka, serta jumlah berapa hari mereka mengambil izin tidak masuk kantor karena sakit, telah diisi oleh supervisor.
Orang yang gila kerja itu selalu dikaitkan dengan tingkat stres yang berhubungan dengan kinerja buruk dan peningkatan absen sakit. Jadi, meskipun seorang workaholic bekerja keras selama berjam-jam, ketegangan mereka berada di bawah sehingga bisa mengurangi kinerja mereka dan lebih banyak mengambil waktu cuti untuk istirahat.
(rma/rma)
Seperti dikutip dari Daily Mail, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di University of Padova, Italia, ternyata menemukan fakta bahwa karyawan yang gila kerja itu justru hanya bisa merugikan diri mereka sendiri. Mengapa?
Tak hanya mengakibatkan kesehatan mereka menurun, tapi juga kinerja kerja mereka di kantor. Di samping meningkatkan ketegangan psikologis dan fisik, terlalu sering lembur di tempat kerja juga mengakibatkan peningkatan ketidakhadiran kerja karena sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para workaholic inilah yang sering bekerja lembur hingga membawa pekerjaan mereka ke rumah. Padahal, ini hanya akan membuat mereka terlalu banyak berpikir dan waktu istirahat pun berkurang.
Yang seharusnya dilakukan yaitu, Anda harus bekerja sesuai dengan fisik dan mental yang memadai. Dengan begitu, kesehatan tak akan terganggu.
Tim di University of Padova itu melakukan survei terhadap 322 pekerja di sebuah perusahaan swasta selama 15 bulan. Setiap pekerja menyelesaikan kuesioner laporan diri untuk menetapkan seberapa jauh mereka memiliki sifat workaholic.
Tingkat seberapa stres mereka diukur berdasarkan laporan dari dokter. Lalu penilaian kinerja mereka, serta jumlah berapa hari mereka mengambil izin tidak masuk kantor karena sakit, telah diisi oleh supervisor.
Orang yang gila kerja itu selalu dikaitkan dengan tingkat stres yang berhubungan dengan kinerja buruk dan peningkatan absen sakit. Jadi, meskipun seorang workaholic bekerja keras selama berjam-jam, ketegangan mereka berada di bawah sehingga bisa mengurangi kinerja mereka dan lebih banyak mengambil waktu cuti untuk istirahat.
(rma/rma)
Olahraga
Sepatu Lari Wanita Terbaik 2026! Ringan, Terjangkau, dan Ideal untuk Jogging Harian
Pakaian Wanita
Effortless Chic Tanpa Ribet! Tunik Monogram Elzatta untuk Look Rapi di Berbagai Momen
Kesehatan
Jaga Lambung dan Imun Selama Puasa Ramadan! PRO EM 1 Bantu Stabilkan Lambung dengan Bakteri Baik
Kesehatan
Punya Masalah Gatal dan Iritasi di Area Intim? Saatnya Ganti ke Perawatan yang Tepat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
60 Ucapan Ulang Tahun Bahasa Inggris yang Simple hingga Romantis
2
Barron Trump Tampil Beda Saat Ayahnya Pidato, Gayanya Jadi Sorotan
3
Pesona Elea Putri Ussy-Andhika Pratama di Pemotretan Keluarga, Bikin Salfok
4
Pesona Eileen Gu, Atlet Ski Berprestasi yang Juga Model Victoria's Secret
5
Gaya Mahalini Beri Kejutan Ultah Suami di Kasur, Rambut On Point Bikin Salfok
MOST COMMENTED











































