7 Cara Sukses untuk Negosiasi Gaji
wolipop
Selasa, 12 Nov 2013 08:05 WIB
Jakarta
-
Dalam proses rekrutmen tenaga kerja, tahap negosiasi gaji merupakan tahap yang membuat calon karyawan merasa galau. Sebab dalam situasi tersebut, si pelamar kerja jadi merasa serba salah untuk menentukan besaran gaji yang diminta. Apakah Anda juga pernah mengalaminya? Seperti dikutip dari US News, berikut ini tujuh cara sukses untuk negosiasi gaji.
1. Tunggu Hingga Pemberi Kerja Memberi Tawaran
Perusahaan akan memberikan penawaran pada pelamar yang memang sangat dibutuhkan dan kebetulan memenuhi kualifikasi yang diisyaratkan oleh perusahaan. Jadi, sebaiknya biarkan pihak perusahaan menawarkan terlebih dahulu besaran gaji yang rata-rata memiliki nominal sesuai dengan beban kerja yang diberikan.
Jika Anda beruntung mendapatkan situasi seperti di atas, tidak ada salahnya untuk menaikkan sedikit besaran nominal negosiasi gaji yang diharapkan. Namun jika perusahaan tidak juga memulai memberikan tawaran nominal gaji, Anda dapat menggunakan pengetahuan besaran gaji yang diketahui mengenai posisi pekerjaan yang dilamar.
2. Jangan Utarakan Alasan Pribadi
Apabila Anda mengajukan besaran gaji yang cukup tinggi, jangan pernah utarakan alasan pribadi di baliknya kepada perusahaan yang dilamar. Misalnya alasan untuk biaya menikah dan sebagainya.
Berikanlah alasan yang masuk akal yang bersifat profesional. Tapi perlu diingat! Anda perlu memiliki latar belakang pendidikan atau karir sebelumnya yang jelas. Jika memungkinkan, menonjolkan nilai lebih Anda secara faktual.
3. Fleksibel
Saat negosiasi gaji gagal memenuhi harapan, namun di sisi lain juga merasa sayang untuk melepas posisi pekerjaan itu, maka Anda perlu bersikap fleksibel. Dalam hal ini, Anda harus berani untuk menanyakan mengenai kemungkinan insentif yang didapat. Misalnya, jika Anda dilibatkan dalam sebuah proyek, atau kerja lembur.
4. Fakta yang Mendukung Nominal Gaji
Jika ingin menginginkan gaji yang besar, perlu dukungan bukti bahwa Anda memiliki kapabilitas untuk pekerjaan yang dilamar. Dengan adanya pengalaman seperti mengikuti organisasi, pekerjaan, atau kegiatan yang memiliki kaitan dengan lingkup pekerjaan yang dilamar, dapat menjadi nilai lebih bagi Anda untuk bisa mendapatkan gaji yang besar.
5. Jangan Menginterupsi
Saat pihak perusahaan sedang menjelaskan berapa gaji yang ditawarkan, jangan pernah memotong pembicaraan tersebut sebelum ia benar-benar berhenti bicara. Hal ini untuk menunjukkan respek terhadap pekerjaan dan perusahaan yang dilamar. Anda perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk berganti bicara dalam memperkuat posisi tawar Anda.
6. Berikan Waktu Perusahaan untuk Berpikir
Ada perusahaan yang memang butuh waktu untuk berpikir, saat Anda juga sudah berada dalam salah satu kandidat yang kuat. Berikanlah respek terhadap situasi ini. Sebab, pihak yang mewawancarai Anda juga butuh masukan lebih luas dari atasan-atasan di perusahaan tersebut.
7. Jika Gagal, Jangan Tunjukkan Rasa Kecewa
Apabila negosiasi gaji gagal, jangan menunjukkan rasa kecewa. Anda bisa mengajukan negosiasi selanjutnya dengan besaran gaji yang dikurangi sedikit dari sebelumnya yang Anda minta.
(rma/aln)
1. Tunggu Hingga Pemberi Kerja Memberi Tawaran
Perusahaan akan memberikan penawaran pada pelamar yang memang sangat dibutuhkan dan kebetulan memenuhi kualifikasi yang diisyaratkan oleh perusahaan. Jadi, sebaiknya biarkan pihak perusahaan menawarkan terlebih dahulu besaran gaji yang rata-rata memiliki nominal sesuai dengan beban kerja yang diberikan.
Jika Anda beruntung mendapatkan situasi seperti di atas, tidak ada salahnya untuk menaikkan sedikit besaran nominal negosiasi gaji yang diharapkan. Namun jika perusahaan tidak juga memulai memberikan tawaran nominal gaji, Anda dapat menggunakan pengetahuan besaran gaji yang diketahui mengenai posisi pekerjaan yang dilamar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila Anda mengajukan besaran gaji yang cukup tinggi, jangan pernah utarakan alasan pribadi di baliknya kepada perusahaan yang dilamar. Misalnya alasan untuk biaya menikah dan sebagainya.
Berikanlah alasan yang masuk akal yang bersifat profesional. Tapi perlu diingat! Anda perlu memiliki latar belakang pendidikan atau karir sebelumnya yang jelas. Jika memungkinkan, menonjolkan nilai lebih Anda secara faktual.
3. Fleksibel
Saat negosiasi gaji gagal memenuhi harapan, namun di sisi lain juga merasa sayang untuk melepas posisi pekerjaan itu, maka Anda perlu bersikap fleksibel. Dalam hal ini, Anda harus berani untuk menanyakan mengenai kemungkinan insentif yang didapat. Misalnya, jika Anda dilibatkan dalam sebuah proyek, atau kerja lembur.
4. Fakta yang Mendukung Nominal Gaji
Jika ingin menginginkan gaji yang besar, perlu dukungan bukti bahwa Anda memiliki kapabilitas untuk pekerjaan yang dilamar. Dengan adanya pengalaman seperti mengikuti organisasi, pekerjaan, atau kegiatan yang memiliki kaitan dengan lingkup pekerjaan yang dilamar, dapat menjadi nilai lebih bagi Anda untuk bisa mendapatkan gaji yang besar.
5. Jangan Menginterupsi
Saat pihak perusahaan sedang menjelaskan berapa gaji yang ditawarkan, jangan pernah memotong pembicaraan tersebut sebelum ia benar-benar berhenti bicara. Hal ini untuk menunjukkan respek terhadap pekerjaan dan perusahaan yang dilamar. Anda perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk berganti bicara dalam memperkuat posisi tawar Anda.
6. Berikan Waktu Perusahaan untuk Berpikir
Ada perusahaan yang memang butuh waktu untuk berpikir, saat Anda juga sudah berada dalam salah satu kandidat yang kuat. Berikanlah respek terhadap situasi ini. Sebab, pihak yang mewawancarai Anda juga butuh masukan lebih luas dari atasan-atasan di perusahaan tersebut.
7. Jika Gagal, Jangan Tunjukkan Rasa Kecewa
Apabila negosiasi gaji gagal, jangan menunjukkan rasa kecewa. Anda bisa mengajukan negosiasi selanjutnya dengan besaran gaji yang dikurangi sedikit dari sebelumnya yang Anda minta.
(rma/aln)
Home & Living
Nasi Putih Lebih Sehat Saat Sahur & Berbuka? Rice Cooker Low Sugar Ini Lebih Sehat
Home & Living
Masak Sahur & Berbuka Lebih Sehat Tanpa Minyak? Air Fryer Kaca Transparan Ini Bikin Praktis
Home & Living
Karpet untuk Di Rumah Anti Slip yang Bikin Ruang Tamu Terlihat Lebih Mewah
Elektronik & Gadget
Speaker yang Bikin Musik Terasa Hidup di Rumah! Kenalan dengan JBL Authentics 200
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Rambut Mudah Rontok dan Beruban? Ini Antioksidan yang Wajib Kamu Coba
2
Sarah Ferguson Menghilang di Tengah Skandal Jeffrey Epstein, Ternyata Direhab
3
5 Wajah Perempuan yang akan Dominasi Era Baru Monarki Eropa
4
Ramalan Zodiak Cinta 23 Februari: Libra Lebih Perhatian, Cancer Jangan Egois
5
Bikin Tirus, 5 Tutorial Hijab Pashmina Viscose Print ala Gen Z untuk Bukber
MOST COMMENTED











































