Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Jadi Diri Sendiri, Strategi Dian Krishna Bertahan di The Apprentice Asia

wolipop
Rabu, 19 Jun 2013 09:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta - Dian Krishna merupakan satu dari dua kontestan perwakilan Indonesia yang bersaing di The Apprentice Asia untuk memperebutkan titel 'Apprentice' pertama Asia. Selain itu, acara reality show tersebut juga bertujuan untuk memperebutkan gaji senilai jutaan dollar per bulan.

Puteri Indonesia 2003 itu mengaku ikut program magang terberat yang dikenal dengan kata 'You're Fired!' ini karena dorongan suami. Di samping itu, Dian juga termotivasi untuk bekerja kembali setelah lebih dari lima tahun tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Waktu nikah langsung pindah ke Hong Kong, ya sudah itu kerjaannya jadi freelance saja, jadi sepertinya suami merasa, sayang ya. Waktu pergi juga saat saya di puncak karir, waktu berhenti kerja juga karena memutuskan benar-benar untuk keluarga," tutur Dian saat berbincang dengan wolipop belum lama ini di kediaman orangtuanya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu satu anak ini mengatakan tidak menyangka bisa terpilih menjadi 12 besar dari 30.000 pelamar di kawasan Asia Pasifik. Padahal posisinya hanya ibu rumah tangga, sedangkan 12 lainnya mempunyai jabatan penting di perusahaan-perusahaan besar. Namun ia tidak menyerah dan berusaha melakukan yang terbaik demi anak dan suaminya.

Wanita berusia 35 tahun ini menuturkan, tidak ada persiapan skill maupun atribut khusus untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh AXN dan Fremantlemedia Asia itu. Wanita berkulit sawo matang ini sebelumnya memang sudah diimbau tidak boleh membawa banyak barang selain pakaian. Maka dari itu, ia hanya menyiapkan segala keperluan untuk anak dan suaminya sebelum dua bulan di karantina.

Bahkan ketika masa karantina di Singapura dan Malaysia, wanita yang pernah bekerja di salah satu stasiun televisi itu tidak bisa berkomunikasi dengan suami. "Cuma bisa ngomong sama dia dua kali. Kalau dia mau get in touch, dia harus telepon cast manager saya kalau emergency. Karena semuanya diambil, kartu kredit diambil, telepon diambil, uang diambil, paspor juga semuanya," papar Dian.

Hal tersebut tentu cukup membuat Dian tertekan. Belum lagi mengatasi rasa rindu dengan putranya yang sebelumnya tidak pernah ia tinggal hingga berbulan-bulan. Tidak hanya itu saja, beberapa dari kedua belas kontestan yang ikut bersaing juga kerap berusaha menjatuhkannya. Namun Dian tetap berusaha menjadi diri sendiri dan menjaga sikap dengan tim lainnya karena menurutnya kerjasama itu penting.

"Itu kayaknya strateginya mereka, ada yang modelnya begitu. Kalau saya, nggak mau pura-pura. Saya mau jadi diri sendiri, sebagian mereka memakai teknik untuk menangnya itu, kalau saya yang penting kerjasama," kata Dian dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.

Dian juga mengatakan banyak sekali manfaat serta pengetahuan yang bisa ia dapat dari reality show ini. Tidak hanya pentingnya bekerjasama, tapi juga pemecahan masalah dari setiap tantangan. Bahkan dari beberapa pekerjaan yang diberikan harus diselesaikan dalam hitungan menit saja. Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi wanita yang hobi makan ini.

"Nggak kebayang kadang-kadang kan orang harus sekolah ya untuk menyelesaikan satu degree, ini harus menyelesaikan kadang-kadang tiga menit, yang mengasyikkan itu, harus bisa mandiri dengan cepat," cerita Dian.

Kini setelah mengikuti ajang tersebut, Dian masih aktif mempromosikan The Apprentice Asia. Ia menegaskan bahwa tidak ingin bekerja dulu hingga acara reality show tersebut berakhir.


(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads