Saat Gubernur Terkaya di Indonesia Pesan Kebaya, Ini Permintaan Khususnya
Kualitas seorang pemimpin memang diukur dari kinerja. Di satu sisi, cara berpenampilan perlu mendapat perhatian khusus karena dapat merepresentasikan kepribadian sekaligus gagasan sebagai bentuk komunikasi publik.
Sherly Tjoanda tampaknya meyakini prinsip tersebut jika merujuk pada gaya busananya sejak menjabat sebagai gubernur Maluku Utara tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia disebut-sebut sebagai kepala daerah terkaya dengan aset mencapai Rp 900 miliar yang berasal dari bisnis keluarga. Bergelimang harta, Sherly bisa saja mempersolek diri dengan baju atau aksesori keluaran luxury brand Eropa.
Alih-alih, karya desainer Indonesia menjadi pilihan ibu tiga anak ini sebagai bentuk dukungan kepada industri kreatif lokal. Beberapa unggahan Instagram resminya, @s_tjo, memperlihatkan Sherly memakai satu set busana lengkap dari koleksi terbaru Lunar 2026 Wilsen Willim yang dirilis untuk merayakan Imlek.
Gaya Gubernur Sherly Tjoanda memakai kebaya Intan Avantie. (Foto: Instagram/@intanavantie.inav) |
Desainer lain yang diandalkan adalah Intan Avantie. Kebaya berwarna lilac terlihat membungkus tubuh Sherly dalam sebuah unggahan untuk merayakan Hari Ibu tahun lalu.
"Sebetulnya kebaya ini tidak dibuat khusus untuk beliau," ungkap Intan saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini.
Putri desainer Anne Avantie melanjutkan, Sherly memang pada saat itu membutuhkan sebuah kebaya yang bisa segera dipakai. Namun karena waktu dan jarak, Intan akhirnya memutuskan untuk memakai busana yang sudah setengah jadi. "Lalu kami kebut selesaikan dalam dua hari agar bisa beliau pakai tepat waktu," tuturnya.
Komunikasi di antara keduanya berjalan lancar. Soal warna yang tersedia, ia langsung setuju. Intan mengatakan, Sherly cukup terlibat dalam proses kreatif dan menjelaskan dengan terperinci keinginannya: kebaya sebagai simbol perempuan Indonesia harus bersahaja.
Sherly Tjoanda juga memakai kebaya Intan Avantie yang berwarna hijau minta. (Foto: Instagram/@s_tjo) |
"Beliau menyampaikan, kebaya harus tetap tampil sopan. Hindari dada rendah, serta motif lace harus rapat sehingga tidak terlalu transparan," ungkap perancang yang karyanya didominasi kebaya modifikasi itu.
Ia juga memuji insting gaya perempuan 43 tahun itu. Menurutnya, Sherly cukup terampil dalam menata penampilan sesuai dengan kegiatan yang dihadiri. Caranya dalam memadankan baju dan aksesori lantas dinilai natural dan tidak berlebihan.
Meski sudah berulang kali membuatkan pesanan kebaya untuk Sherly, Intan yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, mengaku belum sempat bertemu langsung dengan sang klien. "Semoga suatu saat nanti saya bisa jumpa dengan beliau," harapnya.
(dtg/dtg)














































