Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Dian Krishna, Putri Indonesia yang Kini Sibuk Jadi Homeland Engineer

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 19 Jun 2013 11:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Mohamad Abduh/Wolipop
Jakarta -

Putri Indonesia 2003, Dian Krishna, kini memutuskan berhenti bekerja setelah menikah demi mengurus keluarga. Namun terkadang ia masih menjadi presenter atau host di beberapa stasiun televisi Hong Kong maupun Indonesia. Dian sangat menikmati kesibukannya saat ini.

Posisinya sebagai istri sekaligus ibu membuat wanita 35 tahun itu cukup kerepotan karena mengurus rumah, suami, dan anak merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Oleh karena itulah ia memberikan sebutan baru untuk ibu rumah tangga yaitu 'homeland engineer' atau insinyur domestik. Apa maksudnya?

"Iya karena aku yang suka bantuin pasang lampu, benerin antena, sampai suamiku itu yang bilang 'you're a homeland engineer'. Akhirnya aku pakai istilah itu pas ketemu kontestan The Apprentice kan," papar Dian ketika bercakap-cakap dengan wolipop di kediaman orangtuanya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dian memang terpilih sebagai salah satu peserta reality show The Apprentice Asia. Dia mengalahkan 30.000 pelamar dari Asia Pasifik untuk ikut memperebutkan titel 'Apprentice' pertama Asia. Program magang terberat yang diselenggarakan oleh AXN dan Fremantlemedia Asia itu berhadiah gaji jutaan dollar per bulan. Dia menjadi satu-satunya ibu rumah tangga dalam reality show yang terdiri 12 finalis tersebut.

Dian memakai titel homeland engineer bukan karena minder. Ibu satu anak ini hanya tidak ingin dianggap remeh oleh sebelas kontestan lainnya karena pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga sedangkan mereka memiliki posisi penting di perusahaan.

"Ketika saya bilang saya homeland engineer mereka ada yang ngira saya kayak FBI gitu," cerita wanita lulusan Mass Communications Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, itu.

Meskipun kini masih menjadi ibu rumah tangga Dian tetap ingin berkarier kembali. Ia juga mempunyai keinginan membuka bisnis di bidang kecantikan. Bukan karena wakil Indonesia di Miss World 2009 itu memang hobi ke salon. Tapi Dian mau mengenalkan salah satu perawatan kecantikan khas Indonesia di negara tinggalnya saat ini.

"Saya musti nyari jasa konsultasi supaya saya bisa bawa tenaga kerja ke Hong Kong, saya maunya bawa SPA Bali. Memperkenalkan sampel indonesia kayak gini, kalau mau silakan datang ke negara saya, tapi portalnya pertama dari saya," tutur Dian yang menetap di Hong Kong sejak 2008 itu.

Walaupun mau membuka bisnis kecantika Dian bukan tipe wanita yang sering menghabiskan waktunya merawat diri. Wanita kelahiran 26 November 1977 itu jarang sekali ke salon karena di Hong Kong biaya perawatan sangat mahal. Maka dari itu, ia lebih baik merawat seperlunya saja seperti menggunakan shampoo dan conditioner setiap hari serta memakai serum seminggu sekali agar rambutnya tetap terawat. Begitu pula dengan perawatan tubuh.

"Paling pakai produk-produk harus itu nggak bisa nawar, aku ingin membuktikan bahwa aku masih awet muda, kalau ke salon sendiri jarang soalnya di Hong Kong mahal ya," tambahnya.

Dian mengaku lebih suka olahraga daripada ke salon. Ia membiasakan diri rutin latihan agar tubuhnya tidak membengkak karena setelah melahirkan beratnya pernah mencapai 84 kg. Ketika itu ia berhenti olahraga dan tidak pernah menjalani diet penurunan berat badan. Namun akhirnya dia kembali berolahraga agar berat badannya kembali normal.

"Saya nggak mau diet tapi disarankan dokter harus training, setiap hari lari antara 50 sampai 60 menit, setahun lebih turun, " ujarnya yang saat ditemui tampak langsing memakai dress kuning.

(ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads